Kali Pertama ke Kota Bengkulu…

Sabtu pagi jam 9,  saya dan mba Valent tiba di bandara Fatmawati Soekarno. Kami ditugaskan sebagai tim UI yang menjadi pemantau pelaksanaan SIMAK UI di propinsi Bengkulu. -Alhamdulillah.. kali pertama menginjakkan kaki di bumi Sumatra.. 🙂

Sungguh sejuk saat itu,, melihat pemandangan hijau mengelilingi sisi bandara disertai hujan rintik-rintik yang menyambut kedatangan kami 😀

Waktu itu, kami dijemput ketua panlok untuk Bengkulu.  Beliaulah yang tanpa diminta,  bersedia mengantar kami look around kota Bengkulu, beliau juga yang banyak membantu di lapangan ketika SIMAK berlangsung.

Ada banyak sekali tempat2 pariwisata di Bengkulu, namun tak ada waktu lebih untuk mengunjungi semuanya. Ya.. setidaknya hanya lewat saja udah cukup bagi saya, ada Pantai Sepanjang, Benteng Malborough, Rumah Fatmawati Soekarno, Danau Dendam Tak Sudah, dan rumah pengasingan Bung Karno. Sehabis pelaksanaan SIMAK, saya singgah dulu di rumah pengasingan Bung Karno yang kebetulan deket dengan penginapan kami, di sana masih tertata dengan rapi kursi-kursi tamu, baju2 sandiwara Monte Carlo, tempat tidur Bung Karno, buku2 yang pernah dibacanya, foto-foto beliau dan keluarga, bahkan sepedanya yang berusia 60 tahun lebih masih ada di sana.

Ada yang cukup unik di kota kelahiran Fatmawati Soekarno ini. Banyak sekali deretan tiang lampu di pinggir jalan yang bisa kita lihat siang harinya, tapii.. anehnya kalo malam.. jalanan di Bengkullu gelaap banget. Lampu-lampu yang deretannya berdekatan itu tak ada yang menyala. Mungkin sengaja ga dinyalain dengan maksud biar anak2 mudanya ga suka keluar malem kali ya.. biar pada belajar di rumah..

Alhamdulillah pelaksanaan SIMAK UI di Bengkulu berlangsung lancar dan terkendali. Pak Emil berhasil mengerjakan proyek besar ini. Tak ada kebocoran soal yang terjadi. Gimana ga bocor, kalo soalnya aja dikirim lewat kargo dan langsung disimpan di brankas BNI terdekat dengan tempat diadakan SIMAK. Peti soalpun baru diambil dari brankas BNI sekitar satu jam sebelum pelaksanaan ujian, dan untuk ngebukanya juga susah banget, mesti pake linggis untuk ngebuka peti itu. Saya rasa, berat peti soal itu ada di peti kayunya.. hehe Di pelaksanaan SIMAK, saya ditugasin ngawas untuk ruang ujian pasca. Untuk ujian pasca,yang berbeda dengan ujian SIMAK untuk S1 yang pengawasnya dari panitia lokal, UI memang sengaja memilih pengawas dari pihak UI untuk alasan keamanan (soal TPA dan bahasa Inggrisnya mesti dibawa balik ke UI). Waktu itu yang saya awasin, ada 8 orang untuk S2 dan 4 orang untuk S3. Mereka ramah2 banget dan kooperatif juga ( kooperatif bukan dalam kerja sama antar peserta loh! maksudnya, kalo ada instruksi untuk ga ngerjain bagian lain saat ngerjain TPA n kalo waktunya udah habis, mereka bener2 ngelaksanain instruksi saya).. btw diantara mereka ada dua orang yang berencana masuk S2 MTI di salemba, seorang diantaranya ada yang miriip banget ama suami Titi Kamal.

Di Bengkulu, tim UI yang dikirim ada 2 orang; saya dan seorang dosen FH, mba valent. Dosen yang masih muda ini kocak dan asyik banget orangnya!! Ngobrol sama beliau.. serasa ngobrol ama temen yang udah deket, banyak banget ilmu baru dan sharing pengalaman yang saya dapet dari ibu muda satu ini. Makasih ya mba.. seneng sekali bisa kerja bareng mba Valent 🙂

Nah itulah sekilas kisah ke Bengkulu kemaren,, sekarang.. saatnya back to study di kampus tercinta… =) Smangad2!!!

Author: asa

Green lover ;)

One thought on “Kali Pertama ke Kota Bengkulu…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s