“Perbanyaklah Mengingat Penghancur Berbagai Kelezatan…”

Judul  postingan ini merupakan penggalan dari kutipan sebuah hadits Rasulullah saw…

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

“Perbanyaklah mengingat penghancur berbagai kelezatan, yaitu kematian.”  (HR Tirmidzi, Nasaa’I dan Ibnu Majah)

Baru saja membaca sebuah tulisan tentang kisah syahid seorang pemuda pemudi Malaysia yang meninggal belom lama ini (link kisah mujahid tsb),  insyaAllah syahid mereka, amiinn Ya Allah… Sungguh kisah yang sangat mengharukan dan membuat diri ini teringat akan hidup di dunia yang hanya sementara dan sekejap saja,, kita semua nantinya akan kembali ke kampung halaman kita, akhirat, disanalah kehidupan yang abadi dan kekal selama-lamanya.. Bahagia tidaknya kita di kehidupan abadi itu tergantung pada cukupkah bekal yang kita bawa? Apakah bekal amal kebaikan yang kita lakukan di dunia fana ini mampu membuat  timbangan amal kebaikan kita lebih berat daripada perbuatan tercela kita? Apakah bekal itu bisa membuat kita menerima buku  catatan amal dari arah depan dan diberikan Allah pada tangan kanan kita?  Apakah kelak di Padang Mahsyar Allah mengzinkan kita memperoleh syafaat dari Nabi Muhammad saw? Dan apakah amal yang bisa kita banggakan kepada Allah kelak ketika Yaumul Hisab kita ditanya amal apa yang kita punya sehingga kita pantas memasuki Surga-Nya?

Kalau membayangkan hari perhitungan (yaumul hisab) itu, rasanyaa hidup di dunia ini cuma sebentaar saja.. Selama masih diberi kesempatan hidup di dunia ini, kita harus bisa benar-benar memanfaatkannya untuk mengumpulkan bekal yang cukup untuk kehidupan abadi di akhirat nanti.

Bagaimanakah menumbuhkan semangat fastabiqul khairat ini? Salah satunya adalah dengan mengingat kematian.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS Aali Imraan: 185)

Rasulullah saw bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Orang yang cerdas ialah orang yang mengendalikan dirinya dan bekerja untuk kehidupan setelah kematian.” (HR Tirmidzi)

Ya, kita harus jadi orang yang cerdas. Orang yang sering mengingat kematian. Saat kelak ajal menjemput, sudah tidak bisa lagi kita melakukan berbagai ibadah untuk menambah perbekalan kita untuk kehidupan akhirat, semuanya sudah terhenti dan tak ada guna penyesalan manusia nanti, namun ada 3 perkara yang meskipun kita tiada, insyaAllah pahalanya tak berhenti mengalir ke kita. Tiga perkara itu juga yang harus kita upayakan agar kelak beruntung dunia dan akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

عَنْ أبِى هُرَيْرَة (ر) أنَّ رَسُول الله .صَ. قَالَ: إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ:

صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ (رواه ابو داود)

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Yap, semagat fastabiqul khairat sob! InsyaAllah kita bisaa ^^

430065_415337045146975_100000120490445_1783412_1707427979_n

Author: asa

Green lover ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s