Yuk Belajar Mengenal Indahnya Sholat! :)

Mungkin ini postingan terpanjang dalam blog ini karena banyak kutipan dan gambar, semoga sobat tetep berminat untuk membacanya ya 🙂

Sesuai judulnya, tulisan ini sengaja penulis buat sebagai sarana untuk mengenal lebih jauh tentang sholat. Salah satu rukun Islam yang satu ini jujur saja terkadang saya remehkan hanya sekedar untuk memenuhi kewajiban kita sebagai muslim, astaghfirullah. Pernahkah kita ketika disibukkan dengan urusan duniawi, hati lalai kita menganggap sholat adalah hal mengganggu, memakan waktu, oleh karenanya kita sering menunda-nunda melaksanakannya dan akhirnya terlalaikan, na’udzubillah, ampuni kami Ya Rabb…

Sholat itu adalah amalan pertama yang dihisab oleh Allah di hari Kiamat kelak, sebagaimana hadits yang berbunyi:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.”  [HR. Abu Daud. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Masyobih no. 1330 [ed] ]

Sholat juga merupakan pembeda seorang mukmin dan seorang kafir:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya batasan antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah shalat. Barangsiapa meninggalkan shalat, maka ia kafir”  [HR Muslim no. 978]

MasyaAllah,, jangan sekali-kali kita lalaikan sholat wajib kita lagi yaa… Amiinn

Btw, masih ingatkah kita asal mula perintah sholat??  Yapp, dari peristiwa Isra’ Mi’raj yang dialami suri tauladan kita, Nabi Muhammad saw. Flashback ke jaman SD dulu, guru agama di sekolah pernah bercerita tentang kisah Isra’ Mi’raj yang diambil dari sebuah hadits dalam Kitab Shahih Bukhari yang maknanya demikian:

” Telah bercerita kepada kami Hudbah bin Khalid telah bercerita kepada kami Hammam dari Qatadah. Dan diriwayatkan pula, Khalifah berkata kepadaku, telah bercerita kepada kami Yazid bin Zurai’ telah bercerita kepada kami Sa’id dan Hisyam keduanya berkata telah bercerita kepada kami Qatadah telah bercerita kepada kami Anas bin Malik dari Malik bin Sha’sha’ah radliallahu ‘anhuma berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku berada di sisi Baitullah antara tidur dan sadar”. Lalu Beliau menyebutkan, yaitu: “Ada seorang laki-laki diantara dua laki-laki yang datang kepadaku membawa baskom terbuat dari emas yang dipenuhi dengan hikmah dan  iman lalu orang itu membelah badanku dari atas dada hingga bawah perut, lalu dia mencuci perutku dengan air zamzam kemudian mengisinya dengan hikmah dan iman. Kemudian aku diberi seekor hewan tunggangan putih yang lebih kecil dari pada baghal namun lebih besar dibanding keledai bernama al-Buraq. Maka aku berangkat bersama Jibril Alaihissalam, hingga sampai di langit dunia. Lalu ditanyakan; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”. Maka dikatakan; “Selamat datang, sebaik-baik orang yang datang telah tiba”. Kemudian aku menemui Adam Alaihissalam dan memberi salam kepadanya lalu dia berkata; “(Ucapan) selamat datang bagimu dari anak keturunan dan nabi”. Kemudian kami naik ke langait kedua lalu ditanyakan; “Siapakah ini”. Jibril menjkawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”. Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baiknya kedatangan orang yang datang”. Lalu aku menemui ‘Isa dan Yahya Alaihissalam lalu keduanya berkata; “Selamat datang bagimu dari saudara dan nabi”. Kemudian kami naik ke langit ketiga lalu ditanyakan; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”. Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baiknya kedatangan orang yang datang”. Lalu aku menemui Yusuf Aalihissalam dan memberi salam kepadanya lalu dia berkata; “Selamat datang bagimu dari saudara dan nabi”. Kemudian kami naik ke langit keempat lalu ditanyakan; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”. Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang”. Lalu aku menemui Idris Alaihissalam dan memberi salam kepadanya lalu dia berkata; “Selamat datang bagimu dari saudara dan nabi”. Kemudian kami naik ke langit kelima lalu ditanyakan; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”. Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baiknya kedatangan orang yang datang”. Lalu aku menemui Harun Alaihissalam dan memberi salam kepadanya lalu dia berkata; “Selamat datang bagimu dari saudara dan nabi”. Kemudian kami naik ke langit keenam lalu ditanyakan; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”. Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baiknya kedatangan orang yang datang”. Kemudian aku menemui Musa ‘alaihissalam dan memberi salam kepadanya lalu dia berkata; “Selamat datang bagimu dari saudara dan nabi”. Ketika aku sudah selesai, tiba-tiba dia menangis. Lalu ditanyakan; “Mengapa kamu menangis?”. Musa menjawab; “Ya Rabb, anak ini yang diutus setelah aku, ummatnya akan masuk surga dengan kedudukan lebih utama dibanding siapa yang masuk surga dari ummatku”. Kemudian kami naik ke langit ketujuh lalu ditanyakan; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”. Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baiknya kedatangan orang yang datang”. Kemudian aku menemui Ibrahim ‘alaihissalam dan memberi salam kepadanya lalu dia berkata; “Selamat datang bagimu dari saudara dan nabi”. Kemudian aku ditampakkan al-Baitul Ma’mur. Aku bertanya kepada Jibril, lalu dia menjawab; “Ini adalah al-Baitul Mamur, setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat mendirikan sholat disana. Jika mereka keluar (untuk pergi shalat) tidak ada satupun dari mereka yang kembali”. Kemudian diperlihatkan kepadaku Sidratul Muntaha yang ternyata bentuknya seperti kubah dengan daun jendelanya laksana telinga-telinga gajah. Di dasarnya ada empat sungai yag berada di dalam (disebut Bathinan) dan di luar (Zhahiran) “. Aku bertanya kepada Jibril, maka dia menjawab; “Adapun Bathinan berada di surga sedangkan Zhahiran adalah an-Nail dan al-Furat (dua nama sungai di surga) “. Kemudian diwajibkan atasku shalat lima puluh kali. Aku menerimana hingga datang Musa ‘alaihissalam menemuiku dan bertanya; “Apa yang telah kamu lakukan?”. Aku jawab: “Aku diwajibkan shalat lima puluh kali”. Musa berkata; “Akulah orang yang lebih tahu tentang manusia daripada kamu. Aku sudah berusaha menangani Bani Isra’il dengan sungguh-sungguh. Dan ummatmu tidak akan sanggup melaksanakan kewajiban shalat itu. Maka itu kembalilah kamu kepada Rabbmu dan mintalah (keringanan) “. Maka aku meminta keringanan lalu Allah memberiku empat puluh kali shalat lalu (aku menerimanya dan Musa kembali menasehati aku agar meminta keringanan lagi), kemudian kejadian berulang seperti itu (nasehat Musa) hingga dijadikan tiga puluh kali lalu kejadian berulang seperti itu lagi hingga dijadikan dua puluh kali kemudian kejadian berulang lagi hingga menjadi sepuluh lalu aku menemui Musa dan dia kembali berkata seperti tadi hingga dijadikan lima waktu lalu kembali aku menemui Musa dan dia bertanya; “Apa yang kamu dapatkan?”. Aku jawab; “Telah ditetapkan lima waktu”. Dia berkata seperti tadi lagi. Aku katakan; “Aku telah menerimanya dengan baik”. Tiba-tiba ada suara yang berseru: “Sungguh AKu telah putuskan kewajiban dariku ini dan Aku telah ringankan buat hamba-hamba-Ku dan aku akan balas setiap satu kebaikan (shalat) dengan sepuluh balasan (pahala) “. Dan berkata Hammam dari Qatadah dari Al Hasan dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Tentang al-Baitul Ma’mur”.

MasyaAllah baca kisah Isra’ Mi’raj ini bikin menangis sob. Perintah sholat wajib 5 waktu ini sudah jauh sangat ringan dibanding perintah awal yang 50 waktu, tapi kita masih bisa lalai 😥

OK, harus smangat! menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari, menjadi seorang agen muslim yang baik (minjem istilahnya Mba Hanum) salah satunya dengan memperbaiki sholat kita ^^. Mungkin dari kita masih sedikit yang memahami makna bacaan sholat, termasuk saya pribadi, soo di postingan ini saya ambil beberapa gambar yang isinya bacaan sholat dan juga maknanya(gambar diambil dari hasil googling). InsyaAllah kalau kita pelajari dan pahami dan juga kita resapi maknanya di kala kita sedang sholat, rasanya insyaAllah indah dan nikmat banget sholat itu,, moment dimana kita berdialog dengan Pemilik Alam Semesta, Allah SWT.

tata-cara-shalat-1

tata-cara-shalat-2

tata-cara-shalat-3

Kalau saya biasanya membaca doa iftitah yang versi berikut:

doa iftitah

04

05

06

Biasanya saat ruku’ saya membaca yang versi ini:

ruku

07

Doa i’tidal yang biasa saya baca versi berikut:

i'tidal

 

08

09

10

11

Bacaan duduk antara dua sujud yang lebih lengkap:

duduk antara 2 sujud

12

13

14

Bacaan tasyahud awal versi yang biasa saya baca:

tasyahud awal

Bacaan tasyahud akhir versi yang biasa saya baca:

tasyahud akhir

15

16

Point 16 di atas saya baru tau ada doa tambahan tsb. Kembali ke keyakinan masing2 aja ya sob 🙂

17

18

 

MasyaAllah indah betul maknanya, belum ada kata terlambat untuk kita belajar memahami makna bacaan sholat dan meresapinya ketika kita melaksanakan sholat, semoga sholat kita bisa  khusyu’ dan diterima Allah.. Amiin Ya Rabbal ‘Alamiin. Semoga bermanfaat 🙂

 

 

 

 

Author: asa

Green lover ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s