Generasi Akhirat

Pernah dengar “Bingkai Kehidupan” Shoutul Harokah? Ini nasyid udah lama banget.. Begitu melihat videonya di youtube, subhanallah merinding! settingnya mengambil gambar perjuangan rakyat Gaza Palestina.. Ada inspirasi yang didapat dan semangat  yang insyaAllah  bisa kita peroleh 🙂

Mengarungi samudera kehidupan
kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan
Tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah
Kan menjadi Saksi pengorbanan

Reff : Allahu Ghoyyatuna
Ar Rosul Qudwatuna
Al Qur’an Dusturuna
Al Jihadu Sabiiluna
Al Mautu Fii Sabilillah asma amanina

Allah adalah tujuan kami
Rosulullah Tauladan Kami
Al Qur’an pedoman hidup kami
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah adalah cita – cita kami tertinggi

 

Mantap ya makna liriknya dalem banget… Jadi teringat ada hadits ini:

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku lalu bersabda, “Jadilah engkau hidup di dunia seperti orang asing atau musafir (orang yang bepergian).” Lalu Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu menyatakan, “Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu hingga pagi hari. Dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Bukhariy no.6416)

Subhanallah, betapa berharganya waktu bagi umat Muslim 😥 Dari hadits itu, Rasulullah mengajarkan umat manusia bahwa hiduplah di dunia ini bagai seorang musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan, manfaatkan waktu kita sebaik mungkin, jangan menunda-nunda , dan  janganlah lalai akan nikmat sehat dan waktu yang kita miliki. Karena kita di dunia ini adalah orang asing yang sedang dalam perjalanan menuju kampung Akhirat.

Di suatu pagi,  Rasulullah menemui Muadz  bin Jabal ra dan bertanya ”Bagaimana keadaanmu di pagi ini?” Muadz menjawab ”Di pagi ini aku benar-benar beriman ya Rasulullah.” Rasulullah bertanya, ”Apa buktinya” Muadz menjawab, ” Di setiap pagi aku merasa tidak akan hidup sampai sore hari. Dan di setiap sore aku merasa tidak akan hidup sampai pagi hari.  Setiap aku melangkah satu kaki, aku tidak merasa tidak bisa melangkahkan kaki satunya. Aku seperti melihat umat demi umat dipanggil dengan melihat catatan amalnya. Aku seperti melihat penduduk surga sedang menikmati yang tersedia di surga dan penduduk neraka sedang merasakan siksa”  Rasulullah bersabda,”Kamu mengetahuinya, maka pegang teguhlah, jangan dilepaskan”.

Astaghfirullah, sudahkah kita memikirkan bagaimana keadaan kita di akhirat nanti? 😦

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata, “Dunia berjalan meninggalkan manusia sedangkan akhirat berjalan menjemput manusia, dan masing-masing memiliki generasi. Maka jadilah kalian generasi akhirat dan janganlah kalian menjadi generasi dunia. Karena hari ini (di dunia) yang ada hanyalah amal dan belum dihisab sedangkan besok (di akhirat) yang ada adalah hisab dan tidak ada lagi amal.”
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat garis-garis lalu bersabda, “Ini adalah manusia, ini angan-angannya dan ini adalah ajalnya. Maka tatkala manusia berjalan menuju angan-angannya tiba-tiba sampailah dia ke garis yang lebih dekat dengannya (daripada angan-angannya).” Yakni ajalnya yang melingkupinya. (HR. Al-Bukhariy no.6418)

Menohok sangat, betapa sebentarnya kehidupan di dunia ini. Bismillah, hayuk  bangkit menjadi lebih baik dan lebih semangat!!  Kejarlah akhiratmu, InsyaAllah dunia mengikutimu. Mari berusaha menjadi generasi akhirat, semoga kelak kita bisa berjumpa dengan Allah, Nabi Muhammad, para rasul, nabi-nabi, sahabat-sahabat, shahabiyah, serta  orang-orang yang kita cintai  di Surga-Nya amiinn…

 

“Ketahuilah olehmu semua, bahwasanya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda-gurau, perhiasan dan bermegah-megah antara sesamamu, berlomba banyak kekayaan dan anak-anak. Perumpamaannya adalah seperti hujan yang mengherankan orang-orang kafir -yang menjadi petani- melihat tumbuh tanamannya, kemudian menjadi kering lalu engkau lihat menjadi kuning warnanya, kemudian menjadi hancur binasa. Dan di akhirat siksa yang amat sangat untuk mereka itu -yang berbuat kesalahan, juga pengampunan dari Allah serta keridhaan -bagi orang-orang yang berbuat kebaikan- dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan hanyalah kesenangan tipuan belaka.” (QS Al-Hadid: 20)

 

 

 

 

 

 

Author: asa

Green lover ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s