Sharing Knowledge about “Thaharah”

Hai.. Apa kabar sob? Lama ga jumpa yaa 😀

Hari ini alhamdulillah dapat ilmu baru nih tentang bersuci atau sering disebut dengan istilah Thaharah. Mumpung masih fresh dalam ingatan, sore ini saya mau review ttg materi Thaharah yang tadi pagi saya dapatkan di kelas Madrasatun Nisa’ dengan nara sumber ustadzah Erika Suryani Dewi, Lc. MA. MasyaAllah, banyak banget ilmu tentang thaharah yang baru saya ketahui lewat kelas tadi pagi…  Dari jenis2 air, najis, wudhu, dan juga tayamum..  tadi dibahas lengkap dalam waktu kurang lebih sekitar 2 jam  ^^  mantap bgt cuy! *bahasa anak gaol 😀  yuk2 kita mulai sajo ngebahasnya 😀

AIR

thaharah

Air merupakan alat yang digunakan untuk thaharah (bersuci). Air yang bisa kita gunakan untuk thaharah diantaranya:

–  Air yang digunakan untuk thaharah adalah air mutlak yang memiliki 3 syarat utama, yakni warna, rasa, dan baunya kosong. Contoh air mutlak adalah air sumur, air hujan, es,  embun, air laut, air telaga, dan air yang berubah karena lama tergenang. Air tersebut merupakan air yang suci dan mensucikan yang artinya air tersebut bisa digunakan bersuci, yaitu untuk wudhu, istinja’ (membersihkan diri setelah buang kotoran BAB/BAK), dan mandi. Sementara contoh air yang suci namun tidak mensucikan adalah air sop, air susu, air teh, dll yang mana air ini tidak bisa digunakan untuk bersuci.

– Air musta’mal/ air sisa wudhu

– Air sisa minuman manusia, baik muslim/kafir, junub maupun haid. Air liur manusia itu suci sob, bukan najis 🙂

– Air sisa minuman binatang yang dimakan dagingnya. Karena air liur yang keluar dari binatang yang suci adalah suci

– Air sisa minuman bagal, keledai, binatang serta burung buas, kucing.

Sementara air sisa anjing dan babi, hukumnya najis yang harus dijauhi dan apabila terkena olehnya, harus dicuci dengan air 7x yang 1x diantaranya harus dicampur dengan tanah

AN NAJASAH

Atau istilah lainnya adalah najis, adalah kotoran yang bagi setiap muslim wajib mensucikan diri darinya dan mensucikan apa yang terkena olehnya.

Macam-macam najis:

– Bangkai, kecuali ikan & belalang, binatang yang tidak mempunyai darah mengalir (semut, lebah, dll), tulang dari bangkai, tanduk, bulu, rambut, kuku & kulit

– Darah, seperti darah haid, darah dari hewan sembelihan. (darah nyamuk, darah luka, dan darah yang menempel di daging tidak najis)

– Muntah, kencing, kotoran manusia

– Wadi

– Madzi, contoh keputihan karena  aktivitas dan stress

– Mani, cairan yang keluar pada pria maupun wanita karena akibat rangsangan seksual. Hal ini mewajibkan harus mandi besar untuk mensucikannya.

– Kencing dan kotoran dari binatang yang tidak dimakan dagingnya, contoh: kotoran kucing, cicak, dll (sementara kotoran dari binatang yang dagingnya dimakan, misal kotoran ayam, onta, burung, sapi adalah tidak najis,, ini saya baru tau sob dari pembicara tadi 🙂 )

– Binatang jalalah, yaitu binatang yang memakan kotoran dari hewan yang dagingnya tidak dimakan. (So, bagi penggemar lele, perlu waspada, kita harus menanyakan ke si penjual loh lele atau ikan lain yang kita beli itu apakah lele yang hidupnya di jamban atau dari penangkaran. Kalo lele yang dipelihara di jamban, dia hukumnya  najis, tidak boleh dimakan. Wah saya salah satu penggemar pecel lele >.< )

– Khamr/alkohol (btw alkohol itu adalah najis maknawi, yang artinya dia najis saat diminum yang membuat peminumnya mabuk. Sementara it’s OK kalo digunakan untuk obat atau pembersih. Hoya dari penjelasan tadi saya juga ngga was-was lagi saat pakai parfum yang baru dibeli online hehehe, pakai parfum boleh saja asal baunya ngga berlebihan yang sampai2 bisa menggoda lawan jenis)

– Anjing

Hoya baru tau juga nih kalo ingus itu merupakan najis ringan,, tapi tidak membatalkan wudhu. OK next, tadi juga dibahas ada beberapa yang perlu kita tau:

* tali cucian yang telah dipakai untuk menjemur pakaian yang najis, jika telah kering oleh karena sinar matahari/angin, maka boleh digunakan untuk menjemur kain yang bersih

*jika seseorang ditimpa sesuatu yang jatuh, dan dia tidak tahu apakah itu air/kencing, maka ia tidak wajib mencucinya

*bila kaki/pinggir kain bagian bawah kena sesuatu yang basah yang tidak dikenal apa wujudnya, maka kita tidak wajib untuk berusaha mengetahuinya

* tidak wajib mencuci apa yang kena tanah jalanan

*bila selesai sholat lalu terlihat olehnya di kain/badannya najis yang tak diketahuinya/diketahuinya tapi ia lupa/tidak lupa hanya tak sanggup menghilangkannya, maka sholatnya sah

*orang yang tidak mengetahui tempat najis pada kain, wajib mencuci kain itu seluruhnya

ADAB/SUNNAH ISTINJA’ (BAK/BAB)

– tidak membawa barang yang terdapat nama Allah, kecuali jika dikhawatirkan akan hilang jika ditaruh luar

– menjauhkan diri dari manusia terutama saat BAB agar tidak terdengar suara/tercium baunya

– membaca basmallah dan isti’adzah (ta’awud) dengan jahr (suara keras) saat membuka pintu atau mengangkat kain saat di lapangan. (karena di jamban lah tempat berkumpulnya jin. Saat adzan berkumandang, jin lari menuju jamban. Wah baru tau juga nih saya,, harus membiasakan baca doa sebelum masuk kamar mandi sob, agat terlindung dari gangguan jin laki2 maupun perempuan)

– menghindari bicara sama sekali, baik berupa dzkir, tidak perlu menjawab salam maupun adzan

– tidak menghadap atau membelakangi kiblat

– mencari tempat yang lunak dan rendah untuk menjaga agar tidak kena najis

– menghindari lubang (tanah) agar tidak menyakiti hewan yang mungkin ada di sana

– hendaklah menjauhi dari tempat orang berkumpul

– tidak kencing sewaktu berdiri, karena bertentangan dengan kesopanan maupun adat yang baik juga untuk menghindari percikannya

– wajib menghilangkan najis yang terdapat pada kedua jalan

– tidak bersuci dengan tangan kanan (tangan kanan hanya digunakan untuk makan, minum, memberi, dan menerima)

– mendahulukan  kaki kiri saat masuk kamar mandi, dan kaki kanan saat keluar, lalu hendak mengucapkan “gufranak”, artinya aku memohon keampunan-Mu

MANDI

Yang mewajibkan mandi wajib: keluar mani diserta syahwat (baik laki-laki mapun perempuan), hubungan kelamin, terhentinya haid dan nifas, mayit, dan orang kafir yang masuk Islam.

Fardhu mandi: niat, mangalirkan air keseluruhan badan dengan memulai sebelah kanan

Sunnah mandi: mulai dengan mencuci tangan, membasuh kemaluan, dan berwudhu, menuangkan air ke kepala 3x sambil dipijat rambut agar sampai ke akar-akarnya

Mandi sunnah: mandi hari Jum’at, mandi pada dua hari raya, mandi bagi yang memandikan jenazah, mandi Ihram ketika memasuki kota Mekkah, mandi ketika wuquf di Arafah

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui terkait dengan mandi:

*cukup satu kali mandi bagi yang haid dan janabat atau untuk mandi jumat dan hari raya atau mandi janabat dan jumat, asal diniatkan bagi semua

*bila seseorang mandi janabat dan belum berwudhu, maka dengan mandi berarti telah berwudhu

*orang junub dan perempuan haid boleh memotong rambut/kuku, serta pergi ke pasar dan berinteraksi dengan masyarakat

*tidak ada salahnya mengeringkan anggota badan dengan handuk dll baik setelah wudhu/mandi

*dibolehkan bagi laki-laki mandi dengan sisa air yang dipakai wanita untuk mandi dan keduanya juga boleh mandi bersama-sama dari sebuah bejana

*tidak boleh mandi dalam keadaan telanjang di depana umum. Tetapi jika memakai penutup dengan kain maka tidak apa-apa

TAYAMMUM

Syarat diperbolehkannya:

– tidak ada air/ ada tapi khawatir tidak cukup, ada luka/sakit dan ia khawatir dengan memakai air itu, penyakitnya jadi bertambah/lama sembuhnya

– air sangat dingin dan keras dugaannya akan timbul bahaya jika menggunakannya, air berada dekat seseorang tapi ia khawatir akan keselamatan akan dirinya, misal ada air tapi deket singa yang lagi minum, hehe serem bgt

–  seseorang membutuhkan air untuk sekarang atau nanti dan khawatir air itu akan habis

Fardhu tayammum: seperti tata cara berwudhu, membaca basmalah dan memukulkan kedua telapak tangan ke tanah/debu yang suci lalu menyapukanya ke muka kemudian ke kedua telapak tangan sampai pergelangan/siku (ada dua riwayat)

Hmmmh ada beberapa case yang mungkin berguna buat kita:

>>  Q: Apakah wanita yang mimpi basah wajib melakukan mandi wajib?

A: Ya, harus mandi wajib. Karena mani tidak hanya keluar dari pria saja, tapi dari wanita juga keluar mani saat ada rangsangan seksual even dalam mimpi

>> Q: Misal sedang dalam perjalanan dan tidak membawa underwear ganti, bagaimana bersucinya?

A: Bersihkan bagian yang terkena keputihan, percikkan dengan air pada pakaian yang terkena dan lap dengan tissue. Sebaiknya membawa underwear ganti saat bepergian atau memakai pembalut

>> Q: Misal haid ternyata selesai saat masih di kantor, apakah mandi wajibnya boleh ditunda saat nanti pulang kantor?

A: Jika darah haid telah berhenti dengan memeriksa menggunakan kapas, dan jika tidak memungkinkan untuk mandi di kantor, bertayamum bisa digunakan untuk menggantikan mandi wajib saat itu and then bisa sholat kembali.

Subhanallah, Islam is so perfect! Hal2 detail seperti ini sudah ada pedoman aturannya yaa ^^  Islam juga memudahkan dan ngga pake ribet…

That’s all sharing info yang saya dapat siang tadi. Semoga bermanfaat sob.. Good night, selamat berakifitas lagi besok SENIN loh haha ga berasa banget *loh  See you next InsyaAllah 🙂

Author: asa

Green lover ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s