Belajar Tahsin : Hukum “Mad” (Part 1)

Bismillah…  tiba-tiba ingin mereview apa saja yang dipelajari dari tahsin di LTQ Al-Hikmah (Jaksel), agar ilmu yang diperoleh ngga menguap begitu saja dan ngga hanya untuk konsumsi sendiri 🙂 nyoba sharing melalui blog ini semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Bahasan kali ini tentang bacaan “mad” dulu ya, karena ini topik yang menurut saya lebih sulit dibanding topik2 lainnya yang dibahas dalam tahsin. Ini sekaligus metode “mengikat ilmu” karena minggu depan ada UTS  yang salah satu topiknya adalah bacaan  “mad” ^^

Mad itu apa?  Menurut bahasa, mad adalah tambahan. Sementara menurut istilah adalah memanjangkan suara ketika membaca bacaan mad.

Bacaan mad ada tiga:

1. Huruf  “alif ” ( ﺍ ) menjadi huruf mad, apabila huruf alif tidak berharakat dan huruf sebelumnya berbaris fathah.
2. Huruf “ wawu “ ( ﻭ ) menjadi huruf mad, apabila huruf wawu berharakat sukun dan huruf sebelumnya berbaris dammah.
3. Huruf “ ya “ ( ﻱ ) menjadi huruf mad, apabila huruf ya berharakat sukun dan huruf sebelumnya berbaris kasrah.

Secara umum, mad dikelompokkan menjadi 2 yaitu mad asli dan mad far’i. Masing-masing jenis mad tersebut memiliki beberapa macam nama mad. Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut

photoMad Asli adalah mad yang tidak disebabkan karena adanya hamzah atau sukun. Mad ini dibaca sepanjang 2 harakat. Ada 5 macam mad asli:

  1. Mad Thabi’ii  –> mad yang terdiri dari huruf mad yang didahului oleh selain hamzah. Contoh:  قُوْلُوْا 
  2. Mad Badal (bacaan aa, ii, uu) –> huruf mad yang didahului oleh hamzah. Contoh : اِيْمَانٌ
  3. Mad ‘Iwadh –> mad yang terjadi karena berwaqaf (berhenti) pada huruf yang berakhiran fathatain. Contoh: حَكِيْمًا dibaca حَكِيْمَا
  4. Mad Tamkiin (bacaan yii) –> yaitu mad yang terdapat pada ya bertasydid yang bertemu dengan ya mati. Contoh: رَبَّانِيِـّـيْـنَ
  5. Mad Shilah Qashirah (bacaan huu atau hii) –> yaitu ha dhamir yang tidak didahului ataupun diikuti huruf sukun, dan bertemu selain hamzah. Contoh: رَسُوْلُهُ (di Al-Qur’an madinah, mad ini ditandai dengan ha’ dhamir diikuti wawu kecil, tanpa tanda bendera)

Mad Far’i adalah mad yang dipengaruhi oleh hamzah dan sukun. Pengelompokan jenis-jenis mad far’i dibagi menjadi 3, yaitu karena mad bertemu hamzah, mad bertemu sukun murni, dan mad bertemu sukun karena waqaf. Kadar panjang mad far’i beragam, yakni 2,4,5,dan 6 harakat.  Mad far’i ditandai dengan adanya tanda bendera (). Berikut adalah jenis-jenisnya:

  • Mad yang bertemu dengan hamzah (dibaca 4/5 harokat, biasanya 4 harokat), ada 3 macam:
  1. Mad Wajib Muttashil –> mad yang bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Contohnya bisa dilihat pada gambar di bawah.
  2. Mad Jaiz Munfassil –> mad yang bertemu dengan hamzah dalam kata yang terpisah. Contoh bisa dilihat pada gambar berikut.mad wajib muttashil

3. Mad Shilah Thawilah –> ha dhamir yang bertemu dengan hamzah. Contoh: أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ (seharusnya ada tanda bendera di atasnya)

Anyway dilanjut ke part 2 ya sob,,  penulis udah mulai 5 watt nih saking ngantuknya >.<    Insya Allah disambung ke part 2. Good night ^^

Author: asa

Green lover ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s