Start from Now.. I’m not a deadliner!!!

Ya.. judul postingan kali ini merupakan sugesti bagi diri saya pribadi yang merasa bahwa selama ini saya adalah seorang deadliner..

Menjadi seorang deadliner bukanlah hal yang saya sengaja,,, situasi dan kondisilah yang membuat saya seperti ini…

Beberapa hari kemarin, saya dengerin curhatan seorang kawan tentang kelompok tugasnya yang kebanyakan para deadliner, saat itu tentu saja saya sebagai pendengar yang baik,, ikut merasakan bagaimana jika saya berada di posisi kawan saya itu.. Ternyata dalam posisi kawan saya, saya bisa merasakan rasa kesal dan merasa terdzolimi juga akibat kinerja deadliner yang tidak optimal. Dari situlah saya menyadari bahwa deadliner ternyata banyak merugikan orang lain. Berarti selama ini banyak teman sekelompok saya yang merasa terdhzolimi akibat kinerja saya sebagai deadliner..

Mulai detik ini,, saya berazzam untuk tidak lagi menjadi seorang deadliner, manajemen waktu saya yang masih kacau akan saya usahakan menjadi teratur..

I’m sure, I must be able to do it!

Ada kabar bahagia lagi..

Nggak lama setelah senior senasib (sedaerah, satu sekolah, dan satu universitas) menikah 2 minggu yang lalu, saya dapat kabar bahagia lagi dari senior senasib lainnya, mas Yudhis namanya. Dia hendak menikah bulan ini, 12 April tepatnya.. selamat ya 🙂
“Barokallahu lakuma wa baroka ‘alaikuma wa jama’a bainakuma fi khoiir..”

Hoya.. bagi blogger yang sedang blog walking dan terdampar di blog ini yang kebetulan mengenal mas Yudhis(IE-FE UI 2003) dan pengen tau info lebih lengkapnya.. kunjungi aja situs ini    http://ourspecialmoment.multiply.com

al wajibatu aktsaru minal auqot

07.55 teng.. tadi pagi baru berangkat dari kosan. Wah.. yang kebayang waktu itu udah pasti kuliahnya telat dan ada perasaan ga enak juga ke dosen anum, Pak Heru.. ngerasa sering telat aja di kelas anum. Ya sudahlah.. gimana lagi, setidaknya telatnya nggak melebihi 15 menit.. so jalannya kudu cepet-cepet.

Eh.. gak lama jalan, ada motor yang klakson di belakang, spontan noleh.. dan Alhamdulillah… ga disangka-sangka dia Maya 07.. kebetulan banget dia ngajak bareng, Wah.. seneng banget ga jadi telat di kelas anum 🙂

Hmmff.. gak terasa waktu berjalan begitu cepat, minggu ini udah mulai UTS dan tugas2 juga udah mulai numpuk…

Tapi bener lho.. kalo kita hadepinnya tanpa menganggap itu semua beban, rasanya bisa tenang aja.. meski memang sungguh2 sulit, yang penting belajarnya kudu semangat n ngerjain tugas2nya kudu semangat juga (hopefully…) 😉

Kemarin ada ajakan kawan untuk ikutan salah satu kegiatan SALAM UI, namanya kalo ga salah med-c.. semacam media jurnalistik gitu lah,, sepertinya asyik tuh kalo bisa ikutan, thus there is no reason to reject that invitation. Selain dapet ilmu di bidang jurnalistik, saya bisa merasakan nuansa SALAM juga, meski ga ikut secara formalnya.. ya setidaknya bisa sedikit berpartisipasi ya khan?

Hmm.. live your life! Jadikan setiap waktumu penuh manfaat!

Alwajibatu aktsaru minal auqot -Kewajiban lebih banyak dari waktu yang kita punya-

Berita Duka…

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun..

Telah berpulang ke rahmatullah guru BP saya sewaktu masih di bangku SMP dan SMA.. Bu Nanik..

Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi-Nya. Amien…

Beliau sangat berjasa bagi saya.. beliaulah orang yang memiliki andil besar sehingga saya bisa diterima di UI.. jadi teringat masa SMA..

Saya merasakan sungguh besar perhatiannya.. dulu beliau yang ngejar-ngejar saya u ikutan pmdk, selalu diingatkan u segera melengkapi administrasi, ngirim pos pun dibantunya.. trimakasih banyak ya Bu..

Masih banyak lagi yang berkesan darinya.. beliau orang yang sangat optimis kalo saya bisa lolos tes NTU.. untuk apply lewat internet pun beliau mengusahakan agar memakai internet yayasan pemilik sekolah- maklum di desa belum ada warnet-

Yang pasti bukan saya saja yang merasakan banyak perhatian darinya.. rausan bahkan ribuan alumni TDZ pun pasti merasakan bagaimana semangat beliau agar murid2 TDZ semangat belajar dan bisa masuk PTN..

Selamat jalan Bu… Semoga mendapat tempat yang terbaik di sisi-Nya.. Amien..

Is there any wrong with me???

Entahlah… apakah yang saya lakukan salah? Apakah masih ada riya-riya kecil yang menyelubungi amal diri ini???

Mengapa orang di luar sana banyak memandang negatif… seandainya mereka tau apa yang sebenarnya saya hadapi?? Terkadang memang miris hati ini..

Ya sudahlah… ga peduli whatever they said.. kembali tuk luruskan niat… biarlah hanya Allah yang tahu dan saya yakin kelak akan mendapat balasan yang terbaik dari-Nya.
“Sekuntum bunga di atas gunung akan mekar dengan indahnya, tak peduli ada orang yang akan mengagumi kecantikannya atau tidak”.

Jadi ingat firman Allah yang membuat saya seharusnya bangkit dan kembali berazam untuk ikhlas beramal,,

“Barang siapa takut kepada Tuhannya dan mengharap pahala dari-Nya, maka lakukanlah amal baik dengan penuh ikhlas, jangan mempersekutukan seorang pun dalam beribadah (beramal) kepada Tuhannya.” – Q.S, Alkahfi : 110

So,, semangat ya!!! Keep hamasah untuk ikhlas beramal 🙂

“Keistimewaan Wanita Berdasarkan Hadits”

Barusan dapet postingan menarik di milis… Subhanallah.. begitu sempurnanya Islam 🙂
Sangat bersyukur… sebagai seorang muslimah 😉

19 Keistimewaan Wanita Menurut Hadis

1. Doa wanita itu lebih makbul
daripada lelaki kerana sifat penyayang
yang lebih kuat daripada lelaki.
Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW
akan hal tersebut, jawab baginda , “
Ibu lebih penyayang daripada bapa dan
doa orang yang penyayang tidak akan
sia-sia.”

2. Wanita yang solehah (baik) itu
lebih baik daripada 1000 lelaki yang
soleh.

3. Barangsiapa yang menggembirakan
anak perempuannya, darjatnya seumpama
orang yang sentiasa menangis kerana
takutkan Allah .Dan orang yang
takutkan Allah SWT akan diharamkan api
neraka ke atas tubuhnya.

4. Wanita yang tinggal bersama anak-
anaknya akan tinggal bersama aku
(Rasulullah SAW) di dalam syurga.

5. Barangsiapa membawa hadiah (barang
makanan dari pasar ke rumah lalu
diberikan kepada keluarganya) maka
pahalanya seperti melakukan amalan
bersedekah.Hendaklah mendahulukan anak
perempuan daripada anak lelaki. Maka
barangsiapa yang menyukakan anak
perempuan seolah-olah dia memerdekakan
anak
Nabi Ismail.

6. Syurga itu di bawah telapak kaki
ibu.

7. Barangsiapa mempunyai tiga anak
perempuan atau tiga saudara perempuan
atau dua anak perempuan atau dua
saudara perempuan lalu dia bersikap
ihsan dalam pergaulan dengan mereka
dan mendidik mereka dengan penuh rasa
takwa serta sikap bertanggungjawab,
maka baginya adalah syurga.

8. Apabila memanggil akan dirimu dua
orang ibu bapamu, maka jawablah
panggilan ibumu terlebih dahulu.

9. Daripada Aisyah r.a.” Barangsiapa
yang diuji dengan sesuatu daripada
anak-anak perempuannya lalu dia
berbuat baik kepada mereka, maka
mereka akan menjadi penghalang baginya
daripada api neraka.

10. Wanita yang taat berkhidmat kepada
suaminya akan tertutuplah
pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-
pintu syurga. Masuklah dari mana-mana
pun pintu yang dia kehendaki dengan
tidak dihisab.

11. Wanita yang taat pada suaminya,
maka semua ikan-ikan di laut, burung
di udara, malaikat di langit, matahari
dan bulan semua beristighfar baginya
selama mana dia taat kepada suaminya
serta menjaga solat dan puasanya.

12. Aisyah r.a berkata, “Aku bertanya
kepada Rasulullah, siapakah yang lebih
besar haknya terhadap wanita?” Jawab
Rasulullah SAW “Suaminya.” “Siapa pula
berhak terhadap lelaki?” Jawab
Rasulullah SAW, “Ibunya.”

13. Perempuan apabila sembahyang lima
waktu, puasa di bulan Ramadhan,
memelihara kehormatannya serta kepada
suaminya, masuklah dia dari pintu
syurga mana sahaja yang dikehendaki.

14. Tiap perempuan yang menolong
suaminya dalam urusan agama, maka
Allah SWT memasukkan dia ke dalam
syurga terlebih dahulu daripada
suaminya (10,000 tahun).

15. Apabila seseorang perempuan
mengandung janin dalam rahimnya,maka
beristighfarlah para malaikat
untuknya. Allah SWT mencatatkan
baginya setiap hari dengan 1,000
kebajikan dan menghapuskan darinya
1,000 kejahatan.

16. Apabila seseorang perempuan mulai
sakit hendak bersalin, maka Allah SWT
mencatatkan baginya pahala orang yang
berjihad pada jalan Allah.

17. Apabila seseorang perempuan
melahirkan anak, keluarlah dia dari
dosa-dosa seperti keadaan ibunya
melahirkannya.