#2 Resensi “Delapan Mata Air Kecemerlangan”

Malam tadi udah ada putusan final MK terkait pengaduan hasil pilpres 2014, alhamdulillah ngga ada kerusuhan yang terjadi dan pihak Prabowo-Hatta menerima putusan itu dengan baik.  Rada kecewa sebenarnya, tapi ya sudahlah, itu qadarullah.. insyaAllah ada hikmahnya 🙂 Eniweii bener juga mimpi jauh-jauh hari sebelum pemilu, Prabowo masuk mimpi gitu (ada2 aja nih mimpi), dalam mimpi itu si bapak curhat gitu lah ke saya kalo niat tulus dia ngga dianggap sama masyarakat,, sampai-sampai saya nangis dalam mimpi itu dan terbangun >.<, semenjak itu jadi gigih saya harus bisa ikut nyoblos di pemilu presiden 2014 ini dan semangat ngurus form A5 di KPUD Jaksel :)) Semoga tetep berjuang untuk Indonesia ya Pak, meski ngga di pemerintahan.. Amiin dan semoga Indonesia terwujud menjadi lebih hebat seperti apa yang menjadi slogan Jokowi-JK di bawah kepemimpinan mereka, Amin Ya Allah..

Ok, back to topic kali ini, saya akan membahas buku berikut:

Judul Buku:  Delapan Mata Air Kecemerlangan
Penulis:  Anis Matta
Penerbit:  Tarbawi Press (2009, Cetakan Kelima 2014)
Tebal:   259 hlm.

anis matta

Buku ini buku lama,  sudah banyak resensinya dari tahun 2009. Tapi saya coba untuk menulis lagi sekedar untuk mengikat kembali apa yang sudah saya baca ke dalam sebuah tulisan yang sewaktu-waktu bisa saya baca lagi ikhtisarnya melalui blog ini. Jujur, saya membaca buku ini karena mau ngga mau harus saya baca karena udah janji ke teman kalau saya akan membedah buku ini.. selain itu sebagai tantangan pribadi juga membaca buku dari Anis Matta 😀 Dan akhirnya dengan tekad yang kuat, bisa juga saya lahap buku ini semalaman hehe, awalnya membacanya saat sabtu siang pulang dr kegiatan sambil sandaran di dipan.. eh malah ketiduran euyy dari ba’da duhur ampe menjelang maghrib >.< Ini efek ga terbiasa baca buku yang menurut saya cukup berat dan membosankan di awal ahaha jadinya malah tidur pulas banget deh.. tapi karena besoknya saya harus membawakan bedah buku buat temen-temen, mau ngga mau saya harus menyelesaikan membaca buku setebal 200-an halaman ini dalam semalam.. Alhamdulillah bisa, dengan tekad yang kuat 🙂

Awalnya ngga ada niatan untuk membeli buku ini. Gegara liat timeline twitter, ada akun @InspirasiBuku yang menjual buku-buku Salim A. Fillah dengan diskon 20%, dan ada juga dia jual buku Anis Matta. Saya penasaran dengan tulisannya, karena banyak yang bilang buku-buku Anis Matta itu bagus banget.. dan banyak yang bilang juga kalo Anis Matta itu cerdas banget. Jadinyaa, untuk mengobati penasaran, akhirnya saya beli 2 buku Anis Matta, Delapan Mata Air Kecemerlangan dan Serial Cinta. Saya tertarik untuk membaca terlebih dahulu buku yang berjudul “Delapan Mata Air Kecemerlangan ini” Dan setelah membacanya, saya sepakat,, tulisan bung Anis Matta emang top n keren bgt!

Delapan Mata Air Kecemerlangan ini bisa dikatakan sebuah buku falsafah hidup terapan tentang bagaimana menemukan sumber potensi diri untuk membentuk pribadi muslim yang cemerlang dalam kehidupan ini. Menurut Anis Matta, “Jika kita mau membangun kembali manusia-manusia Muslim yang cemerlang yang menjadi salah satu pusat pesona Islam, maka kita harus mempertemukan kembali manusia-manusia Muslim itu dengan mata air kecemerlangan mereka.”  Terdapat 8 sumber mata air kecemerlangan dalam setiap pribadi yang bisa kita temukan. Dalam buku ini, penulis juga memberikan langkah-langkah aplikasi untuk menerapkannya. So, praktis banget sebenarnya buku ini. Cocok banget di kala sobat lagi sendirian di kamar, nyiapin note dan alat tulis, sambil dengerin musik instrument klasik, sambil baca buku ini, dan sambil nulis-nulis langkah aplikasi yang diinstruksikan, banyaknya berupa muhassabah. Berhubung waktu yang terbatas kala itu, saya sekedar baca saja tanpa corat-coret, biar cepet kelar bacanya hehe. Hanya membaca aja, alhamdulillah ada pengaruhnya dan jleb jleb jleb! apalagi kalo sobat sambil nulis ya.. hmmmh sepertinya lbh mengena 🙂

Apa saja delapan sumber mata air kecemerlangan itu? This is it!

1. Konsep Diri

Konsep diri merupakan suatu kesadaran pribadi yang utuh, kuat, jelas, dan mendalam tentang visi dan misi hidup. Adanya konsep diri ini menciptakan perasaan yang terarah dalam menjalani hidup. Konsep diri manusia Muslim adalah kesadaran yang mempertemukan antara kehendak-kehendak Allah dengan kehendak-kehendak manusia, antara model manusia Muslim yang ideal dengan kapasitas dirinya yang nyata dan unik, antara idealisme Islam dengan kemampuan dirinya yang nyata.  Menurut penulis, misi hidup kita itu “given”. Tak perlu lah kita memikirkan apa sebenarnya misi hidup kita. Misi hidup kita adalah beribadah kepada Allah, dalam arti yang seluas-luasnya untuk mendapatkan ridha dan surga-Nya. Allah memberikan kemampuan dasar bagi manusia yaitu fisik, intelektual, dan spiritual.

Konsep diri terbentuk jika ada keseimbangan antara “Aku Diri”, “Aku Sosial”, dan “Aku Ideal”. Seseorang yang “Aku Diri” nya lebih dominan, dia cenderung keras kepala, sombong, cenderung mandiri namun tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, tertutup, dan egois. Seseorang yang “Aku Sosial” nya lebih mendominasi, dia selalu bergantung dengan orang-orang di sekitarnya, ngga mandiri, minder, bisa bekerjasama namun tidak bisa berpengaruh. Sementara orang yang “Aku Ideal” mendominasi, cenderung pemimpi dan tidak realistis, no action talk only, bisa bekerjasama namun tak ada kontribusi yang jelas. Dalam mata air ini, langkah aplikasi untuk menemukannya adalah melalui perenungan.

2. Cahaya Pikiran

“Anda adalah cermin dari pikiran-pikiran Anda sendiri” (Syekh Muhammad Al Ghazali). Kualitas pikiran kita, akan membentuk kualitas kepribadian kita, dan kualitas kepribadian kita, akan membentuk kualitas hidup kita. Adapun langkah dalam memenej pikiran kita dalam buku ini dijelaskan diantaranya dengan mendeteksi lintasan pikiran kita, jadilah manusia berpengetahuan, ketahuilah apa yang harus kita ketahui, dan tingakatkan kemampuan berpikir kita.

3. Kekuatan Tekad

Tekad adalah energi jiwa yang memberikan kekuatan kepada pikiran untuk mengubahnya menjadi tindakan. Kesuksesan seseorang tidak hanya bersumber pada kecerdasan, tetapi ditentukan oleh sifat-sifat jiwanya, yaitu kesabaran, keuletan dan ketekunan. Ketiga sifat jiwa ini adalah buah dari tekad yang kuat. Sumber tekad adalah obsesi dan cinta. Sementara virus yang menyerang tekad adalah marah, banyak bicara, usil, suka disanjung tapi tidak tahan kritik. Langkah aplikasi kita untuk menemukan sumber mata air ini adalah dengan merumuskan obsesi hidup, bekerja dengan motivasi tinggi, jaga ketenangan dan stabilitas emosi, meningkatkan kemampuan konsentrasi, dan pertahankan optimisme dan kegembiraan jiwa.

4. Keluhuran Sifat

Dari mata air keluhuran sifat, semua nilai-nilai kemanusiaan yang mulia menjadi satu-kesatuan dan menampakkan diri menjadi sifat-sifat yang terpuji. Kekuatan pesona keluhuran sifat ini seperti sihir yang akan meanaklukkan akal dan hati orang-orang yang berada di sekitarnya. Terdapat 5 akar keluhuran sifat yang menjadi sumber dari sifat-sifat luhur lainnya. Kelima akar keluhuran sifat ini adalah cinta kebenaran, kesabaran, kasih sayang, kedermawanan, dan keberanian.

5. Manajemen Aset Fundamental

Aset fundamental yang dimiliki manusia adalah kesehatan dan waktu. Kesehatan dan waktu adalah perangkat kehidupan yang terbatas. Akan tetapi, manusia-manusia cemerlang selalu dapat meraih sesuatu secara maksimal dari semua keterbatasan yang melingkupinya. “Setiap manusia mempunya dua wadah yang relatif sama: waktu dan fisik. Tapi setiap orang mengelola keduanya, itulah yang memberikan hasil yang berbeda.” Manajemen kesehatan adalah bagaimana kita mencapai kondisi fisik yang sehat, bugar, kuat, dan lincah. Manajemen waktu dapat dilakukan dengan memaksimalkan keterbatasa, distribusi cita-cita, dan keteraturan (mempertahankan komitmen keteraturan, berusaha menikmati rutinitas, menyusun jadwal kerja).

6. Integrasi Sosial

Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan masyarakat dimana kita berada merupakan ukuran kematangan pribadi seseorang dan lingkugan sosial tersebut harus dipandang sebagai wadah bagi kita untuk menyebar kebaikan. Adapun virus sosial diantaranya angkuh, dendam, narsis, kasar, kikir, penakut, dan minder.

7. Kontribusi

Kehadiran sosial kita tidak terhenti pada tahap partisipasi, tetapi harus ada tindakan nyata, ada karya besar yang harus kita kontribusikan pada masyarakat, yakni kontribusi pada wilayah pemikiran, profesionalisme, kepemimpinan, finansial, dll.

8. Konsistensi

Bagian yang paling menentukan dalam kehidupan seseorang adalah akhir hidupnya. Untuk bertahan di puncak obsesi pada kesempurnaan pribadi, dapat kita lakukan dengan keistiqomahan dalam melakukan perbaikan yang berkesinambungan, melakukan pertumbuhan tanpa batas akhir, mempertahankan semangat kerja dengan menghadirkan kerinduan pada surga dan kecemasan pada neraka, serta berdoa pada Allah untuk mendapatkan husnul khotimah.

8 mata air Gambar diambil dari sini

Itulah delapan mata air kecemerlangan yang ada dalam setiap diri kita. Mari menemukannya untuk menjadi agen muslim yang baik, agen rahmatan lil ‘alamiin. Amiin 🙂

Generasi Akhirat

Pernah dengar “Bingkai Kehidupan” Shoutul Harokah? Ini nasyid udah lama banget.. Begitu melihat videonya di youtube, subhanallah merinding! settingnya mengambil gambar perjuangan rakyat Gaza Palestina.. Ada inspirasi yang didapat dan semangat  yang insyaAllah  bisa kita peroleh 🙂

Mengarungi samudera kehidupan
kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan
Tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah
Kan menjadi Saksi pengorbanan

Reff : Allahu Ghoyyatuna
Ar Rosul Qudwatuna
Al Qur’an Dusturuna
Al Jihadu Sabiiluna
Al Mautu Fii Sabilillah asma amanina

Allah adalah tujuan kami
Rosulullah Tauladan Kami
Al Qur’an pedoman hidup kami
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah adalah cita – cita kami tertinggi

 

Mantap ya makna liriknya dalem banget… Jadi teringat ada hadits ini:

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku lalu bersabda, “Jadilah engkau hidup di dunia seperti orang asing atau musafir (orang yang bepergian).” Lalu Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu menyatakan, “Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu hingga pagi hari. Dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Bukhariy no.6416)

Subhanallah, betapa berharganya waktu bagi umat Muslim 😥 Dari hadits itu, Rasulullah mengajarkan umat manusia bahwa hiduplah di dunia ini bagai seorang musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan, manfaatkan waktu kita sebaik mungkin, jangan menunda-nunda , dan  janganlah lalai akan nikmat sehat dan waktu yang kita miliki. Karena kita di dunia ini adalah orang asing yang sedang dalam perjalanan menuju kampung Akhirat.

Di suatu pagi,  Rasulullah menemui Muadz  bin Jabal ra dan bertanya ”Bagaimana keadaanmu di pagi ini?” Muadz menjawab ”Di pagi ini aku benar-benar beriman ya Rasulullah.” Rasulullah bertanya, ”Apa buktinya” Muadz menjawab, ” Di setiap pagi aku merasa tidak akan hidup sampai sore hari. Dan di setiap sore aku merasa tidak akan hidup sampai pagi hari.  Setiap aku melangkah satu kaki, aku tidak merasa tidak bisa melangkahkan kaki satunya. Aku seperti melihat umat demi umat dipanggil dengan melihat catatan amalnya. Aku seperti melihat penduduk surga sedang menikmati yang tersedia di surga dan penduduk neraka sedang merasakan siksa”  Rasulullah bersabda,”Kamu mengetahuinya, maka pegang teguhlah, jangan dilepaskan”.

Astaghfirullah, sudahkah kita memikirkan bagaimana keadaan kita di akhirat nanti? 😦

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata, “Dunia berjalan meninggalkan manusia sedangkan akhirat berjalan menjemput manusia, dan masing-masing memiliki generasi. Maka jadilah kalian generasi akhirat dan janganlah kalian menjadi generasi dunia. Karena hari ini (di dunia) yang ada hanyalah amal dan belum dihisab sedangkan besok (di akhirat) yang ada adalah hisab dan tidak ada lagi amal.”
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat garis-garis lalu bersabda, “Ini adalah manusia, ini angan-angannya dan ini adalah ajalnya. Maka tatkala manusia berjalan menuju angan-angannya tiba-tiba sampailah dia ke garis yang lebih dekat dengannya (daripada angan-angannya).” Yakni ajalnya yang melingkupinya. (HR. Al-Bukhariy no.6418)

Menohok sangat, betapa sebentarnya kehidupan di dunia ini. Bismillah, hayuk  bangkit menjadi lebih baik dan lebih semangat!!  Kejarlah akhiratmu, InsyaAllah dunia mengikutimu. Mari berusaha menjadi generasi akhirat, semoga kelak kita bisa berjumpa dengan Allah, Nabi Muhammad, para rasul, nabi-nabi, sahabat-sahabat, shahabiyah, serta  orang-orang yang kita cintai  di Surga-Nya amiinn…

 

“Ketahuilah olehmu semua, bahwasanya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda-gurau, perhiasan dan bermegah-megah antara sesamamu, berlomba banyak kekayaan dan anak-anak. Perumpamaannya adalah seperti hujan yang mengherankan orang-orang kafir -yang menjadi petani- melihat tumbuh tanamannya, kemudian menjadi kering lalu engkau lihat menjadi kuning warnanya, kemudian menjadi hancur binasa. Dan di akhirat siksa yang amat sangat untuk mereka itu -yang berbuat kesalahan, juga pengampunan dari Allah serta keridhaan -bagi orang-orang yang berbuat kebaikan- dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan hanyalah kesenangan tipuan belaka.” (QS Al-Hadid: 20)

 

 

 

 

 

 

Ingin Perbaiki Bacaan Al-Quran? Belajar Tahsin Yuk ^^

Menjelang bulan Ramadhan, saya ingin sekali untuk sharing tentang belajar tahsin tilawah di LTQ Al-Hikmah, Mampang, Jaksel 🙂 Siapa tau pembaca menjadi tertarik dan semangat untuk belajar tahsin tilawah.  Amiin ^^  (*tahsin tilawah:  memperbaiki bacaan Al-Qur’an) Hmmhh, kapan Anda terakhir belajar tahsin tilawah?  Sebelum ikut tahsin di Al-Hikmah, saya  terakhir belajar tahsin saat itu di kelas 6 SD, di TQA Masjid Ar-Rahmah, Leces. Semenjak itu saya ngga pernah lagi belajar baca Al-Quran dengan gurunya langsung. Selama itu saya membaca sendiri dan yakin sekali cara membaca huruf demi huruf, ayat demi ayat yang saya baca sudah benar.   Sampai suatu ketika Alhamdulillah mendapat hidayah untuk belajar lagi tahsin tilawah mulai bulan februari kemarin. Sebenernya sudah ada ajakan untuk ikut belajar tahsin tahun lalu, tapi Astaghfirullah saya ngga begitu berminat karena pikiran saya waktu itu yakin sekali kalau bacaan saya sudah benar, jadi buat apa lagi belajar tahsin ><. Waktu terus berjalan, suatu ketika ada seorang Bapak di kantor yang bercerita kalau beliau sedang mengikuti belajar tahsin di LTQ yang dekat dengan tempat kediamannya. Bapak itu banyak bercerita, seru nampaknya mendengar ceritanya. Bapak itu bercerita juga kalo selama belajar tahsin, ternyata apa yang dia yakini benar bacaannya ketika baca Al-Quran sendirian, ternyata pada salah semua ketika ada guru yang membimbing (talaqqi). Statement itu jleb banget bagi saya. Dalam hati sempat terbersit, wah jangan-jangan kalau saya juga ikut talaqqi, bacaan saya juga banyak salah 😦 Semenjak itu saya mulai googling tentang LTQ yang ada di Jakarta. Ternyata LTQ itu kepanjangannya bukan Lembaga Tahsin Quran tapi Lembaga Tahfidz Quran. Dari situ saya mulai tertarik karena ada program tahfidznya jadi bisa membantu juga untuk membayar nazar saya beberapa tahun lalu, hapal juz Amma. Akhirnya, pilihan saya jatuh di LTQ Al-Hikmah Mampang. LTQ ini ada website lengkapnya di sini. Kenapa di sana? Karena lokasinya ngga jauh dari tempat kos sekarang :)) Finally, ketika pendaftaran baru telah dibuka, saya niat banget untuk mendaftar online waktu itu. Pada saat pembukaan perdana,  saya betul-betul semangat meski sendirian menuju alamat yang sebelumnya ngga pernah ke sana. Alhamdulillah ngga nyasar, meski letak masjidnya ternyata di tengah permukiman warga yang ngga dilalui kendaraan umum. Di LTQ ini, ada 4 level kelas, ada BBQ, Tahsin (1&2), Takhosshush, dan Tahfidz. Untuk penjelasan detail setiap program, baca di website tadi ya sob 🙂 Di pertemuan perdana tadi semua santri dikumpulin di lantai 2 masjid, baik akhwat maupun ikhwan untuk dilakukan pembukaan secara resmi oleh Ketua LTQ dan pengurusnya. Untuk menentukan masuk ke kelas mana, setiap peserta di test dulu. Test baca Al-Quran. Hasil test masuk di kelas mana bisa dilihat di website kalau ngga salah seminggu setelah test tsb. Taraaa, sebenernya ngarep bisa masuk kelas Takhosshussh karena disana ada program tahfidz Juz Amma hehe, ternyata eh ternyata saya masuk di kelas Tahsin 1. Ahaa, its mean that bacaan saya masih banyak yang harus diperbaiki lagi euy >< Alhamdulillah, saya masuk Tahsin 1 dengan jam belajar setiap hari Sabtu dari jam 08.30 sampai jam 10.30, tapi biasanya belajr dimulai jam 09.00 hihihi. Hoya untuk belajarnya, kita membentuk kelompok-kelompok kelas dimana setiap kelas ada gurunya. Untuk kelompok-kelompok ikhwan ada di lantai 2. Kelompok2  akhwat ada di lantai 3. Alhamdulillah guru/ustadzah saya enak cara ngajarnya, selain belajar tahsin, kadang ada tausiyah juga yang membuat ruhaniyah diri makin meningkat.  Oleh karenanya, hari Sabtu adalah hari yang paling ditunggu2. Jujur saja, saya seneng banget belajar tahsin di sana, ya bisa dibilang  seperti orang ketagihan mungkin. Kalau ngga salah selama  semester kemarin, saya ngga masuk  hanya 1x karena pulkam buat menghadiri wisuda Adik 🙂 Selebihnya, masuk terus 😛  ya kadang emang ada godaan males dateng, tapi Alhamdulillah bisa dihempas itu godaan-godaan. Di hari perdana kelas, kita belajar apa sih motivasi untuk mempelajari Al-Quran. Ada banyak hadits ternyata yang bisa membuat kita termotivasi untuk selalu berinteraksi dengan Al-Quran, menjadi shohibul Qur’an, dan selalu mempelajari Al-Qur’an. Beberapa hadits tsb. diantaranya:

“Sesungguhnya diantara manusia terdapt keluarga Allah. (Para sahabat bertanya), “Siapakah mereka, ya Rasul?” Rasul menjawab, “Mereka adalah Ahlul Qur’an; mereka keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya.” (HR. Ahmad) “Bacalah Al-Quran, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat menjadi pemberi syafa’at bagi orang-orang yang bersahabat dengannya.” (HR. Bukhari) “Barangsiapa yang belajar Al-Qur’an dan mengamalkannya, akan diberikan kepada orang tuanya pada hari kiamat mahkota yang cahanya lebih indah dari cahaya matahari. Kedua orang tua itu akan berkata, “mengapa kami diberi ini?”. Maka dijawab, “Karena anakmu yang telah mempelajari Al-Qur’an.” (Abu Dawud, Ahmad, dan Hakim)

MasyaAllah, indah banget yaa kalo kita menjadi sahabat Al-Qur’an. Masih banyak hadits-hadits sahih lain yang isinya tentang manfaat kita menjadi sahabat Al-Qur’an. Monggo dicari biar makin cinta dengan salah satu mukjizat Nabi Muhammad ini ^^ Di kelas (kelompok sekitar belasan siswa dengan 1 guru)  kita belajar tajwid (makhroj huruf, dengung, mad, bacaan gharib), ilmu-ilmu terkait Al-Quran, dan kami ada juga ujiannya loh, ada UTS maupun UAS. Alhamdulillah minggu lalu baru saja menyelesaikan UAS lisan dan tulis.  Kelas semester baru  selanjutnya akan dimulai sepertinya bulan Agustus nanti. Tinggal menunggu hasilnya, insyaAllah tetep melanjutkan yaa semoga semangat ini tetap bertahan hingga kelas Tahfidz amiin Ya Allah. Semangat mempelajari Al-Quran hingga akhir khayat Amiinn.   Bagi saya, recommended banget belajar di LTQ Al-Hikmah ini. InsyaAllah bermanfaat dunia akhirat. Anyway, ada salah satu ustadz pengajar yang sudah hafidz sejak usia 15 tahun. Dan beliau pernah menjadi 5 besar MTQ Internasional di Mekkah, subhanallah. Namanya ust. Muzammil. Beliau pengarang buku-buku pedoman yang kita pakai dalam belajar. Hoya mushaf yang kita pakai dalam belajar di sini adalah mushaf Madinah. Terus terang dulu sempat ngga ngeh dengan tulisan aplikasi Al-Quran di hp, kok tulisannya beda ama Al-Qur’an yang biasa kita baca.. ternyataa itu mushaf Madinah toh, setelah belajar saya jadi tau dan ngga bingung lagi membaca mushaf Madinah 🙂 Hayo sob, ikutan belajar tahsin tilawah… menyenangkan insyaAllah! 🙂 Btw, iseng searching di youtube, ternyata ini ada video salah satu pengurus dan pengajar di LTQ Al-Hikmah, Ust. Ahmad Muzzammil, MF Al Hafizh ttg tahsin tilawah. Yaa selama semester Tahsin 1 kemaren bisa dikatakan materi tajwidnya semua ada dalam video itu. Bagus videonya ada talaqqi nya juga loh, monggo diliat ^^

OK, sekian sharing dari saya. Semoga bermanfaat dan met puasa ya sob ^^

Imanlah yang Membuat Kita Mampu… (Part 2)

Haii sobat blogger, di malam terang  purnama yang indah ini saya ingin melanjutkan tulisan Part 1 yang lalu..  Kalau Part 1  saya membahas ttg “sabar”, di Part 2 ini saya membahas tentang pasangan serasinya, siapakah dia?? Hayo, mau tau apa mau tau bangeett??  hehe yaa dia adalah “syukur” 🙂

Ada kalanya ketika pikiran sedang kalut, ketika terjadi peristiwa yang tak mengenakkan hati,  kesedihan yang datang tak kunjung pergi,  ketika merasa musibah tiba bertubi-tubi (lebay mode on :P), ketika kecewa akan sesuatu yang terjadi, terbersit pikiran mengapa hidup ini tidak adil? Apakah Allah ngga sayang? Mengapa  Allah tidak adil?? Astaghfirullahh.. buang  jauh-jauh pikiran negatif macam itu. Allah Maha Adil, no doubt about it!  Manage pikiran kita untuk selalu berpikiran positif, salah satunya dengan cara mensyukuri apa yang kita miliki saat ini. Kita sebagai manusia memang seringkali egois, dikala keinginan kita belum terpenuhi, sementara melihat yang lainnya memiliki apa yang kita ingini, saat kekecewaan atas apa yang luput sedang meradang,  terbersitlah pikiran kenapa hidup ini tak adil? Helllooow,  kamu saat ini masih bisa bernapas, masih bisa makan dengan lahapnya, masih bisa tertawa, masih bisa menangis, masih bisa beribadah, dan masih bisa melakukan apapun. Banyak orang di luar sana yang untuk makan saja masih susah, makan apa nanti sore aja ngga tau bisa makan apa ngga karena ngga ada uang,  bahkan mengorek-orek tong sampah untuk mencari makanan sisa untuk dimakan 😦 banyak di luar sana yang terbaring di rumah sakit, untuk bernapas saja memerlukan alat bantuan. Tak sadarkah kita?  Hal-hal kecil itu  merupakan nikmat yang luar biasa sob, Alhamdulillah kita masih bisa menghirup udara pagi yang segar, masih bisa bercanda tawa dengan keluarga dan sahabat, masih bisa beribadah tuk mengumppulkan bekal di akhirat nanti,  dan masih banyak nikmat-nikmat lainnya… Coba luangkan waktu untuk merenungi itu, banyak sekali nikmat-nikmat yang Allah berikan pada kita. Kalaupun saat ini mungkin sedang mendapatkan cobaan, tetaplah bersabar, dan  ingatlah untuk selalu bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan, dalam kondisi bagaimanapun.. Bisa jadi cobaan itu menjadi sesuatu yang disyukuri karena insyaAllah ada hikmah dibaliknya.. cobalah buka mata hati kita dan katakan Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah 🙂

syukurr

Cobalah kita renungi dan resapi firman-firman Allah tentang perintah bersyukur. Terdapat banyak sekali ayat-ayat dalam Al-Quran yang membahas tentang syukur, beberapa diantaranya adalah sbg berikut.

Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. (QS. 4:147)

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS. 3:145)

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku.(QS. 2:152)

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. 31:14)

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)

Bersyukur sudah jelas-jelas adalah perintah dari Allah. Allah tidak pernah mengingkati janjinya, janji Allah akan memberikan balasan bagi orang-orang yang bersyukur. Allah mboten sare sob! Allah Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mengetahui, dan Allah selalu bersama kita 🙂

Ada salah satu hadits Rasulullah Muhammad saw ttg bersukur yang bagus untuk dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan:

“Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan.” (HR. Tirmidzi)

Subhanallah, indahnya bersyukur… So, let’s say ALHAMDULILLAH ^^

 

syukur

 

ps: *Referensi kumpulan dalil-dalil naqli ttg bersyukur yang lebih lengkap ada di sini dan referensi gambar diambil dari sini

 

Mereka adalah Pewaris Surga…

Kala itu lagi dengerin radio dan kebetulan si pembawa acara  lagi muterin lagunya Opick. Lama-lama enak juga didengerin dan ternyata liriknya dalem banget yaa, judulnya “Pewaris Surga”. Ini liriknya:

Mereka adalah pewaris surga || Manusia yang disayangi Allah || Alangkah indah bila hati mengenangnya tanda-tanda ada tujuh di hidupnya ||
Yang pertama orang yang beriman kepada Allah, iman di hati mulut dan langkahnya || Y ang kedua orang yang menjauh dari segala perkara-perkara yang tiada guna  || Yang ketiga orang yang menunaikan zakatnya  || Yang keempat yang menjaga kemaluannya || Yang kelima orang yang memelihara amanat ||  Yang keenam orang yang penuhi janjinya  || Yang ketujuh orang-orang yang selalu menjaga waktu dan khusyu setiap sholatnya
Mereka adalah orang yang dirindu surga, surga firdauslah tempat kembali mereka

 

Dan ternyata, ciri-ciri itu diambil dari kalam Allah, QS Al-Mu’minuun: 1 – 11 sob, mashaAllah indah banget… Maknanya sbb.

  1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
  2. (yaitu) orang-orang yang khusyu´ dalam sembahyangnya,
  3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
  4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,
  5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
  6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
  7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
  8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
  9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.
  10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
  11. (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Subhanallah ^^ Harus terus semangat tuk bisa dan istiqomah mengamalkan. Semoga kita kelak termasuk golongan pewaris Surga Firdaus… Amiin Ya Robbal ‘Alamiin

 

Optimis?!! Harus Dongg…

Alhamdulillah, bisa mengisi blog lagi. Alhamdulillah It’s Friday! Pagi ini tiba2 ingin menulis sebuah motivasi untuk reminder pribadi dan semoga bisa membuat sobat termotivasi juga 🙂

Diantara kita rasanya pernah merasakan suatu ujian, beban, kesulitan, kesedihan, dan hal-hal serupa lainnya. Alhasil, stress pun melanda diri. Sebagai orang beriman, stress yang kita alami ngga sepatutnya terjadi. Karena Islam mengajarkan manusia untuk selalu optimis dan jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya.  Kala kita mengalami kesulitan, hampir berputus asa, sedih, gelisah, galau, stress, dan perasaan tak karuan lainnya,  ingat saja kalam Allah dalam Al-Quran bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Tak tanggung-tanggung kalimat ini terulang beberapa kali dalam Al-Quran, cobalah kita lihat, baca, kemudian resapi makna ayat-ayat pada surat berikut sob 🙂

  • QS Al-Baqarah: 233 >> “Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya
  • QS Al-An’am: 152 >> “Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya”
  • QS Al-A’raf: 42 >> “dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya
  • QS Al-Mu’minun: 62 >> “Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya
  • QS At-Talaq: 7 >> “Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan

So, optimislah sob, insha Allah ada jalan keluar. Kita pasti bisa! Allah Maha Tahu kadar setiap makhluk ciptaan-Nya. Yuk kita angkat bahu kita, kita harus optimis, semangat, dan selalu berpikir positif. Kita punya senjata doa, kita punya Allah yang Maha Melihat dan Mendengar doa hamba-hambaNya. Hujamkan dalam hati: “Hasbunallah wa ni’mal wakiil” (“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”) [QS Ali ‘Imran: 173].  Apapun yang kita alami dan yang kelak terjadi adalah Qadarullah, semua sudah tertulis di Lauh Mahfudz. Selalu ada hikmah di setiap kejadian yang terjadi pada diri kita. Dan apapun yang terjadi, inshaAllah itulah yang terbaik menurut Allah untuk kita. Ingatlah di akhirat nanti Allah balas semua amal yang kita lakukan di dunia dengan seadil-adilnya. Teruslah berpikir positif dan melakukan hal-hal postitif, jalan keluar itu ada, so semangat berusaha, bersabar, dan berdoa ^^

           “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS At-Talaq: 2)

 images

 -Asa-

 

Yuk Belajar Mengenal Indahnya Sholat! :)

Mungkin ini postingan terpanjang dalam blog ini karena banyak kutipan dan gambar, semoga sobat tetep berminat untuk membacanya ya 🙂

Sesuai judulnya, tulisan ini sengaja penulis buat sebagai sarana untuk mengenal lebih jauh tentang sholat. Salah satu rukun Islam yang satu ini jujur saja terkadang saya remehkan hanya sekedar untuk memenuhi kewajiban kita sebagai muslim, astaghfirullah. Pernahkah kita ketika disibukkan dengan urusan duniawi, hati lalai kita menganggap sholat adalah hal mengganggu, memakan waktu, oleh karenanya kita sering menunda-nunda melaksanakannya dan akhirnya terlalaikan, na’udzubillah, ampuni kami Ya Rabb…

Sholat itu adalah amalan pertama yang dihisab oleh Allah di hari Kiamat kelak, sebagaimana hadits yang berbunyi:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.”  [HR. Abu Daud. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Masyobih no. 1330 [ed] ]

Sholat juga merupakan pembeda seorang mukmin dan seorang kafir:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya batasan antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah shalat. Barangsiapa meninggalkan shalat, maka ia kafir”  [HR Muslim no. 978]

MasyaAllah,, jangan sekali-kali kita lalaikan sholat wajib kita lagi yaa… Amiinn

Btw, masih ingatkah kita asal mula perintah sholat??  Yapp, dari peristiwa Isra’ Mi’raj yang dialami suri tauladan kita, Nabi Muhammad saw. Flashback ke jaman SD dulu, guru agama di sekolah pernah bercerita tentang kisah Isra’ Mi’raj yang diambil dari sebuah hadits dalam Kitab Shahih Bukhari yang maknanya demikian:

” Telah bercerita kepada kami Hudbah bin Khalid telah bercerita kepada kami Hammam dari Qatadah. Dan diriwayatkan pula, Khalifah berkata kepadaku, telah bercerita kepada kami Yazid bin Zurai’ telah bercerita kepada kami Sa’id dan Hisyam keduanya berkata telah bercerita kepada kami Qatadah telah bercerita kepada kami Anas bin Malik dari Malik bin Sha’sha’ah radliallahu ‘anhuma berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku berada di sisi Baitullah antara tidur dan sadar”. Lalu Beliau menyebutkan, yaitu: “Ada seorang laki-laki diantara dua laki-laki yang datang kepadaku membawa baskom terbuat dari emas yang dipenuhi dengan hikmah dan  iman lalu orang itu membelah badanku dari atas dada hingga bawah perut, lalu dia mencuci perutku dengan air zamzam kemudian mengisinya dengan hikmah dan iman. Kemudian aku diberi seekor hewan tunggangan putih yang lebih kecil dari pada baghal namun lebih besar dibanding keledai bernama al-Buraq. Maka aku berangkat bersama Jibril Alaihissalam, hingga sampai di langit dunia. Lalu ditanyakan; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”. Maka dikatakan; “Selamat datang, sebaik-baik orang yang datang telah tiba”. Kemudian aku menemui Adam Alaihissalam dan memberi salam kepadanya lalu dia berkata; “(Ucapan) selamat datang bagimu dari anak keturunan dan nabi”. Kemudian kami naik ke langait kedua lalu ditanyakan; “Siapakah ini”. Jibril menjkawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”. Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baiknya kedatangan orang yang datang”. Lalu aku menemui ‘Isa dan Yahya Alaihissalam lalu keduanya berkata; “Selamat datang bagimu dari saudara dan nabi”. Kemudian kami naik ke langit ketiga lalu ditanyakan; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”. Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baiknya kedatangan orang yang datang”. Lalu aku menemui Yusuf Aalihissalam dan memberi salam kepadanya lalu dia berkata; “Selamat datang bagimu dari saudara dan nabi”. Kemudian kami naik ke langit keempat lalu ditanyakan; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”. Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang”. Lalu aku menemui Idris Alaihissalam dan memberi salam kepadanya lalu dia berkata; “Selamat datang bagimu dari saudara dan nabi”. Kemudian kami naik ke langit kelima lalu ditanyakan; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”. Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baiknya kedatangan orang yang datang”. Lalu aku menemui Harun Alaihissalam dan memberi salam kepadanya lalu dia berkata; “Selamat datang bagimu dari saudara dan nabi”. Kemudian kami naik ke langit keenam lalu ditanyakan; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”. Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baiknya kedatangan orang yang datang”. Kemudian aku menemui Musa ‘alaihissalam dan memberi salam kepadanya lalu dia berkata; “Selamat datang bagimu dari saudara dan nabi”. Ketika aku sudah selesai, tiba-tiba dia menangis. Lalu ditanyakan; “Mengapa kamu menangis?”. Musa menjawab; “Ya Rabb, anak ini yang diutus setelah aku, ummatnya akan masuk surga dengan kedudukan lebih utama dibanding siapa yang masuk surga dari ummatku”. Kemudian kami naik ke langit ketujuh lalu ditanyakan; “Siapakah ini”. Jibril menjawab; “Jibril”. Ditanyakan lagi; “Siapa orang yang bersamamu?”. Jibril menjawab; “Muhammad”. Ditanyakan lagi; “Apakah dia telah diutus?”. Jibril menjawab; “Ya”. Maka dikatakan; “Selamat datang baginya dan ini sebaik-baiknya kedatangan orang yang datang”. Kemudian aku menemui Ibrahim ‘alaihissalam dan memberi salam kepadanya lalu dia berkata; “Selamat datang bagimu dari saudara dan nabi”. Kemudian aku ditampakkan al-Baitul Ma’mur. Aku bertanya kepada Jibril, lalu dia menjawab; “Ini adalah al-Baitul Mamur, setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat mendirikan sholat disana. Jika mereka keluar (untuk pergi shalat) tidak ada satupun dari mereka yang kembali”. Kemudian diperlihatkan kepadaku Sidratul Muntaha yang ternyata bentuknya seperti kubah dengan daun jendelanya laksana telinga-telinga gajah. Di dasarnya ada empat sungai yag berada di dalam (disebut Bathinan) dan di luar (Zhahiran) “. Aku bertanya kepada Jibril, maka dia menjawab; “Adapun Bathinan berada di surga sedangkan Zhahiran adalah an-Nail dan al-Furat (dua nama sungai di surga) “. Kemudian diwajibkan atasku shalat lima puluh kali. Aku menerimana hingga datang Musa ‘alaihissalam menemuiku dan bertanya; “Apa yang telah kamu lakukan?”. Aku jawab: “Aku diwajibkan shalat lima puluh kali”. Musa berkata; “Akulah orang yang lebih tahu tentang manusia daripada kamu. Aku sudah berusaha menangani Bani Isra’il dengan sungguh-sungguh. Dan ummatmu tidak akan sanggup melaksanakan kewajiban shalat itu. Maka itu kembalilah kamu kepada Rabbmu dan mintalah (keringanan) “. Maka aku meminta keringanan lalu Allah memberiku empat puluh kali shalat lalu (aku menerimanya dan Musa kembali menasehati aku agar meminta keringanan lagi), kemudian kejadian berulang seperti itu (nasehat Musa) hingga dijadikan tiga puluh kali lalu kejadian berulang seperti itu lagi hingga dijadikan dua puluh kali kemudian kejadian berulang lagi hingga menjadi sepuluh lalu aku menemui Musa dan dia kembali berkata seperti tadi hingga dijadikan lima waktu lalu kembali aku menemui Musa dan dia bertanya; “Apa yang kamu dapatkan?”. Aku jawab; “Telah ditetapkan lima waktu”. Dia berkata seperti tadi lagi. Aku katakan; “Aku telah menerimanya dengan baik”. Tiba-tiba ada suara yang berseru: “Sungguh AKu telah putuskan kewajiban dariku ini dan Aku telah ringankan buat hamba-hamba-Ku dan aku akan balas setiap satu kebaikan (shalat) dengan sepuluh balasan (pahala) “. Dan berkata Hammam dari Qatadah dari Al Hasan dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Tentang al-Baitul Ma’mur”.

MasyaAllah baca kisah Isra’ Mi’raj ini bikin menangis sob. Perintah sholat wajib 5 waktu ini sudah jauh sangat ringan dibanding perintah awal yang 50 waktu, tapi kita masih bisa lalai 😥

OK, harus smangat! menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari, menjadi seorang agen muslim yang baik (minjem istilahnya Mba Hanum) salah satunya dengan memperbaiki sholat kita ^^. Mungkin dari kita masih sedikit yang memahami makna bacaan sholat, termasuk saya pribadi, soo di postingan ini saya ambil beberapa gambar yang isinya bacaan sholat dan juga maknanya(gambar diambil dari hasil googling). InsyaAllah kalau kita pelajari dan pahami dan juga kita resapi maknanya di kala kita sedang sholat, rasanya insyaAllah indah dan nikmat banget sholat itu,, moment dimana kita berdialog dengan Pemilik Alam Semesta, Allah SWT.

tata-cara-shalat-1

tata-cara-shalat-2

tata-cara-shalat-3

Kalau saya biasanya membaca doa iftitah yang versi berikut:

doa iftitah

04

05

06

Biasanya saat ruku’ saya membaca yang versi ini:

ruku

07

Doa i’tidal yang biasa saya baca versi berikut:

i'tidal

 

08

09

10

11

Bacaan duduk antara dua sujud yang lebih lengkap:

duduk antara 2 sujud

12

13

14

Bacaan tasyahud awal versi yang biasa saya baca:

tasyahud awal

Bacaan tasyahud akhir versi yang biasa saya baca:

tasyahud akhir

15

16

Point 16 di atas saya baru tau ada doa tambahan tsb. Kembali ke keyakinan masing2 aja ya sob 🙂

17

18

 

MasyaAllah indah betul maknanya, belum ada kata terlambat untuk kita belajar memahami makna bacaan sholat dan meresapinya ketika kita melaksanakan sholat, semoga sholat kita bisa  khusyu’ dan diterima Allah.. Amiin Ya Rabbal ‘Alamiin. Semoga bermanfaat 🙂