“Perbanyaklah Mengingat Penghancur Berbagai Kelezatan…”

Judul  postingan ini merupakan penggalan dari kutipan sebuah hadits Rasulullah saw…

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

“Perbanyaklah mengingat penghancur berbagai kelezatan, yaitu kematian.”  (HR Tirmidzi, Nasaa’I dan Ibnu Majah)

Baru saja membaca sebuah tulisan tentang kisah syahid seorang pemuda pemudi Malaysia yang meninggal belom lama ini (link kisah mujahid tsb),  insyaAllah syahid mereka, amiinn Ya Allah… Sungguh kisah yang sangat mengharukan dan membuat diri ini teringat akan hidup di dunia yang hanya sementara dan sekejap saja,, kita semua nantinya akan kembali ke kampung halaman kita, akhirat, disanalah kehidupan yang abadi dan kekal selama-lamanya.. Bahagia tidaknya kita di kehidupan abadi itu tergantung pada cukupkah bekal yang kita bawa? Apakah bekal amal kebaikan yang kita lakukan di dunia fana ini mampu membuat  timbangan amal kebaikan kita lebih berat daripada perbuatan tercela kita? Apakah bekal itu bisa membuat kita menerima buku  catatan amal dari arah depan dan diberikan Allah pada tangan kanan kita?  Apakah kelak di Padang Mahsyar Allah mengzinkan kita memperoleh syafaat dari Nabi Muhammad saw? Dan apakah amal yang bisa kita banggakan kepada Allah kelak ketika Yaumul Hisab kita ditanya amal apa yang kita punya sehingga kita pantas memasuki Surga-Nya?

Kalau membayangkan hari perhitungan (yaumul hisab) itu, rasanyaa hidup di dunia ini cuma sebentaar saja.. Selama masih diberi kesempatan hidup di dunia ini, kita harus bisa benar-benar memanfaatkannya untuk mengumpulkan bekal yang cukup untuk kehidupan abadi di akhirat nanti.

Bagaimanakah menumbuhkan semangat fastabiqul khairat ini? Salah satunya adalah dengan mengingat kematian.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS Aali Imraan: 185)

Rasulullah saw bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Orang yang cerdas ialah orang yang mengendalikan dirinya dan bekerja untuk kehidupan setelah kematian.” (HR Tirmidzi)

Ya, kita harus jadi orang yang cerdas. Orang yang sering mengingat kematian. Saat kelak ajal menjemput, sudah tidak bisa lagi kita melakukan berbagai ibadah untuk menambah perbekalan kita untuk kehidupan akhirat, semuanya sudah terhenti dan tak ada guna penyesalan manusia nanti, namun ada 3 perkara yang meskipun kita tiada, insyaAllah pahalanya tak berhenti mengalir ke kita. Tiga perkara itu juga yang harus kita upayakan agar kelak beruntung dunia dan akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

عَنْ أبِى هُرَيْرَة (ر) أنَّ رَسُول الله .صَ. قَالَ: إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ:

صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ (رواه ابو داود)

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Yap, semagat fastabiqul khairat sob! InsyaAllah kita bisaa ^^

430065_415337045146975_100000120490445_1783412_1707427979_n

The Secret of Ikhlas

Menulis merupakan salah satu mood booster buat saya..
Mumpung lagi ngantuk banget pagi2 jam kerja gini, ga ada salahnya dibuat nulis dulu biar melek lagi dan bisa fresh lanjut ngerjan kerjaan lagi :))
Hmmh nulis apa yaa? singkat2 aja tapinya *nyari ide
Sharing singkat aja yaa,, baru saja denger radio,, nasihat singkat tapi dalem.

Kalian ingin taukah 1 kunci agar kita senantiasa ikhlas?
Ikhlas dalam segala hal tentunya, baik ibadah dan amal, hablumminallah dan hablumminannas

Ada satu kunci yang mana kalo kita lakukan, insyaAllah kita bisa ikhlas dalam hidup.. Yap, menurut ustadz di radio tadi,, kuncinya adalah bacalah Al-Quran dan resapi dalam2 makananya.
InsyaAllah kita senantiasa ikhlas dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

OK, noted! Semoga bisa mengamalkann Amiinn
Kembali kerja dulu yaa ^^

Salah Satu Rahasia Terkabulnya Doa…

Alhamdulillah bisa kembali nambahin content blog ini. Pengennya sih bisa konsisten nulis hal-hal positif, biar suatu saat, siapa yang membaca blog ini bisa mengambil manfaat dari apa yang disampaikan si penulisnya 🙂 Ya! Semoga bisa, insya Allah… Amiin

Okey, saya mulai saja bahasan kali ini. Beberapa jam lalu, baca2 timeline fb.  Lagi iseng2 scroll down melihat status fb temen2, dan  sampai akhirnya terhenti di status seorang ustad yang saya kagumi, Ust. Muhammad Arifin Ilham. Beliau menuliskan hadits Rasulullah yang berisi tentang manfaat sholat tahajjud. Sepertinya banyak dari kita yang sudah tau ya,, tapi gpp diabadikan saja di blog  ini untuk reminder pribadi dan pembaca  yang sedang terdampar di halaman ini :p

Rasulullah bersabda, “Barang siapa menjaga tahajjud dengan sungguh-sungguh, maka Allah memberinya 9 kemuliaan, 5 di dunia dan 4 di akhirat. Di dunia,

  1. Allah jauhkan dari bencana,
  2. Tanda kesholehan memancar di wajahnya
  3. Akan dicintai oleh hamba Allah yang sholeh pula dan disegani manusia
  4. Bicaranya jadi hikmah berwibawa
  5. Mudah memahami agama Allah

Sedangkan di akhirat,

  1. Bangkit dengan wajah penuh cahaya
  2. Mudah saat hisab
  3. Seperti kilat menyambar melewati shirot
  4. Menerima catatan amal dari sebelah kanan.”

Subhanallah ya,, semoga kita semua diberi kenikmatan untuk bisa merasakan  nikmatnya qiyamul lail.. AMiin

Dari pengalaman yang ada, selain untuk mengharap ridho-Nya, sholat tahajjud itu merupakan salah satu kunci rahasia terkabulnya Doa kita loh. InsyaAllah.. Suatu ketika ada seorang kawan yang bercerita, waktu itu dia sangat ingin untuk memiliki momongan, mengingat usia pernikahannya bisa dikatakan sudah lazim ada momongan. Mereka sudah ikhtiar ke dokter  beberapa kali dan alhamdulillah dinyatakan sehat-sehat saja dan ngga ada masalah. Sampai pada klimaksnya, mereka menyadari bahwa segalanya ada di genggaman Allah dan pasrah atas apa yang menjadi kehendak-Nya. Sahabat itu kemudian berazzam untuk melakukan sholat tahajjud tanpa putus dengan niatan 40 hari minimal. Dan subhanallah, dia konsisten setiap harinya bangun jam 2 dini hari sampai sampai tanpa alarmpun bisa terbangun sendiri jam 2 untuk melakukan qiyamul lail. Dan subhanallah ya, Allah Maha Melihat dan Mendengar, ngga lama setelah konsisten tahajjud tsb, dia mencoba periksa kembali ke dokter  dan alhamdulillahh ternyata dia dinyatakan positif hamil, kalo ngga salah usia kandungannya sudah 2 mingguan. ALhamdulillah,, saya juga ikut senang dan terharu saat  dia bbm-in  kabar bahagia itu :’) Masih banyak pengalaman2 lainnya, yang hikmahnya adalah segala urusan sepertinya dimudahkan-Nya ketika tahajjud dilakukan dengan khusyu dan konsisten.. ya! ketika kita bisa merasakan begitu dekatnya diri kita dengan Sang Khalik di malam yang hikmad, dikala manusia sedang nyenyak-nyenyaknya tidur.

Allah berfirman, Dan pada sebahagian malam hari, kerjakanlah sholat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Robb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS Al-Isra:79)

Dari Abu Malik al-Asy’ari Radhiyallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
“Sesungguhnya di dalam Surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya terlihat dari dalam dan bagian dalamnya terlihat dari luar. Allah Ta’ala menyediakannya bagi orang yang suka memberi makan, melunakkan perkataan, senantiasa berpuasa, dan shalat malam pada saat manusia tidur.”

Dari Jabir Radhiyallahu Anhu , ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Subhanallah, banyak betul manfaat tahajjud. Pantas saja kalau sholat sunnah ini sangat dianjurkan. Terlebih lagi amalan sunnah yang kita lakukan, bisa menjadi penyempurna ibadah wajib kita, yang mungkin masih belum sempurna. Berikut ini ada tips2 agar kita bisa bangun tahajjud: (tips ini saya peroleh dari link ini )

  1. Biasakan tidur di awal waktu, jangan bergadang untuk hal-hal yang tidak penting.
  2. Bersungguh-sungguh mengamalkan Cara Tidur Rasulullah SAW
  3. Usahakan tidak tidur dalam keadaan berhadats besar, agar tidak malas ketika bangun malam. Jika berhadats, lakukan mandi wajib terlebih dahulu
  4. Janganlah paranoid dan menganggap bahwa bangun di sepertiga malam untuk melakukan sholat tahajud itu sebagai pekerjaan yang berat karena akan berpengaruh pada niat dan kekuatan itu untuk merealisasikannya
  5. Senantiasa menjaga keikhlasan ketika berniat untuk bangun malam dan melakukan sholat tahjud. Dengan niat yang ikhlas, insya Allah akan meringankan pekerjaan yang semula tampak berat.
  6. Cobalah untuk mengenali dan menyesuaikan waktu tidur masing-masing. Bila kita telah tahu berapakah standar waktu tidur kita masing-masing, maka kita akan dapat menentukan jam berapakah kita harus mulai tidur, sehingga kita akan bangun tepat di sepertiga malam. Jika memang ada tugas yang harus diselesaikan dan dibawa pada hari esok, lebih baik dikerjakan selepas melaksanakan sholat tahajud, jangan dikerjakan pada waktu malam (sebelum tidur) yang memakan waktu hingga larut malam dan akhirnya akan membuat kita tidak dapat bangun di sepertiga malam (kesiangan)
  7. Jika memang memungkinkan, usahakan melakukan tidur siang sebentar. Dengan tidur siang, insya Allah akan membuat kita lebih kuat untuk bangun di sepertiga malam dan melakukan sholat sunnah tahajud
  8. Jangan lupa untuk senantiasa memasang alarm, dan letakkan alarm tersebut di tempat yang jauh dari jangkauan tangan namun tetap dapat terdengar dengan jelas (keras) oleh telinga. Dengan demikian, mau atau tidak mau kita akan bangkit dari tempat tidur untuk mematikannya manakala alarm tersebut berbunyi.
  9. Anda juga dapat menggunakan program tahajud missedcall dengan teman-teman anda. Buatlah jadwal berkelanjutan yang telah disepakati bersama untuk mengatur siapa-siapa yang mendapatkan jatah untuk membangunkan
  10. Programlah aktivitas siang hari anda dengan seefisien dan seefektif mungkin, sehingga anda tidak terlalu kelelahan untuk bangun di sepertiga malam untuk melakukan sholat tahajud. Hindari kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu penting, yang akan menguras stamina anda.
  11. Tanamkanlah kesadaran bahwa anda memiliki kebutuhan jasmani dan ruhani yang harus anda penuhi keduanya dengan seimbang, tidak berat sebelah.
  12. Motivasi diri anda untuk bangun malam dengan cara mempelajari dan mengingat betapa besar keutamaan-keutamaan yang terdapat di dalam sholat tahajud.
  13. Tanamkan rasa rindu untuk senantiasa bermunajat dan berkhalwat dengan Allah SWT.
  14. Hindari maksiat, karena maksiat adalah sumber lemahnya kadar iman dan ibadah kita kepada Allah SWT.
  15. Janganlah makan malam terlampau kenyang, karena perut yang kenyang akan memberikan efek mengantuk dan malas.
  16. Jika anda telah berkeluarga, anda dapat membuat kesepakatan dengan anak dan isteri berupa program sholat tahajud berjamaah, misalnya setiap tiga kali dalam sepekan keluarga wajib melakukan sholat tahajud secara berjamaah.
  17. Jangan lupa untuk senantiasa berdoa dan memohon kepada Allah swt agar diberikan kemudahan untuk bangun malam dan melakukan sholat tahajud dengan ikhlas dan khusyuk.
  18. Untuk memantapkan kedisiplinan diri, anda pun dapat melakukan program “self-punishment” bagi diri anda sendiri, manakala kesiangan atau lupa tidak melaksanakan sholat tahajud. Tentunya, “self-punishment” ini haruslah bersifat mendidik dan tidak terlalu keras. Ketika lupa atau kesiangan sehingga tidak melakukan sholat tahajud, maka anda dapat menghukum diri anda misalnya harus membaca Al Quran sebanyak 2 juz di hari esoknya. 2 juz tersebut dapat anda baca per lima lembar setiap setelah melakukan sholat fardhu.

Bismillahh, yuk niatkan diri untuk bersemangat QIYAMUL LAIL! 🙂

Merajut Makna

Saya salut pd ilmuwan2 hebat yang ketika gagal berkali-kali dalam eksperimen, mereka tak pernah putus asa sampai hasil eksperimennya menjawab semua hipotesis yang mereka buat di awal penelitian…

Kadangkala terpikirkan juga ketika manusia gagal dalam melakukan hal yang sama, artinya Anda ngga cocok di zona itu.. Ngga pernah kenal istilah putus asa, ya bukan putus asa! tapi ini yang saat ini sedang dominan di alam pemikiran seorang manusia yang masih menerka-nerka apa hikmah dari kejadian-kejadian yang ada.

Ada dorongan dari dalam yang mengarahkan keluar dari zona ini. Berusaha menemukan zona baru! Entah kapan ada di zona baru itu, semoga Allah menunjukkan jalan yang terbaik.. Amiinnn

photo

Keep  thinking positive, feeling positive, and doing positive! 🙂

nb: thanks to teman2 yang care dan seseorang yang mungkin ngga  menyadari dengan begitu saja Alhamdulillah dijadikan perantara Allah untuk meringankan  beban dan membahagiakan hati… Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua Aamiin Ya Rabbal Alamiin

Pasti Diri-Mu, Hanya Diri-Mu….

Intermezo sebentar di tengah2 jam kantor nulis blog 😛
Ga berasa 1,5 bulan lagi di BSM.. Ya Allah semoga proyek yg dikerjakan ini selesai on time amiinn..

20131107-160533.jpg
View dari meja

Alhamdulillah lingkungan disini nyaman.. orang-orangnya menyenangkan,, kebanyakan seusia bapak ibu saya, jadinya mereka udah saya anggap bapak ibu sendiri,, mereka suka bercanda, hampir tiap hari adaa aja yang bikin tertawa. Orang-orang di sini banyak yang religius, jadinya ikut termotivasi untuk bisa seperti mereka…

Pas sore2, di luar hujan gerimis pas jg lagi denger lagunya Geisha yang judulnya Tuhanku.. meleleh pengen nangis :’) Coba blogger dengerin aja lagunya menyentuh sangat, ini liriknya:

Tuhanku
by Geisha

Tuhanku maafkan sikapku yang tlah lalai Dan slalu tinggalkan perintah-Mu
Tuhanku khusyukkan doaku, ikhlaskan aku
Agar hariku tulus di jalan-Mu
Selimuti aku dengan cinta-Mu
Berkahi aku dengan kuasa-Mu setiap waktu

Pasti DiriMu, hanya DiriMu
Yang selalu kuatkan jiwaku, pasti DiriMu

Tuhanku khusyukkan doaku, ikhlaskan aku
Agar hariku tulus di jalan-Mu
Selimuti aku dengan cinta-Mu
Berkahi aku dengan kuasa-Mu setiap waktu

Pasti Diri-Mu, hanya Diri-Mu
Yang selalu kuatkan jiwaku, pasti Diri-Mu
Yang selalu lindungi langkahku
Kepada-Mu aku berserah, Tuhanku

Hanya Diri-Mu, yang selalu kuatkan jiwaku
Pasti Diri-Mu, hanya Diri-Mu, Tuhanku, Tuhanku, Tuhanku

Imanlah yang Membuat Kita Mampu… (Part 1)

Mood menulis kembali muncul nih! 🙂  udah lama berniat membuat postingan baru tapi tertunda-tunda teruss..  Now, I’m back guys! 😛

Hhe Part 1? Emang ada kelanjutannya?  Let’s see!  monggo dibaca dulu *sigh

Kebetulan lagi ada ide untuk ngebahas “sabar dan syukur”.  Beberapa kejadian akhir-akhir ini, benar-benar menguji sejauh mana kesabaran yang ada pada diri. Masih dangkalkah? Sudah dalamkah? Atau belum cukup dalam? Hanya Allah yang tau pastinya J. Atas skenario-Nya  melalui kejadian2 kemarin, saya juga tersadarkan bahwa sudah selayaknya saya bersyukur.  “Nikmat-Nya yang manakah yang akan kamu dustakan?”  Hikmah itu muncul saat berinteraksi dengan kawan, abang ojek, OB, bahkan orang yg sebelumnya ga pernah dikenal… Alhamdulillah, ada saja perantara Allah untuk mengingatkan diri kita kepada-Nya.

Sabar dan syukur itu bak dua sisi mata uang yang  ga bisa dipisahkan bagi orang-orang yang beriman.  Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya.” (HR. Muslim).

Subhanallah, semoga kita semua termasuk ke dalam golongan ahli syukur dan sabar yaa.. aamiin.  Kali ini, saya bahas ttg “sabar”,  “syukur” nya  insya Allah menyusul next  part 2 aja ya  🙂

Tulisan ini tak ada maksud untuk menggurui,  tapi justru melalui tulisan ini, saya belajar dan mengabadikan apa yang saya pahami, dan semoga nantinya ada manfaat bagi yang membacanya.. aamiinn.

OK, sabar itu apa si? Sabar itu berasa banget sulit dilakukan kalau kita sudah terbakar emosi, pengen banget marahin orang, dalam hati bergejolak pengen numpahin kemarahan, tapi refleks hati kecil n nurani berkata sabar sabar sabar, jangan turuti emosi. Huffhhhh itu berasa banget, dengan istighfar insyaAllah hati yang lagi bergejolak itu bisa segera tenang…  Atau dikala  kita menginginkan sesuatu, tapi apa daya tangan belum sampai meraihnya, kadang kita hanya bisa menangis dan mengadu pada-Nya ketika gejolak hati untuk memperoleh keinginan itu sedang tinggi-tingginya.. yaa sabar sabar dan sabar, hati kecil kita berkata itu lagi.  Ketika dihadapkan pada suatu musibah, cobaan, kesulitan, dan sejenisnya,  sebagai orang mukmin kita harus bisa bersabar dan tawakkal, namun ikhtiar tetap jalan terus. Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Madarijus Salikin mengatakan bahwa “Sabar adalah menahan jiwa dari keluh kesah dan marah, menahan lisan dari mengeluh serta menahan anggota badan dari berbuat tasywisy (tidak lurus). Sabar ada tiga macam, yaitu sabar dalam berbuat ketaatan kepada Allah, sabar dari maksiat, dan sabar dari cobaan Allah.”

Bagaimana kita bisa bertahan untuk selalu bersabar? Dengan mengingat janji Allah dalam firman-Nya dalam Al-Quran dan senantiasa berbaik sangka kepada-Nya, insya Allah kita kuat dan tegar untuk selalu bersabar dalam menghadapi segala kesulitan yang terjadi. Berikut ini beberapa firman Allah yang memerintahkan kita untuk bersabar dan juga memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang sabar:

1. QS. Al-Baqarah: 153

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar” 

2. QS. Ali-Imran: 200

Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu…”

3. QS. An-Nahl: 127

Dan bersabarlah engkau dan tidaklah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah bersedih terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah merasa sempit terhadap apa yang mereka tipu dayakan.

 4. QS. Al-Kahfi: 28

Dan bersabarlah engkau bersama orang-orang yang menyeru Rabb mereka di waktu pagi dan senja dengan mengharap Wajah-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia.

5. QS. Al-Baqarah: 177

“…, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang yang benar (imannya). Dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

6. QS. Ali-Imran: 146

…, dan Allah itu mencintai orang-orang yang sabar.”

7. QS. Al-Anfal: 46

Bersabarlah kalian, sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.”

8. QS. Al-Imran: 125

Ya, jika kamu bersabar dan bertaqwa, dan jika mereka menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.

9. QS. Al-Baqarah: 156-157

(Orang-orang yang sabar itu) adalah bila mereka ditimpakan musibah, seraya mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya-lah kami kembali.’ Mereka itulah yang mendapat shalawat dan rahmat dari Rabb mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat hidayah (petunjuk).”

10. QS. Az-Zumar: 10

Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah yang akan dipenuhi ganjaran mereka tanpa batas.”

11. QS. Hud: 11

…, kecuali orang-orang yang bersabar dan beramal shalih, mereka itulah yang akan mendapatkan ampunan dan ganjaran yang besar.

12. QS Al-Furqan: 75

Mereka (orang-orang yang sabar) itulah yang akan dibalas dengan martabat yang tinggi (dalam al-jannah) dikarenakan kesabaran mereka, dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya.

 13. QS An-Nisa: 25

…, kalau seandainya kalian mau bersabar, sungguh itu berakibat lebih baik bagi orang-orang yang sabar.”

 

Beberapa sabda Rasulullah dan para sahabat ttg kesabaran:

~ Ketahuilah olehmu! Bahwasannya datangnya pertolongan itu bersama dengan kesabaran.” (HR. At Tirmiari shahabat Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma)

~ Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu berkata: “Tidaklah seseorang dikaruniai sesuatu yang lebih luas dan baik dibandingkan kesabaran”. Beliau juga berkata: “Sebaik-baik kehidupan yang kami rasakan adalah dengan kesabaran. Kalau sekiranya sabar itu ada pada salah seorang niscaya ia akan menjadi orang mulia.”

~ ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata: Posisi kesabaran dalam iman seperti posisi kepala dalam tubuh”

 

Subhanallah, itulah janji Allah bagi orang-orang yang sabar. Allah tidak akan mengingkari janji-Nya. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang – orang yang sabar dan mendapatkan ridho-Nya amiinnn.

Ketika kita ditimpa musibah, ada kalimat yang dianjurkan untuk kita baca, yakni kalimat istirja’ (pernyataan kembali kepada Allah subhanahu wata’ala) >> “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”

Kalimat istirja’ akan lebih sempurna lagi jika ditambah setelahnya dengan do’a yang diajarkan oleh baginda nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam:

للَّهُمَّ أَجِرْنِي فِي مُصِيْبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

 “Ya Allah, berilah ganjaran atas musibah yang menimpaku dan gantilah musibah itu yang lebih baik bagiku.
Barangsiapa yang membaca kalimat istirja’ dan berdo’a dengan do’a di atas niscaya Allah subhanahu wata’ala akan menggantikan musibah yang menimpanya dengan sesuatu yang lebih baik. Sebagaimana hadits riwayat Al Imam Muslim 3/918 dari shahabiyah Ummu Salamah radhiallahu’anha.
Suatu ketika Ummu Salamah ditinggal suaminya Abu Salamah yang mati syahid di medan perang (jihad). Kemudian beliau mengucapkan do’a ini, sehingga Allah subhanahu wata’ala memenuhi janji-Nya dengan memberikan pendamping (jodoh) baginya dengan sebaik-baik pendamping yaitu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala tidak akan mengingkari janji-Nya.

OK, this is it!  Semoga bermanfaat 🙂

Nb: Kumpulan ayat-ayat dan doa ttg sabar, saya ambil dari link ini >> http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/akhlak-adab/kedudukan-dan-keutamaan-sabar/

Sederhana Namun Penuh Makna :)

Hai blogger! udah lama ni ga update blog 🙂

Kali ini saya pengen bahas ttg bagaimana cara sederhana untuk menghapal Al-Quran. Pernah suatu ketika saya ikut kajian AA Gym di Masjid BI. Saat itu pas bertepatan dgn event wisuda para hafidz yang sudah dinyatakan lulus menghapal Al-Quran dalam beberapa tingkatan juz. Subhanallah lihat wajah2 mereka teduh banget! Ga berasa air  mata keluar dgn sendirinya. Salut melihat mereka dan ada rasa cemburu melihat mereka bisa menghapal Al-Quran di usia mereka yang masih muda. Para wisudawan hafidz/hafidzah itu masih duduk di bangku kuliah,, ada mahasiswa/i UI, IPB,  Gundar,  ITB, dll.

Dalam balutan busana mereka yg sederhana,, terpancar  aura positif yang menentramkan hati tatkala memandangi  hafidzah2 yang duduk berjajar di depan jamaah.. Terbersit niatan pengen bisa hapal Al-Qur’an minimal 1 juz aja dalam hidup ini.. Amiin Ya Allah

Nah, kebetulan saya baru menemukan artikel menarik ttg metode sederhana menghapal Al-Quran. Menurut saya, bahasanya mudah dicerna dan isinya jg aplikatif sangat bagi kita-kita yang bisa dibilang memliki banyak kesibukan #halahh 😉

Artikelnya saya ambil dari link ini:  metode sederhana menghapal Al-Quran. Di artikel tsb. dibahas keutamaan2 menghafal Al-Quran dan dilanjutkan dengan bahasan tips2 bagaimana menghapak Al-Quran di sela-sela kesibukan.

Baca artikelnya ya kawan.. InsyaAllah bermanfaat dan membuat semangat 🙂 Ini kutipannya:

Bismillah Ar-Rahmaan Ar-Rahiym.

Assalaamu ‘alaykum warahmatullaahi wabarakaatuhu
Alhamdulillah, Washshalatu wassalaamu ‘alaa Nabiyyinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi ajma’iyn. Ammaa ba’du.

Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy’an, banyak hadits yang menyebutkan tentang keutamaan menghapal Al-Qur’an, dan sepantasnya di hati setiap orang yang beriman memiliki keinginan yang kuat untuk menghafalkannya, dan senantiasa memiliki kecemburuan terhadap para penghafalnya, namun kecemburuan yang kami maksud bukanlah kecemburuan negatif yang menghendaki hilangnya suatu nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah ‘Azza wa Jalla kepada saudaranya dan kemudian nikmat tersebut beralih kepadanya, bukan itu Ikhwan dan Akhwat sekalian, akan tetapi yang kami maksud di sini adalah kecemburuan positif di mana kita pun menginginkan nikmat yang sama tanpa ada keinginan agar nikmat tersebut hilang dari saudara kita, sehingga kitapun saling berpacu bahkan saling tolong menolong dalam menggapai kebaikan tersebut.
Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy’an, sebelum kami masuk ke pembahasan metode maka terlebih dahulu kami ingin melampirkan beberapa dalil tentang keutamaan menghafal Al-Qur’an, dengan harapan ini semua akan lebih memacu kita semua untuk berusaha dan terus berusaha menghafalkan Al-Qur’an tersebut tanpa ada kata menyerah hingga KETETAPAN ALLAH datang menghampiri kita semua, Insyaa Allah, Allahu Akbar…!!!

1. Hati seorang individu Muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah ‘Azza wa Jalla.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas secara marfu:
“Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Quran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh”. (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dari Ibnu Abbas (2914), ia berkata hadits ini hasan sahih).

2. Memperoleh penghormatan dari Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam.

Dari Abi Hurairah Radiyallahu ‘anhu. ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam mengutus satu utusan yang terdiri dari beberapa orang. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam mengecek kemampuan membaca dan hafalan Al Qur’an mereka: setiap laki-laki dari mereka ditanyakan sejauh mana hafalan Al-Qur’an-nya. Kemudian seseorang yang paling muda ditanya oleh Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam :”Berapa banyak Al Quran yang telah engkau hafal, hai Fulan?” ia menjawab: aku telah menghafal surah ini dan surah ini, serta surah Al-Baqarah. Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam kembali bertanya: “Apakah engkau hafal surah Al-Baqarah?” Ia menjawab: Betul. Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:”Pergilah, dan engkau menjadi ketua rombongan itu!”. Salah seorang dari kalangan mereka yang terhormat berkata: Demi Allah, aku tidak mempelajari dan menghafal surah Al-Baqarah semata karena takut aku tidak dapat menjalankan isinya. Mendengar komentar itu, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Pelajarilah Al Qur’an dan bacalah, karena perumpamaan orang mempelajari Al Quran dan membacanya, adalah seperti tempat bekal perjalanan yang diisi dengan minyak misik, wanginya menyebar ke mana-mana. Sementara orang yang mempelajarinya kemudian dia tidur -dan dalam dirinya terdapat hafalan Al Qur’an- adalah seperti tempat bekal perjalanan yang disambungkan dengan minyak misik” (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2879), dan lafazh itu darinya. Serta oleh Ibnu Majah secara ringkas (217), Ibnu Khuzaimah (1509), Ibnu Hibban dalam sahihnya (Al Ihsaam 2126), dan dalam sanadnya ada ‘Atha, Maula, Abi Ahmad, yang tidak dinilai terpecaya kecuali Ibnu Hibban).

3. Penghafal Al Qur’an akan memakai mahkota kehormatan.

Dari Abi Hurairah Radiyallahu ‘anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: :”Penghafal Al Qur’an akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Qur’an akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Qur’an kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Qur’an memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan” (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2916), Ibnu Khuzaimah, al hakim, ia meninalinya hadits sahih, serta disetujui oleh Adz Dzahabi(1/533).)

4. Dapat membahagiakan kedua orang tua, sebab orang tua yang memiliki anak penghapal Al Qur’an memperoleh pahala khusus.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:
“Dari Buraidah Al Aslami Radiyallahu ‘anhu, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al Qur’an akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Qur’an akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”. Penghafal tadi menjawab; “saya tidak mengenal kamu.” Al Qur’an berkata; “saya adalah kawanmu, Al Qur’an yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka penghafal Al Qur’an tadi diberi kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat di bayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya: “kenapa kami di beri dengan pakaian begini?”. Kemudian di jawab, “kerana anakmu hafal Al Qur’an. “Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, “bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya.” Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil). (diriwayatkan oleh Ahmd dalam Musnadnya (21872) dan Ad Darimi dalam Sunannya (3257).)

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikanlah mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an” (Hadits diriwayatkan oleh Al Hakim dan ia menilainya sahih berdasarkan syarat Muslim (1/568), dan disetujui oleh Adz Dzahabi)

5. Akan menempati tingkatan yang tinggi di Surga Allah ‘Azza wa Jalla.

Sabda rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam: “Dari Sisyah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda; jumlah tingkatan-tingkatan surga sama dengan jumlah ayat-ayat Al Qur’an. Maka tingkatan surga yang di masuki oleh penghafal Al Qur’an adalah tingkatan yang paling atas, dimana tidak ada tingkatan lagi sesudah itu

6. Penghafal Al Qur’an adalah keluarga Allah ‘Azza wa Jalla.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:”Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu Ia berkata bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia.” Kemudian Anas berkata lagi, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bertanya: “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah. Baginda menjawab: “Ia itu ahli Qur’an (orang yang membaca atau menghafal Al- Qur’an dan mengamalkan isinya).Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.

7. Menjadi orang yang arif di surga Allah ‘Azza wa Jalla.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam “Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu Bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda; “Para pembaca Al Qur’an itu adalah orang-orang yang arif di antara penghuni surga,”

8. Memperoleh penghormatan dari manusia.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam “Dari Abu Musa Al Asya’ari Radhiyallahu ‘anhu Ia berkata bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Diantara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati Orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal Al-Qur’an yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Al-Qur’an tidak di amalkan, serta menghormati kepada penguasa yang adil.”

9. Hatinya terbebas dari siksa Allah ‘Azza wa Jalla.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam
” Dari Abdullah Bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu Dari Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam Baginda bersabda: ” bacalah Al Qur’an kerana Allah tidak akan menyiksa hati orang yang hafal Al Qur’an. Sesungguhanya Al Qur’an ini adalah hidangan Allah, siapa yang memasukkunya ia akan aman. Dan barangsiapa yang mencintai Al Qur’an maka hendaklah ia bergembira.”

10. Mereka (bagi kaum pria) lebih berhak menjadi Imam dalam shalat.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam: “Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu Dari Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam beliau bersabda; “yang menjadi imam dalam solat suatu kaum hendaknya yang paling pandai membaca (hafalan) Al Qur’an.”

11. Disayangi oleh Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:”Dari Jabir Bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu Bahawa Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam menyatukan dua  orang dari orang-orang yang gugur dalam perang uhud dalam satu liang lahad. Kemudian nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam bertanya, “dari mereka berdua siapakah paling banyak hafal Al Qur’an?” apabila ada orang yang dapat menunjukkan kepada salah satunya, maka Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam memasukkan mayat itu terlebih dahulu ke liang lahad.”

12. Dapat memberi syafa’at kepada keluarga.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam”Dari Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhahu: “Barangsiapamembaca Al Qur’an dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya kedalam surga dan memberikannya hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya di mana mereka semuanya telah di tetapkan untuk masuk neraka.”

13. Merupakan bekal-bekal yang terbaik.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam”Dari Jabir bin Nufair, katanya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda; “Sesungguhnya kamu tidak  akan kembali menghadap Allah dengan membawa sesuatu yang paling baik daripada sesuatu yang berasal dari-Nya yaitu Al Qur’an.

Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy’an, semoga setelah menyimak beberapa keutamaan menghafal Al Qur’an tadi antum sekalian sudah memberanikan diri untuk Bersumpah bagi diri kita masing-masing bahwa DEMI ALLAH selama kita masih diberi kesempatan dan kesehatan oleh Allah ‘Azza wa Jalla, maka selama itu pula kita akan terus berupaya untuk menghafalkan kitab termulia tersebut yakni Al Qur’an meski sedikit demi sedikit.

Baiklah Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullah, menghafal Al Qur’an bukanlah perkara yang mudah, dibutuhkan keinginan yang kuat, keistiqamahan, kesabaran, dan disertai dengan UPAYA NYATA yakni mau memulai dan terus berusaha tanpa kenal lelah apalagi kata “MENYERAH”, namun menghafal Al Qur’an juga bukanlah amalan yang mustahil untuk dikerjakan OLEH SIAPA PUN, sampai kepada kita yang memiliki seabrek kesibukan lainnya, namun perlu kami ingatkan sekali lagi, bahwa harus SABAR dan ISTIQAMAH…!

Bagaimana metode menghafal bagi orang-orang yang memiliki kesibukan…?

Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy’an, antum jangan berfikiran bahwa dengan metode ini antum akan menghafal Al Qur’an dalam waktu setahun atau dua tahun, tidak Ikhwan dan Akhwat sekalian, bahkan metode ini membutuhkan waktu 15 hingga 30 tahun, TERLALU LAMA…? terserah penilaian antum bagai mana, namun setidaknya INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAPAL SAMA SEKALI, mungkin antum khawatir akan diwafatkan terlebih dahulu sebelum menyelesaikan hafalan…? Maka kami sampaikan bahwa SETIDAKNYA KITA BISA BERBAHAGIA KARENA MENINGGAL DALAM KONDISI MEMBAWA NIAT YANG MULIA YANG DIBENARKAN OLEH AMALAN YANG TENGAH KITA LAKUKAN, dan juga antum jangan berfikiran bahwa ini adalah pekerjaan yang mudah untuk dikerjakan tanpa kesabaran, keistiqamahan, dan tindakan nyata, sebab tanpa semua itu berarti antum hanyalah BERANGAN-ANGAN…!

Syarat yang WAJIB untuk antum penuhi sebelum melaksanakan metode ini adalah:

1. Niat karena mengharap Keridhaan Allah.

2. Mampu membaca Al Qur’an dengan tartil (tajwid yang benar), atau setidaknya antum terus berusaha untuk memperbaiki kualitas bacaan Al Qur’an antum.

Berikut adalah metode yang Alhamdulillah telah kami buktikan sendiri dalam kurun waktu yang belum genap setahun ini:

1. Mulailah menghafal dari Juz 30 atau juz 29 atau juz 28, setelah itu silahkan mulai dari Juz 1 dan seterusnya.

2. Gunakan Mushaf Al Qur’an Huffadzh, yakni Al Qur’an cetakan standard international, di mana setiap juz-nya rata-rata terdiri dari +/- 10 lembar (20 halaman; di mana setiap halaman maksimal terdiri dari 15 baris), usahakan istiqamah dengan satu mushaf, tapi bukanlah alasan untuk tidak menghafal ketika suatu ketika antum lupa membawa mushaf antum, tetaplah menghafal meski dengan mushaf yang berbeda, ini hanya untuk lebih memudahkan antum dengan sebuah kebiasaan.

2. Persiapkan diri dengan mengatur 5 waktu khusus untuk menghafal dalam sehari, dan kami sangat menyarankan bahwa waktu tersebut adalah setiap antum selesai menunaikan shalat fardhu.

Setiap waktu tersebut, hafalkanlah 1 baris, jika hal tersebut masih terlalu berat bagi antum maka cukup hafal setengah baris saja setiap selesai shalat fadhu, dan jika setengah baris ini masih memberatkan bagi antum, maka ‘afwan karena kami hanya mampu menyarankan kepada antum PERBANYAKLAH ISTIGHFAR…!!! (Ikhwan dan Akhwan sekalian, dengan menghafal 1 baris setiap selesai shalat fardhu, berarti insyaa Allah dengan kesabaran dengan keistiqamahan, antum akan Menghafal seluruh Al Qur’an dalam waktu 15 tahun, dan jika antum hanya sangguf menghafal setengah baris setiap waktu yang telah ditentukan tersebut, maka insyaa Allah dengan kesabaran dan keistiqamahan, maka antum akan menghafal seluruh Al Qur’an dalam waktu 30 tahun, sekedar mengingatkan bahwa setidaknya INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAPAL SAMA SEKALI).

Jika memungkinkan, cobalah antum mencari sahabat atau teman yang bisa ikut menghafal bersama antum, sebab hal tersebut akan lebih menguatkan bagi antum, boleh dari saudara, teman, istri, atau suami, namun jika tak ada satu pun maka sendiri juga insyaa Allah tidak mengapa, ANTUM PASTI BISA…!!!

Jika antum memiliki media yang memungkinkan untuk membantu antum seperti HP, MP3/MP4 Player, atau apa saja yang dilengkapi dengan fasilitas recorder & playback maka gunakanlah media tersebut, rekam suara (bacaan) antum pada media tersebut agar antum bisa mendengarnya di setiap kesempatan sebelum tiba waktu selanjutnya, kegiatan ini sebagai media muraja’ah dengan pendengaran sekaligus melatih telinga kita untuk terbiasa tidak mendengar hal-hal yang sia-sia seperti lagu dan musik.

6. Banyak-banyak berdo’a kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar dimudahkan, diistiqamahkan untuk menghafal Al Qur’an, juga agar diberi usia, kesehatan, dan kesempatan untuk menyelesaikan cita-cita mulia ini.

8. Gunakan kesempatan Qiyam Al Layl sebagai waktu tambahan untuk memuraja’ah hafalan-hafalan antum.

MANAJEMEN KEGIATAN MENGHAFAL:

1. Target hafalan adalah 1 halaman terhafal dengan lancar setiap pekannya (bagi yang sanggup untuk menghafal 1 baris setiap waktunya), atau setengah halaman terhafal dengan lancar setiap pekannya (bagi yang menghafal setengah baris setiap waktunya), cara mencapainya:
– Ba’da Subuh mulai hafal 1 Baris / setengah baris (pilih salah satunya sesuai kesanggupan, kemudian istiqamah-lah!!!).
– Ba’da Dzhuhur tambah hafal 1 Baris / setengah baris.
– Ba’da Ashar tambah hafalan 1 Baris / setengah baris.
– Ba’da Maghrib tambah hafalan 1 Baris / setengah baris.
– Ba’da ‘Isyaa’ tidak perlu tambah hafalan, khususkan waktu ini untuk memuraja’ah (mengulang-ulang) semua hafalan yang telah di hafal hari itu, jangan lupa di antara waktu shalat fardu, manfaatkanlah media yang antum miliki untuk memuraja’ah hafalan antum melalui pendengaran.
– Lakukan hal di atas selama 4 hari berturut-turut (hingga antum menyelesaikan target antum dalam sepekan yakni 1 atau setengah halaman).

2. Dalam sepekan terdiri dari 7 hari, namun dengan metode ini insyaa Allah maksimal dalam 4 hari antum telah menyelesaikan target hafalan antum untuk sepekan, berarti masih tersisa 3 hari dalam sepekan tersebut, GUNAKANLAH 3 hari tersebut untuk memuraja’ah hafalan antum pada pekan tersebut, INGAT…!!! jangan terburu-buru untuk pindah ke hafalan selanjutnya, tetaplah istiqamah dengan target antum yakni 1 atau setengah halaman setiap pekannya.

3. Dalam sebulan, terdiri dari 4 pekan, berarti dengan metode ini antum akan menghafal 2 lembar setiap bulannya (bagi yang menghafal 1 baris setiap waktunya), atau 1 lembar setiap bulannya (bagi yang menghafal setengah baris setiap waktunya). Dari sini bisa kita ketahui bahwa dengan metode ini kita bisa menghafal 2 juz dalam waktu 10 bulan bagi yang menghafal 1 baris setiap waktunya, atau 1 Juz dalam waktu 10 bulan bagi yang menghafal setengah baris setiap waktunya, sebab 1 Juz = 10 lembar Al Qur’an, Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullah, ini berarti dalam setahun tersebut ada waktu 2 bulan tersisa yang lagi-lagi bisa kita manfaatkan untuk KHUSUS memperlancar hafalan kita tersebut. Sekali lagi kami ingatkan, bahwa JANGAN menambah hafalan antum di waktu-waktu yang telah kita khususkan untuk muraja’ah.

KESIMPULAN DARI PENERAPAN METODE INI:

1. Jika antum menghafal 1 baris setiap waktunya, berarti antum akan menjadi seorang penghafal Al Qur’an dalam waktu 15 tahun, dengan kata lain “TIADA TAHUN KECUALI HAFALAN ANTUM BERTAMBAH SEBANYAK 2 JUZ”.

2. Jika antum menghafal setengah baris setiap waktunya, berarti antum akan menjadi seorang penghafal Al Qur’an dalam waktu 30 tahun, dengan kata lain “TIADA TAHUN KECUALI HAFALAN ANTUM BERTAMBAH SEBANYAK 1 JUZ”.

KELAMAAN IKHWAN DAN AKHWAT SEKALIAN…???

SEKALI LAGI… INGATLAH PESAN KAMI INI:

IKHWAN… SETIDAKNYA INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAFAL SAMA SEKALI…!!!
AKHWAT… SETIDAKNYA INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAFAL SAMA SEKALI…!!!

Jika suatu ketika antum futhur (lesuh semangat) dalam menggapai cita-cita mulia ini, maka ingatlah (bacalah) kembali hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam tentang keutamaan dan kemualiaan para penghafal Al Qur’an, dan ingatlah kedua ibu bapak antum yang pastinya ingin untuk dipakaikan Pakaian Kemuliaan beserta Mahkota kemuliaan di Akhirat kelak.

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa melindungi kita dari kefuhuran, dan menjadikan kita semua sebagai hamba-hambanya yang hafal Al Qur’an, mengamalkan, dan mendakwahkannya, serta mematikan kita semua dalam kondisi dada yang menyimpan Al Qur’an beserta kemuliaannya. Aamiyn Yaa Rabbal ‘Aalamiyn.

Semoga bermanfaat, Salam dan do’aku untuk antum semua wahai saudara-saudariku seiman,

Sumber: Islamedia