Ibu rumah tangga, perkerjaan yang mulia :)

Kadang terbayang, jadi istri dan ibu rumah tangga itu bener-bener memerlukan tenaga ekstra, harus gesit, ngga ada yang namanya nanti dulu aja, dan ngga ada leyeh-leyeh kalo perkerjaan rumah belum beres. Jadi teringat ibu.. dan sepertinya ibu kita semua juga sama.. ngga bisa diam kalo melihat ruangan berantakan sedikit, ada tumpukan baju kotor di keranjang, atau tumpukan piring kotor dan gelas kotor di dapur, tumpukan baju-baju yang belum disetrika, dkk. Ibu saya ngga bisa kalo melihat kondisi rumah yang seperti itu. Semua pekerjaan rumah langsung dihajar, dilahap, dan disikat sendiri sampai tuntas karena di rumah tidak ada ART (asisten rumah tangga). Dulu waktu masih di rumah, sebagai anak yang berbakti *halah* 😛 saya setidaknya ikut bantulah minimal nyapu, ngelap2, n nyuci piring..

Setiap harinya, ibu bangun paling awal.  Mulai dari solat, masak buat sarapan, nyiapin baju kerja bapak dan apa- aja yang dibawa semuanya udah ditata rapih. Bapak tinggal bangun tidur, solat, mandi, ganti baju dan tinggal ambil sarapan yang sudah disiapkan ibu. Subhanallah, hectic banget ya pagi-pagi bagi seorang istri dan ibu rumah tangga. Benar-benar melayani Bapak 🙂 Bahkan masih inget banget nih kalo weekend,, bapak malemnya ikutan ronda siskamling sampe subuh, jadinya habis subuh tidur karena malemnya ronda semalaman. Ibu baru ngebolehin saya ngebangunin Bapak kalo sarapan yang dibuat Ibu sudah siap. Jadi ketika bapak dibangunin, tinggal mand dan langsung sarapan, Subhanallah, hal-hal seperti ini adalah teladan yang baiknya kita contoh untuk kehiduan rumah tangga.  Ngga hanya ngurusin pekerjaan rumah, ibu juga memiliki peran sebagai bendahara  dalam rumah tangga, pemasukan dan pengeluaran semuanya diatur dan dicatat oleh ibu.  Sampai-sampai ibu punya buku agenda yang mencatat pengeluaran setiap harinya,,  lucunya, Bapak ngga bisa simpan rahasia kalo dapat uang bonus tak terduga dari kantor hehehe… awalnya diam-diam ngga bilang, ngga beberapa lama kemudian Bapak ngomong sendiri tadi dapat uang bonus apaan ke ibu hehehe masuk kas bendahara deh buat nraktir sekeluarga 😀  Selain jadi bendahara, ibu juga harus bisa jadi psikolog dan trainer motivasi, tempat curhat Bapak dan juga anak-anaknya serta motivator bagi kami sekeluarga. Subhanallah peranan Ibu sangat luar biasa. Ngga habis pikir kalau ada anak yang sampai durhaka pada Bapak Ibunya *na’udzubillah,, mumpung kita masih ada kesempatan, yuk doakan Bapak Ibu kita semoga Allah menyayangi mereka seperti mereka menyayangi kita sejak kecil, dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka… Amiinn. Berupayalah kita sebagai anak untuk bisa membahagiakan orang tua kita di dunia dan akhirat. Kasih mereka tulus kepada anak-anaknya 🙂

ibu rumah tangga

Bagi yang sudah menjadi istri dan ibu rumah tangga,, saya bisa membayangkan bagaiamana capenya jadi wanita super yang multitasking mengurus suami, mengurus dan mendidik anak, menyelesaikan perkerjaan rumah, bahkan pekerjaan kantor. Harus bisa memenej waktu dan tenaga. Salut banget pada kalian semuaa ^^. InsyaAllah pekerjaan-pekerjaan itu menjadi bentuk ibadah yang berpahala. Rasa capenya akan tertawar dengan berkahnya keluarga kalian yang  sakinah, mawaddah, wa rahmah yang diridhai Allah SWT. Semangat sobat ^^

Paradise

Akhir-akhir ini lagi suka lagu lagunya Maher Zain.. Salah satunya ini 🙂

Pradise by Maher Zain

I remember when I first met you
I felt that God answered my call
There was that one place I always thought about
And I just wanted to be there with you
The place that no eye has ever seen
The place that no heart has ever perceived
I had a great feeling inside of me
That one day I’ll be there with you

And now that we’re here feeling so good
About all the things that we went through
Knowing that God is pleased with us too
It’s not a dream, this is so true
Feeling the peace all around
Seeing things we could never imagine
Hearing the sound of rivers flow
And we know we’ll be here forever
The feeling is indescribable
Knowing that this is our reward

Do you remember the hard times we went through?
And those days we used to argue
But there was not one thing that could bring us down
‘Cause we always had in our minds
The place that no eye has ever seen
The place that no heart has ever perceived
The place we’ve been promised to live in forever
And best of all, it’s just me and you

And now that we’re here feeling so good
About all the things that we went through
Knowing that God is pleased with us too
It’s not a dream, this is so true
Feeling the peace all around
Seeing things we could never imagine
Hearing the sound of rivers flow
And we know we’ll be here forever
The feeling is indescribable
Knowing that this is our reward

I remember us praying at night
And just dreaming about this together
I’m so blessed to have you in my life
And now we can enjoy these blessings forever
Paradise is where we are now
Paradise, a dream come true
Paradise, O what a feeling!
Paradise, thank You Allah!

And now that we’re here feeling so good
About all the things that we went through
Knowing that God is pleased with us too
It’s not a dream, this is so true
Feeling the peace all around
Seeing things we could never imagine
Hearing the sound of rivers flow
And we know we’ll be here forever
The feeling is indescribable
Knowing that this is our reward

Awaken

“Awaken” by Maher Zain

 

We were given so many prizes
We changed the desert into oasis
We built buildings of different lengths and sizes
And we felt so very satisfied
We bought and bought
We couldn’t stop buying
We gave charity to the poor ’cause
We couldn’t stand their crying
We thought we paid our dues
But in fact
To ourselves we’re just lying
Oh
I’m walking with my head lowered in shame from my place
I’m walking with my head lowered from my race
Yes it’s easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves
We were told what to buy and we’d bought
We went to London, Paris and Costa Del Sol
We made show we were seen in the most exlusive shops
Yes we felt so very satisfied
We felt our money gave us infinite power
We forgot to teach our children about history and honor
We didn’t have any time to lose
When we were.. (were)
So busy feeling so satisfied
I’m walking with my head lowered in shame from my place
I’m walking with my head lowered from my race
Yes it’s easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves
We became the visuals without a soul
despite the heat

Our homes felt so empty and cold
To fill the emptiness
We bought and bought
Maybe all the fancy cars
And bling will make us feel satisfied
My dear brother and sister
It’s time to change inside
Open your eyes
Don’t throw away what’s right aside
Before the day comes
When there’s nowhere to run and hide
Now ask yourself ’cause Allah’s watching you
Is He satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?
Oh
I’m walking with my head lowered in shame from my place
I’m walking with my head lowered from my race
Yes it’s easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves

 

Cambuk Penyemangat Diri

Sore ini ada hal yang menyadarkan diri.. betapa baiknya Allah pada salah satu hamba-Nya ini, tapi tapi hamba ini ga tau diri 😥

Alhamdulillah,, ngga ada kata-kata yang bisa mendeskripsikan betapa besar karunia-karuniaNya… peringatan-peringatan-Nya… betapa bodohnya saya yang tidak mengindahkan itu semua 😦

Jadi kepikiran untuk membuat tulisan reminder, sbg pemicu untuk kontinyu semangat menunaikan nazar yang beberapa waktu lalu sudah diikrarkan…
Ada 2 kejadian yang menurut saya luar biasa berkesan sangat waktu itu.. ya itu peringatan berharga dari Allah yang harusnya membuat saya lebih semangat dan lebih baik dalam menjalani hidup.

Pertama, saat terkena badai waktu berkano di waduk Jatiluhur. Ya Allah, waktu itu serasa ngga ada daya sama sekali selain pertolongan Allah. Benar-benar saya pasrah, benar-benar nangis pasrah, mengucap dzikir, dan tersadarkan benar selama hidup belom melakukan apa-apa,, belom ada bekal buat kehidupan selanjutnya.. belum siap. Astaghfirullah… Alhamdulillah Allah memberi keselamatan,, badai reda dan kano saya menepi di tambak nelayan..

Kedua, saat persiapan packing pulang kampung tahun lalu. Karena khawatir tertidur, saya buat kopi gayo aceh beberapa sendok dan air sedikit (bayangkan kafeinnya betapa tingginya). Bodohnya,, saya ga lama sesudahnya minum tolak angin.. Astaghfirullahhh langsung badan saya ngga ada tenaga sama sekali,, seluruh tubuh dingin… duduk pun ngga mampu,, hiks hiks cuma bisa berselimut berbaring dan beristighfar.. Astaghfirullah takut sangatt waktu itu udah berpikir yang tidak-tidak. Alhamdulillah lama-lama mulai tenang dan ngga dingin…

Itu semua harusnya jadi cambuk peringatan buat saya pribadi untuk lebih semangat menjalani hidup ini. Bismillah,, semoga Allah beri kesempatan untuk mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya dan kesempatan untuk menunaikan nazar amiinnn..

laahaula wala quwwata illa billah….

Feeling the something new ^^

Hai hai.. siang ini tiba2 ngerasa seger banget alhamdulillah 😀 rasanya semacam ada aliran semangat yg ikut mengalir bersama aliran peredaran darah hehehe Jadinya pengen corat-coret blog bentar di sela-sela jam ngantor 😛

Hoya kmrn pas ultah pernikahan Bapak Ibu ke-28, ngga disangka ibu dapet hadiah voucher wisata dari toyota,, lumayan loh voucher senilai 6 juta rupiah untuk tujuan domestik ke mana aja,, rekomendasinya Bali.. rejeki ngga terduga banget ya Allah.. trimakasihh 🙂 Kalo flashback jaman dulu, bener-bener mengucap syukur banget, atas apa yang Allah berikan sampai saat ini.

Dulu bisa dibilang jaman susah,, alhamdulillah memang benar menjalani hidup itu harus sabar dan yakin bahwa setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan. Pas jaman kuliah dulu kalo uang bulanan kurang, saya anti banget nelpon bapak or ibu buat minta tambahan uang, ya jaman dulu uang pas-pasan euy buat biaya kuliah di Jakarta hehe mau ngga mau saya harus cari tambahan. Awalnya nyoba-nyoba ngajar privat, lama-lama asik jg ketemu anak-anak baru, orang-orang baru, banyak cerita dari mereka. Bisa tau juga karakter-karakter orang tua dlm mendidik anak-anaknya. Selain itu bisa ngerasain juga masuk rumah-rumah mewah n gedongan di Jakarta hehe secara jaman kuliah kan masih lugu banget anak daerah, ngomong pun dulu medok banget hehehe pernah nih inget banget pas bikin tabungan jaman kuliah dulu,, si mas CSnya nanya mba orang Jawa ya?,  dia ketawa seneng banget bilang logat medok saya >.< Berhubung temen-temen deket saya pas kuliah orang sunda n sumatra, medok saya lama2 ilang dengan sendirinya 😀 Terkadang honor dari gaji privat sebulan bisa melebihi uang kiriman bulanan, jadinya ada beberapa bulan saya bilang ke bapak ngga usah lagi kirim uang bulanan lagi, insyaAllah cukup dr uang ngajar itu. Dan Allah pun ngasih kemudahan, ketika skripsi pun ga perlu minta uang tambahan dari ortu krn waktu itu permintaan murid untuk ngajar privat makin banyak krn masa-masa ujian nasional n spmb. Efeknya emang capek banget sih, pernah ngajar di paradiso dari sore ampe sekitar jam 9 malem baru pulang dari rumah si murid,, besoknya harus ketemu dosen pembimbing buat bahas progress tugas akhir >.< Bahkan pernah juga tuh akhirnya diminta nginep di rumah si murid karena belajarnya ampe malem banget. Krn harus ada biaya ekstra buat bikin skripsi, dan ga mau nambah beban bapak n ibu, tekad saya kuatin waktu itu, saya harus bisa balance, skripsi jalan, ngajar privat juga jalan. Waktu itu capek banget emang, tapi menyenangkan kalo untuk diceritakan ke anak cucu nanti hehehe. Sebenernya kalo dipikir-pikir passion saya sepertinya lbh nyaman ngajar anak sd smp sma daripada jadi programmer  heheheh *telat  Dulu juga nyoba ikutan gabung BEM UI haha, seru emang kalo nambah kenalan baru, pengalaman baru, cari sponsorship2 gitu, bikin acara,, meskipun nilai kuliah langsung jeblok saat itu 😀 Tapi insyaAllah pengalaman berharga banget, apalagi pengalaman waktu jadi project officer  “Sekolah Mapres”  😀  Terinspirasi cerita masa lalu, sekarang di luar kantor, saya nyoba ikutan kegiatan2 positif yang  bisa nambah teman baru. Bersyukur banget bisa kenal dengan guru dan temen2 di Al-Hikmah,, juga  dengan teman-teman sahabat Azkiya haha banyak belajar dari kalian, apalagi ada temen yg ekpresif banget kalo ngomong dan lucu, alhamdulillah bikin happy 😀

Segala puji hanya bagi Allah,  kesabaran memang berbuah manis.. terbukti memang bersama kesulitan akan ada kemudahan. Itu sudah dijanjikan Allah. Soo, belajar dari pengalaman masa lalu,  saat ini mungkin kita ada cobaan-cobaan dan beberapa kesulitan lainnya.. tetaplah bersabar, ikhtiar beramal, dan berkhusnuzon pada Allah, karena yakinlah sesungguhnya bersama kesulitan, akan ada kemudahan 🙂

Semangat kawan ^^

#2 Resensi “Delapan Mata Air Kecemerlangan”

Malam tadi udah ada putusan final MK terkait pengaduan hasil pilpres 2014, alhamdulillah ngga ada kerusuhan yang terjadi dan pihak Prabowo-Hatta menerima putusan itu dengan baik.  Rada kecewa sebenarnya, tapi ya sudahlah, itu qadarullah.. insyaAllah ada hikmahnya 🙂 Eniweii bener juga mimpi jauh-jauh hari sebelum pemilu, Prabowo masuk mimpi gitu (ada2 aja nih mimpi), dalam mimpi itu si bapak curhat gitu lah ke saya kalo niat tulus dia ngga dianggap sama masyarakat,, sampai-sampai saya nangis dalam mimpi itu dan terbangun >.<, semenjak itu jadi gigih saya harus bisa ikut nyoblos di pemilu presiden 2014 ini dan semangat ngurus form A5 di KPUD Jaksel :)) Semoga tetep berjuang untuk Indonesia ya Pak, meski ngga di pemerintahan.. Amiin dan semoga Indonesia terwujud menjadi lebih hebat seperti apa yang menjadi slogan Jokowi-JK di bawah kepemimpinan mereka, Amin Ya Allah..

Ok, back to topic kali ini, saya akan membahas buku berikut:

Judul Buku:  Delapan Mata Air Kecemerlangan
Penulis:  Anis Matta
Penerbit:  Tarbawi Press (2009, Cetakan Kelima 2014)
Tebal:   259 hlm.

anis matta

Buku ini buku lama,  sudah banyak resensinya dari tahun 2009. Tapi saya coba untuk menulis lagi sekedar untuk mengikat kembali apa yang sudah saya baca ke dalam sebuah tulisan yang sewaktu-waktu bisa saya baca lagi ikhtisarnya melalui blog ini. Jujur, saya membaca buku ini karena mau ngga mau harus saya baca karena udah janji ke teman kalau saya akan membedah buku ini.. selain itu sebagai tantangan pribadi juga membaca buku dari Anis Matta 😀 Dan akhirnya dengan tekad yang kuat, bisa juga saya lahap buku ini semalaman hehe, awalnya membacanya saat sabtu siang pulang dr kegiatan sambil sandaran di dipan.. eh malah ketiduran euyy dari ba’da duhur ampe menjelang maghrib >.< Ini efek ga terbiasa baca buku yang menurut saya cukup berat dan membosankan di awal ahaha jadinya malah tidur pulas banget deh.. tapi karena besoknya saya harus membawakan bedah buku buat temen-temen, mau ngga mau saya harus menyelesaikan membaca buku setebal 200-an halaman ini dalam semalam.. Alhamdulillah bisa, dengan tekad yang kuat 🙂

Awalnya ngga ada niatan untuk membeli buku ini. Gegara liat timeline twitter, ada akun @InspirasiBuku yang menjual buku-buku Salim A. Fillah dengan diskon 20%, dan ada juga dia jual buku Anis Matta. Saya penasaran dengan tulisannya, karena banyak yang bilang buku-buku Anis Matta itu bagus banget.. dan banyak yang bilang juga kalo Anis Matta itu cerdas banget. Jadinyaa, untuk mengobati penasaran, akhirnya saya beli 2 buku Anis Matta, Delapan Mata Air Kecemerlangan dan Serial Cinta. Saya tertarik untuk membaca terlebih dahulu buku yang berjudul “Delapan Mata Air Kecemerlangan ini” Dan setelah membacanya, saya sepakat,, tulisan bung Anis Matta emang top n keren bgt!

Delapan Mata Air Kecemerlangan ini bisa dikatakan sebuah buku falsafah hidup terapan tentang bagaimana menemukan sumber potensi diri untuk membentuk pribadi muslim yang cemerlang dalam kehidupan ini. Menurut Anis Matta, “Jika kita mau membangun kembali manusia-manusia Muslim yang cemerlang yang menjadi salah satu pusat pesona Islam, maka kita harus mempertemukan kembali manusia-manusia Muslim itu dengan mata air kecemerlangan mereka.”  Terdapat 8 sumber mata air kecemerlangan dalam setiap pribadi yang bisa kita temukan. Dalam buku ini, penulis juga memberikan langkah-langkah aplikasi untuk menerapkannya. So, praktis banget sebenarnya buku ini. Cocok banget di kala sobat lagi sendirian di kamar, nyiapin note dan alat tulis, sambil dengerin musik instrument klasik, sambil baca buku ini, dan sambil nulis-nulis langkah aplikasi yang diinstruksikan, banyaknya berupa muhassabah. Berhubung waktu yang terbatas kala itu, saya sekedar baca saja tanpa corat-coret, biar cepet kelar bacanya hehe. Hanya membaca aja, alhamdulillah ada pengaruhnya dan jleb jleb jleb! apalagi kalo sobat sambil nulis ya.. hmmmh sepertinya lbh mengena 🙂

Apa saja delapan sumber mata air kecemerlangan itu? This is it!

1. Konsep Diri

Konsep diri merupakan suatu kesadaran pribadi yang utuh, kuat, jelas, dan mendalam tentang visi dan misi hidup. Adanya konsep diri ini menciptakan perasaan yang terarah dalam menjalani hidup. Konsep diri manusia Muslim adalah kesadaran yang mempertemukan antara kehendak-kehendak Allah dengan kehendak-kehendak manusia, antara model manusia Muslim yang ideal dengan kapasitas dirinya yang nyata dan unik, antara idealisme Islam dengan kemampuan dirinya yang nyata.  Menurut penulis, misi hidup kita itu “given”. Tak perlu lah kita memikirkan apa sebenarnya misi hidup kita. Misi hidup kita adalah beribadah kepada Allah, dalam arti yang seluas-luasnya untuk mendapatkan ridha dan surga-Nya. Allah memberikan kemampuan dasar bagi manusia yaitu fisik, intelektual, dan spiritual.

Konsep diri terbentuk jika ada keseimbangan antara “Aku Diri”, “Aku Sosial”, dan “Aku Ideal”. Seseorang yang “Aku Diri” nya lebih dominan, dia cenderung keras kepala, sombong, cenderung mandiri namun tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, tertutup, dan egois. Seseorang yang “Aku Sosial” nya lebih mendominasi, dia selalu bergantung dengan orang-orang di sekitarnya, ngga mandiri, minder, bisa bekerjasama namun tidak bisa berpengaruh. Sementara orang yang “Aku Ideal” mendominasi, cenderung pemimpi dan tidak realistis, no action talk only, bisa bekerjasama namun tak ada kontribusi yang jelas. Dalam mata air ini, langkah aplikasi untuk menemukannya adalah melalui perenungan.

2. Cahaya Pikiran

“Anda adalah cermin dari pikiran-pikiran Anda sendiri” (Syekh Muhammad Al Ghazali). Kualitas pikiran kita, akan membentuk kualitas kepribadian kita, dan kualitas kepribadian kita, akan membentuk kualitas hidup kita. Adapun langkah dalam memenej pikiran kita dalam buku ini dijelaskan diantaranya dengan mendeteksi lintasan pikiran kita, jadilah manusia berpengetahuan, ketahuilah apa yang harus kita ketahui, dan tingakatkan kemampuan berpikir kita.

3. Kekuatan Tekad

Tekad adalah energi jiwa yang memberikan kekuatan kepada pikiran untuk mengubahnya menjadi tindakan. Kesuksesan seseorang tidak hanya bersumber pada kecerdasan, tetapi ditentukan oleh sifat-sifat jiwanya, yaitu kesabaran, keuletan dan ketekunan. Ketiga sifat jiwa ini adalah buah dari tekad yang kuat. Sumber tekad adalah obsesi dan cinta. Sementara virus yang menyerang tekad adalah marah, banyak bicara, usil, suka disanjung tapi tidak tahan kritik. Langkah aplikasi kita untuk menemukan sumber mata air ini adalah dengan merumuskan obsesi hidup, bekerja dengan motivasi tinggi, jaga ketenangan dan stabilitas emosi, meningkatkan kemampuan konsentrasi, dan pertahankan optimisme dan kegembiraan jiwa.

4. Keluhuran Sifat

Dari mata air keluhuran sifat, semua nilai-nilai kemanusiaan yang mulia menjadi satu-kesatuan dan menampakkan diri menjadi sifat-sifat yang terpuji. Kekuatan pesona keluhuran sifat ini seperti sihir yang akan meanaklukkan akal dan hati orang-orang yang berada di sekitarnya. Terdapat 5 akar keluhuran sifat yang menjadi sumber dari sifat-sifat luhur lainnya. Kelima akar keluhuran sifat ini adalah cinta kebenaran, kesabaran, kasih sayang, kedermawanan, dan keberanian.

5. Manajemen Aset Fundamental

Aset fundamental yang dimiliki manusia adalah kesehatan dan waktu. Kesehatan dan waktu adalah perangkat kehidupan yang terbatas. Akan tetapi, manusia-manusia cemerlang selalu dapat meraih sesuatu secara maksimal dari semua keterbatasan yang melingkupinya. “Setiap manusia mempunya dua wadah yang relatif sama: waktu dan fisik. Tapi setiap orang mengelola keduanya, itulah yang memberikan hasil yang berbeda.” Manajemen kesehatan adalah bagaimana kita mencapai kondisi fisik yang sehat, bugar, kuat, dan lincah. Manajemen waktu dapat dilakukan dengan memaksimalkan keterbatasa, distribusi cita-cita, dan keteraturan (mempertahankan komitmen keteraturan, berusaha menikmati rutinitas, menyusun jadwal kerja).

6. Integrasi Sosial

Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan masyarakat dimana kita berada merupakan ukuran kematangan pribadi seseorang dan lingkugan sosial tersebut harus dipandang sebagai wadah bagi kita untuk menyebar kebaikan. Adapun virus sosial diantaranya angkuh, dendam, narsis, kasar, kikir, penakut, dan minder.

7. Kontribusi

Kehadiran sosial kita tidak terhenti pada tahap partisipasi, tetapi harus ada tindakan nyata, ada karya besar yang harus kita kontribusikan pada masyarakat, yakni kontribusi pada wilayah pemikiran, profesionalisme, kepemimpinan, finansial, dll.

8. Konsistensi

Bagian yang paling menentukan dalam kehidupan seseorang adalah akhir hidupnya. Untuk bertahan di puncak obsesi pada kesempurnaan pribadi, dapat kita lakukan dengan keistiqomahan dalam melakukan perbaikan yang berkesinambungan, melakukan pertumbuhan tanpa batas akhir, mempertahankan semangat kerja dengan menghadirkan kerinduan pada surga dan kecemasan pada neraka, serta berdoa pada Allah untuk mendapatkan husnul khotimah.

8 mata air Gambar diambil dari sini

Itulah delapan mata air kecemerlangan yang ada dalam setiap diri kita. Mari menemukannya untuk menjadi agen muslim yang baik, agen rahmatan lil ‘alamiin. Amiin 🙂

Generasi Akhirat

Pernah dengar “Bingkai Kehidupan” Shoutul Harokah? Ini nasyid udah lama banget.. Begitu melihat videonya di youtube, subhanallah merinding! settingnya mengambil gambar perjuangan rakyat Gaza Palestina.. Ada inspirasi yang didapat dan semangat  yang insyaAllah  bisa kita peroleh 🙂

Mengarungi samudera kehidupan
kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan
Tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah
Kan menjadi Saksi pengorbanan

Reff : Allahu Ghoyyatuna
Ar Rosul Qudwatuna
Al Qur’an Dusturuna
Al Jihadu Sabiiluna
Al Mautu Fii Sabilillah asma amanina

Allah adalah tujuan kami
Rosulullah Tauladan Kami
Al Qur’an pedoman hidup kami
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah adalah cita – cita kami tertinggi

 

Mantap ya makna liriknya dalem banget… Jadi teringat ada hadits ini:

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku lalu bersabda, “Jadilah engkau hidup di dunia seperti orang asing atau musafir (orang yang bepergian).” Lalu Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu menyatakan, “Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu hingga pagi hari. Dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Bukhariy no.6416)

Subhanallah, betapa berharganya waktu bagi umat Muslim 😥 Dari hadits itu, Rasulullah mengajarkan umat manusia bahwa hiduplah di dunia ini bagai seorang musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan, manfaatkan waktu kita sebaik mungkin, jangan menunda-nunda , dan  janganlah lalai akan nikmat sehat dan waktu yang kita miliki. Karena kita di dunia ini adalah orang asing yang sedang dalam perjalanan menuju kampung Akhirat.

Di suatu pagi,  Rasulullah menemui Muadz  bin Jabal ra dan bertanya ”Bagaimana keadaanmu di pagi ini?” Muadz menjawab ”Di pagi ini aku benar-benar beriman ya Rasulullah.” Rasulullah bertanya, ”Apa buktinya” Muadz menjawab, ” Di setiap pagi aku merasa tidak akan hidup sampai sore hari. Dan di setiap sore aku merasa tidak akan hidup sampai pagi hari.  Setiap aku melangkah satu kaki, aku tidak merasa tidak bisa melangkahkan kaki satunya. Aku seperti melihat umat demi umat dipanggil dengan melihat catatan amalnya. Aku seperti melihat penduduk surga sedang menikmati yang tersedia di surga dan penduduk neraka sedang merasakan siksa”  Rasulullah bersabda,”Kamu mengetahuinya, maka pegang teguhlah, jangan dilepaskan”.

Astaghfirullah, sudahkah kita memikirkan bagaimana keadaan kita di akhirat nanti? 😦

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata, “Dunia berjalan meninggalkan manusia sedangkan akhirat berjalan menjemput manusia, dan masing-masing memiliki generasi. Maka jadilah kalian generasi akhirat dan janganlah kalian menjadi generasi dunia. Karena hari ini (di dunia) yang ada hanyalah amal dan belum dihisab sedangkan besok (di akhirat) yang ada adalah hisab dan tidak ada lagi amal.”
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat garis-garis lalu bersabda, “Ini adalah manusia, ini angan-angannya dan ini adalah ajalnya. Maka tatkala manusia berjalan menuju angan-angannya tiba-tiba sampailah dia ke garis yang lebih dekat dengannya (daripada angan-angannya).” Yakni ajalnya yang melingkupinya. (HR. Al-Bukhariy no.6418)

Menohok sangat, betapa sebentarnya kehidupan di dunia ini. Bismillah, hayuk  bangkit menjadi lebih baik dan lebih semangat!!  Kejarlah akhiratmu, InsyaAllah dunia mengikutimu. Mari berusaha menjadi generasi akhirat, semoga kelak kita bisa berjumpa dengan Allah, Nabi Muhammad, para rasul, nabi-nabi, sahabat-sahabat, shahabiyah, serta  orang-orang yang kita cintai  di Surga-Nya amiinn…

 

“Ketahuilah olehmu semua, bahwasanya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda-gurau, perhiasan dan bermegah-megah antara sesamamu, berlomba banyak kekayaan dan anak-anak. Perumpamaannya adalah seperti hujan yang mengherankan orang-orang kafir -yang menjadi petani- melihat tumbuh tanamannya, kemudian menjadi kering lalu engkau lihat menjadi kuning warnanya, kemudian menjadi hancur binasa. Dan di akhirat siksa yang amat sangat untuk mereka itu -yang berbuat kesalahan, juga pengampunan dari Allah serta keridhaan -bagi orang-orang yang berbuat kebaikan- dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan hanyalah kesenangan tipuan belaka.” (QS Al-Hadid: 20)