Generasi Akhirat

Pernah dengar “Bingkai Kehidupan” Shoutul Harokah? Ini nasyid udah lama banget.. Begitu melihat videonya di youtube, subhanallah merinding! settingnya mengambil gambar perjuangan rakyat Gaza Palestina.. Ada inspirasi yang didapat dan semangat  yang insyaAllah  bisa kita peroleh 🙂

Mengarungi samudera kehidupan
kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan
Tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah
Kan menjadi Saksi pengorbanan

Reff : Allahu Ghoyyatuna
Ar Rosul Qudwatuna
Al Qur’an Dusturuna
Al Jihadu Sabiiluna
Al Mautu Fii Sabilillah asma amanina

Allah adalah tujuan kami
Rosulullah Tauladan Kami
Al Qur’an pedoman hidup kami
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah adalah cita – cita kami tertinggi

 

Mantap ya makna liriknya dalem banget… Jadi teringat ada hadits ini:

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku lalu bersabda, “Jadilah engkau hidup di dunia seperti orang asing atau musafir (orang yang bepergian).” Lalu Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu menyatakan, “Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu hingga pagi hari. Dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Bukhariy no.6416)

Subhanallah, betapa berharganya waktu bagi umat Muslim 😥 Dari hadits itu, Rasulullah mengajarkan umat manusia bahwa hiduplah di dunia ini bagai seorang musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan, manfaatkan waktu kita sebaik mungkin, jangan menunda-nunda , dan  janganlah lalai akan nikmat sehat dan waktu yang kita miliki. Karena kita di dunia ini adalah orang asing yang sedang dalam perjalanan menuju kampung Akhirat.

Di suatu pagi,  Rasulullah menemui Muadz  bin Jabal ra dan bertanya ”Bagaimana keadaanmu di pagi ini?” Muadz menjawab ”Di pagi ini aku benar-benar beriman ya Rasulullah.” Rasulullah bertanya, ”Apa buktinya” Muadz menjawab, ” Di setiap pagi aku merasa tidak akan hidup sampai sore hari. Dan di setiap sore aku merasa tidak akan hidup sampai pagi hari.  Setiap aku melangkah satu kaki, aku tidak merasa tidak bisa melangkahkan kaki satunya. Aku seperti melihat umat demi umat dipanggil dengan melihat catatan amalnya. Aku seperti melihat penduduk surga sedang menikmati yang tersedia di surga dan penduduk neraka sedang merasakan siksa”  Rasulullah bersabda,”Kamu mengetahuinya, maka pegang teguhlah, jangan dilepaskan”.

Astaghfirullah, sudahkah kita memikirkan bagaimana keadaan kita di akhirat nanti? 😦

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata, “Dunia berjalan meninggalkan manusia sedangkan akhirat berjalan menjemput manusia, dan masing-masing memiliki generasi. Maka jadilah kalian generasi akhirat dan janganlah kalian menjadi generasi dunia. Karena hari ini (di dunia) yang ada hanyalah amal dan belum dihisab sedangkan besok (di akhirat) yang ada adalah hisab dan tidak ada lagi amal.”
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat garis-garis lalu bersabda, “Ini adalah manusia, ini angan-angannya dan ini adalah ajalnya. Maka tatkala manusia berjalan menuju angan-angannya tiba-tiba sampailah dia ke garis yang lebih dekat dengannya (daripada angan-angannya).” Yakni ajalnya yang melingkupinya. (HR. Al-Bukhariy no.6418)

Menohok sangat, betapa sebentarnya kehidupan di dunia ini. Bismillah, hayuk  bangkit menjadi lebih baik dan lebih semangat!!  Kejarlah akhiratmu, InsyaAllah dunia mengikutimu. Mari berusaha menjadi generasi akhirat, semoga kelak kita bisa berjumpa dengan Allah, Nabi Muhammad, para rasul, nabi-nabi, sahabat-sahabat, shahabiyah, serta  orang-orang yang kita cintai  di Surga-Nya amiinn…

 

“Ketahuilah olehmu semua, bahwasanya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda-gurau, perhiasan dan bermegah-megah antara sesamamu, berlomba banyak kekayaan dan anak-anak. Perumpamaannya adalah seperti hujan yang mengherankan orang-orang kafir -yang menjadi petani- melihat tumbuh tanamannya, kemudian menjadi kering lalu engkau lihat menjadi kuning warnanya, kemudian menjadi hancur binasa. Dan di akhirat siksa yang amat sangat untuk mereka itu -yang berbuat kesalahan, juga pengampunan dari Allah serta keridhaan -bagi orang-orang yang berbuat kebaikan- dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan hanyalah kesenangan tipuan belaka.” (QS Al-Hadid: 20)

 

 

 

 

 

 

Ingin Perbaiki Bacaan Al-Quran? Belajar Tahsin Yuk ^^

Menjelang bulan Ramadhan, saya ingin sekali untuk sharing tentang belajar tahsin tilawah di LTQ Al-Hikmah, Mampang, Jaksel 🙂 Siapa tau pembaca menjadi tertarik dan semangat untuk belajar tahsin tilawah.  Amiin ^^  (*tahsin tilawah:  memperbaiki bacaan Al-Qur’an) Hmmhh, kapan Anda terakhir belajar tahsin tilawah?  Sebelum ikut tahsin di Al-Hikmah, saya  terakhir belajar tahsin saat itu di kelas 6 SD, di TQA Masjid Ar-Rahmah, Leces. Semenjak itu saya ngga pernah lagi belajar baca Al-Quran dengan gurunya langsung. Selama itu saya membaca sendiri dan yakin sekali cara membaca huruf demi huruf, ayat demi ayat yang saya baca sudah benar.   Sampai suatu ketika Alhamdulillah mendapat hidayah untuk belajar lagi tahsin tilawah mulai bulan februari kemarin. Sebenernya sudah ada ajakan untuk ikut belajar tahsin tahun lalu, tapi Astaghfirullah saya ngga begitu berminat karena pikiran saya waktu itu yakin sekali kalau bacaan saya sudah benar, jadi buat apa lagi belajar tahsin ><. Waktu terus berjalan, suatu ketika ada seorang Bapak di kantor yang bercerita kalau beliau sedang mengikuti belajar tahsin di LTQ yang dekat dengan tempat kediamannya. Bapak itu banyak bercerita, seru nampaknya mendengar ceritanya. Bapak itu bercerita juga kalo selama belajar tahsin, ternyata apa yang dia yakini benar bacaannya ketika baca Al-Quran sendirian, ternyata pada salah semua ketika ada guru yang membimbing (talaqqi). Statement itu jleb banget bagi saya. Dalam hati sempat terbersit, wah jangan-jangan kalau saya juga ikut talaqqi, bacaan saya juga banyak salah 😦 Semenjak itu saya mulai googling tentang LTQ yang ada di Jakarta. Ternyata LTQ itu kepanjangannya bukan Lembaga Tahsin Quran tapi Lembaga Tahfidz Quran. Dari situ saya mulai tertarik karena ada program tahfidznya jadi bisa membantu juga untuk membayar nazar saya beberapa tahun lalu, hapal juz Amma. Akhirnya, pilihan saya jatuh di LTQ Al-Hikmah Mampang. LTQ ini ada website lengkapnya di sini. Kenapa di sana? Karena lokasinya ngga jauh dari tempat kos sekarang :)) Finally, ketika pendaftaran baru telah dibuka, saya niat banget untuk mendaftar online waktu itu. Pada saat pembukaan perdana,  saya betul-betul semangat meski sendirian menuju alamat yang sebelumnya ngga pernah ke sana. Alhamdulillah ngga nyasar, meski letak masjidnya ternyata di tengah permukiman warga yang ngga dilalui kendaraan umum. Di LTQ ini, ada 4 level kelas, ada BBQ, Tahsin (1&2), Takhosshush, dan Tahfidz. Untuk penjelasan detail setiap program, baca di website tadi ya sob 🙂 Di pertemuan perdana tadi semua santri dikumpulin di lantai 2 masjid, baik akhwat maupun ikhwan untuk dilakukan pembukaan secara resmi oleh Ketua LTQ dan pengurusnya. Untuk menentukan masuk ke kelas mana, setiap peserta di test dulu. Test baca Al-Quran. Hasil test masuk di kelas mana bisa dilihat di website kalau ngga salah seminggu setelah test tsb. Taraaa, sebenernya ngarep bisa masuk kelas Takhosshussh karena disana ada program tahfidz Juz Amma hehe, ternyata eh ternyata saya masuk di kelas Tahsin 1. Ahaa, its mean that bacaan saya masih banyak yang harus diperbaiki lagi euy >< Alhamdulillah, saya masuk Tahsin 1 dengan jam belajar setiap hari Sabtu dari jam 08.30 sampai jam 10.30, tapi biasanya belajr dimulai jam 09.00 hihihi. Hoya untuk belajarnya, kita membentuk kelompok-kelompok kelas dimana setiap kelas ada gurunya. Untuk kelompok-kelompok ikhwan ada di lantai 2. Kelompok2  akhwat ada di lantai 3. Alhamdulillah guru/ustadzah saya enak cara ngajarnya, selain belajar tahsin, kadang ada tausiyah juga yang membuat ruhaniyah diri makin meningkat.  Oleh karenanya, hari Sabtu adalah hari yang paling ditunggu2. Jujur saja, saya seneng banget belajar tahsin di sana, ya bisa dibilang  seperti orang ketagihan mungkin. Kalau ngga salah selama  semester kemarin, saya ngga masuk  hanya 1x karena pulkam buat menghadiri wisuda Adik 🙂 Selebihnya, masuk terus 😛  ya kadang emang ada godaan males dateng, tapi Alhamdulillah bisa dihempas itu godaan-godaan. Di hari perdana kelas, kita belajar apa sih motivasi untuk mempelajari Al-Quran. Ada banyak hadits ternyata yang bisa membuat kita termotivasi untuk selalu berinteraksi dengan Al-Quran, menjadi shohibul Qur’an, dan selalu mempelajari Al-Qur’an. Beberapa hadits tsb. diantaranya:

“Sesungguhnya diantara manusia terdapt keluarga Allah. (Para sahabat bertanya), “Siapakah mereka, ya Rasul?” Rasul menjawab, “Mereka adalah Ahlul Qur’an; mereka keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya.” (HR. Ahmad) “Bacalah Al-Quran, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat menjadi pemberi syafa’at bagi orang-orang yang bersahabat dengannya.” (HR. Bukhari) “Barangsiapa yang belajar Al-Qur’an dan mengamalkannya, akan diberikan kepada orang tuanya pada hari kiamat mahkota yang cahanya lebih indah dari cahaya matahari. Kedua orang tua itu akan berkata, “mengapa kami diberi ini?”. Maka dijawab, “Karena anakmu yang telah mempelajari Al-Qur’an.” (Abu Dawud, Ahmad, dan Hakim)

MasyaAllah, indah banget yaa kalo kita menjadi sahabat Al-Qur’an. Masih banyak hadits-hadits sahih lain yang isinya tentang manfaat kita menjadi sahabat Al-Qur’an. Monggo dicari biar makin cinta dengan salah satu mukjizat Nabi Muhammad ini ^^ Di kelas (kelompok sekitar belasan siswa dengan 1 guru)  kita belajar tajwid (makhroj huruf, dengung, mad, bacaan gharib), ilmu-ilmu terkait Al-Quran, dan kami ada juga ujiannya loh, ada UTS maupun UAS. Alhamdulillah minggu lalu baru saja menyelesaikan UAS lisan dan tulis.  Kelas semester baru  selanjutnya akan dimulai sepertinya bulan Agustus nanti. Tinggal menunggu hasilnya, insyaAllah tetep melanjutkan yaa semoga semangat ini tetap bertahan hingga kelas Tahfidz amiin Ya Allah. Semangat mempelajari Al-Quran hingga akhir khayat Amiinn.   Bagi saya, recommended banget belajar di LTQ Al-Hikmah ini. InsyaAllah bermanfaat dunia akhirat. Anyway, ada salah satu ustadz pengajar yang sudah hafidz sejak usia 15 tahun. Dan beliau pernah menjadi 5 besar MTQ Internasional di Mekkah, subhanallah. Namanya ust. Muzammil. Beliau pengarang buku-buku pedoman yang kita pakai dalam belajar. Hoya mushaf yang kita pakai dalam belajar di sini adalah mushaf Madinah. Terus terang dulu sempat ngga ngeh dengan tulisan aplikasi Al-Quran di hp, kok tulisannya beda ama Al-Qur’an yang biasa kita baca.. ternyataa itu mushaf Madinah toh, setelah belajar saya jadi tau dan ngga bingung lagi membaca mushaf Madinah 🙂 Hayo sob, ikutan belajar tahsin tilawah… menyenangkan insyaAllah! 🙂 Btw, iseng searching di youtube, ternyata ini ada video salah satu pengurus dan pengajar di LTQ Al-Hikmah, Ust. Ahmad Muzzammil, MF Al Hafizh ttg tahsin tilawah. Yaa selama semester Tahsin 1 kemaren bisa dikatakan materi tajwidnya semua ada dalam video itu. Bagus videonya ada talaqqi nya juga loh, monggo diliat ^^

OK, sekian sharing dari saya. Semoga bermanfaat dan met puasa ya sob ^^

Move On – Belajar Disiplin…

Disiplin, sebuah kata yang sering dan mudah terucap, namun begitu sulit untuk dikonsistenkan dan dibiasakan… Disiplin, sebuah kata yang ada di benak penulis saat ini, yang terinspirasi dari obrolan dengan ibu-ibu di kantor. Subhanallah,,, banyak ibroh yang bisa diambil dari mereka, dan kisah mereka layak dijadikan teladan 🙂

Di kantor tempat saya diperbantukan, ada seorang bapak yang tiap harinya sampai kantor paling telat jam 6 pagi. Bahkan, Bapak ini membawa kunci kantor loh karena datengnya lebih pagi daripada OB :D. Beliau baru saja pensiun sbg manager IT di kantor. Kebiasan datang pagi beliau, saya ketahui dari seorang ibu yang seruangan di kantor. Ibu ini  bercerita cukup banyak tentang Bapak yang sudah pensiun tadi karena banyak keteladanan sikap yang bisa ditiru dari beliau. Subhanallah, dateng jam 6 paling telat itu konsisten loh sejak beliau masih muda. Jleb!! *tertunduk malu mengingat diri sendiri yang masih dateng kantor mepet-mepet bahkan terlambat* Bener-bener salut dengan orang disiplin seperti beliau. Semangatnya ngga hanya di awal, beliau bisa konsisten dengan kedisiplinan waktunya dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan.   Selain disiplin waktu kerja, Bapak ini juga disiplin dalam sholat 5 waktu. Begitu adzan berkumandang, Bapak ini langsung bergegas ke musholla kantor.. Subahanallah. Bener2 mantap deh tingkat kedisiplinannya… *semoga kita bisa menirunya yaa, amiinn

Selain kedisiplinan Bapak tadi yang membuat saya kagum, ada juga kisah disiplin seorang ibu  di kantor. Ibu ini sendiri yang menceritakan langsung kegiatannya di rumah kepada saya. Bersyukur banget, bisa punya kesempatan untuk banyak belajar dari mereka. Mereka sudah seperti Bapak Ibu di rumah, banyak keteladanan yang bisa diambil dari mereka. Ibu ini juga mulai disiplin sejak awal-awal menikah, alhamdulillah sampai saat ini menjadi sebuah kebiasaan baginya. Kedisiplinannya dalam kehidupan rumah tangga. Setiap malam dia membiasakan diri untuk sholat isya on time dan membaca Al-Quran. Setelah itu beliau menyiapkan baju-baju yang keesokan harinya mau dipakai dirinya dan juga anak-anaknya (suami si Ibu sudah meninggal beberapa tahun lalu).Bahkan, roti buat sarapan pun juga beliau siapkan loh di malam harinya, dimasukkannya ke tempat makan masing-masing anaknya *antisipasi kalo keesokan harinya kesiangan, jadi bisa langsung ambil itu kotak makanan. Nah Ibu ini membiasakan diri tidak tidur larut malam. Paling malam jam 10 ibu ini harus udah tidur. Oleh karenanya, si Ibu bisa setiap hari bangun jam 3 dini hari untuk sholat malam. Sebelom sholat malam, si Ibu membiasakan diri mandi. Kemudian si Ibu lanjut sholat subuh berjamaah di masjid. Setelah itu si Ibu prepare untuk beranngkat ke kantor. Masha Allah teratur sekali ya hidupnya… Jadi keinget Ibu di rumah, Ibu juga punya kedisplinan yang tinggi, kalo di rumah, saya jadi kebawa ikut displin dan optimal manfaatin waktu, tapi kalo sudah di luar rumah, susah bangett untuk konsisten disiplin ><

Anyway, memang harus ada niatan yang besar dari dalam diri kita sendiri untuk bisa berlatih disiplin, konsisten, dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan positif yang kita lakukan secara refleks tanpa kita sadari. Disiplin tidak hanya untuk kepentingan dunia, akan tetapi displin pula untuk kepentingan akhirat, memenuhi hak-hak Allah. Mari mulai semangat move on menjadi agen Muslim yang baik, salah satunya denngan disiplin diri. Dengan disiplin tsb., inshaAllah hidup kita bisa teratur, waktu bisa bermanfaat optimal, dan inshaAllah sukses dunia akhirat. Amiin 🙂

 

disiplin2

Sudah Tersenyumkah Anda Hari Ini?

Sebuah tulisan singkat untuk reminder pribadi dan mood booster untuk hari ini. Ternyata banyak juga teman-teman yang care mengoreksi bahkan sahabat bertahun-tahun juga sering bilang please banyak tersenyum :)).
Hmmmh bener juga si, ke orang-orang yang ga begitu kenal saya emang jarang senyum 😦 Apalagi kalo difoto, keknya susah banget untuk senyum hohoho.. Rasanya pengen mulai merubah kebiasan negatif ini, lebih banyak tersenyum karena senyum itu termasuk sedekah bukan?! 🙂

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu

Di hadits lainnya pun ada >>   “Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, meski hanya engkau temui saudaramu dengan wajah ceria” (HR. Muslim).

senyum

Nasyid Penyemangat :)

Semalem iseng googling nasyid penyemangat diri setelah seharian  bed rest dan badan lemes bgt.. Alhamdulillah jadi semangat beneran loh…   *salah satu misi 3 hari untuk reparasi diri 😀

Judulnya “Gelombang Keadilan” milik Shoutul Harokah, coba deh sobat dengerin.. easy listening nih nasyid 🙂

Kan melangkah kaki dengan pasti
Menerobos segala onak duri
Generasi baru yang telah dinanti
Tak takut dicaci tak gentar mati

Bagai gelombang terus menerjang
Tuk tumbangkan segala kezhaliman
Dengan tulus ikhlas untuk keadilan
Hingga pertiwi gapai sejahtera

Takkan surut walau selangkah
Takkan henti walau sejenak
Cita kami hidup mulia
Atau syahid mendapat surga

Enjoy your listening sob  ^^

Imanlah yang Membuat Kita Mampu… (Part 2)

Haii sobat blogger, di malam terang  purnama yang indah ini saya ingin melanjutkan tulisan Part 1 yang lalu..  Kalau Part 1  saya membahas ttg “sabar”, di Part 2 ini saya membahas tentang pasangan serasinya, siapakah dia?? Hayo, mau tau apa mau tau bangeett??  hehe yaa dia adalah “syukur” 🙂

Ada kalanya ketika pikiran sedang kalut, ketika terjadi peristiwa yang tak mengenakkan hati,  kesedihan yang datang tak kunjung pergi,  ketika merasa musibah tiba bertubi-tubi (lebay mode on :P), ketika kecewa akan sesuatu yang terjadi, terbersit pikiran mengapa hidup ini tidak adil? Apakah Allah ngga sayang? Mengapa  Allah tidak adil?? Astaghfirullahh.. buang  jauh-jauh pikiran negatif macam itu. Allah Maha Adil, no doubt about it!  Manage pikiran kita untuk selalu berpikiran positif, salah satunya dengan cara mensyukuri apa yang kita miliki saat ini. Kita sebagai manusia memang seringkali egois, dikala keinginan kita belum terpenuhi, sementara melihat yang lainnya memiliki apa yang kita ingini, saat kekecewaan atas apa yang luput sedang meradang,  terbersitlah pikiran kenapa hidup ini tak adil? Helllooow,  kamu saat ini masih bisa bernapas, masih bisa makan dengan lahapnya, masih bisa tertawa, masih bisa menangis, masih bisa beribadah, dan masih bisa melakukan apapun. Banyak orang di luar sana yang untuk makan saja masih susah, makan apa nanti sore aja ngga tau bisa makan apa ngga karena ngga ada uang,  bahkan mengorek-orek tong sampah untuk mencari makanan sisa untuk dimakan 😦 banyak di luar sana yang terbaring di rumah sakit, untuk bernapas saja memerlukan alat bantuan. Tak sadarkah kita?  Hal-hal kecil itu  merupakan nikmat yang luar biasa sob, Alhamdulillah kita masih bisa menghirup udara pagi yang segar, masih bisa bercanda tawa dengan keluarga dan sahabat, masih bisa beribadah tuk mengumppulkan bekal di akhirat nanti,  dan masih banyak nikmat-nikmat lainnya… Coba luangkan waktu untuk merenungi itu, banyak sekali nikmat-nikmat yang Allah berikan pada kita. Kalaupun saat ini mungkin sedang mendapatkan cobaan, tetaplah bersabar, dan  ingatlah untuk selalu bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan, dalam kondisi bagaimanapun.. Bisa jadi cobaan itu menjadi sesuatu yang disyukuri karena insyaAllah ada hikmah dibaliknya.. cobalah buka mata hati kita dan katakan Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah 🙂

syukurr

Cobalah kita renungi dan resapi firman-firman Allah tentang perintah bersyukur. Terdapat banyak sekali ayat-ayat dalam Al-Quran yang membahas tentang syukur, beberapa diantaranya adalah sbg berikut.

Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. (QS. 4:147)

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS. 3:145)

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku.(QS. 2:152)

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. 31:14)

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)

Bersyukur sudah jelas-jelas adalah perintah dari Allah. Allah tidak pernah mengingkati janjinya, janji Allah akan memberikan balasan bagi orang-orang yang bersyukur. Allah mboten sare sob! Allah Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mengetahui, dan Allah selalu bersama kita 🙂

Ada salah satu hadits Rasulullah Muhammad saw ttg bersukur yang bagus untuk dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan:

“Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan.” (HR. Tirmidzi)

Subhanallah, indahnya bersyukur… So, let’s say ALHAMDULILLAH ^^

 

syukur

 

ps: *Referensi kumpulan dalil-dalil naqli ttg bersyukur yang lebih lengkap ada di sini dan referensi gambar diambil dari sini

 

Resep Sederhana “Sayur Bening Bayam Jagung”

Ini tulisan pertama saya tentang resep.. hehe belom pandai masak si, cuma pernah nyoba aja masak sendiri di kos, terutama masakan2 rumah yang ngga ribet bikinnya secara dapur di kosan sempit banget, dan udah beberapa lama ini ngga masak lagi  😦 mungkin lewat penulisan ini bisa mengumpulkan lagi semangat untuk memasak di kos 🙂

Anyway, menu andalan saya sih baru sayur bayam bening ama tumis kangkung hihihi kenapa andalan? krn gampang banget dan waktu itu ada kawan main dan disuguhi itu, dia sampai nambah gitu hehe ga biasanya dya makan banyak loh,, dan dia sendiri bilang tumis kangkung itu tumis kangkung yg paling enak yg pernah dia coba, lebay bgt sih temen saya ini 😀

Hmmmh berhubung yang sempat didokumentasikan adalah gambar sayur bayam yang pernah saya bikin, jadinya saya nulis resep sayur bayam bening aja ya… Ini porsi buat 3-4 orang kali ya sekali makan

Bahan2 nya >>  2 liter air, 2 ikat sayur bayam, 1 buah jagung manis muda, 3 siung bawang merah, 1 siung bawang putih, 1 ruas temu kunci (kurleb 2cm),  garam secukupnya, gula secukupnya, dan  wortel jika suka

Cara memasak:

  1. Siangi sayur bayam  dan cuci hingga bersih
  2. Panaskan 2 liter air dan masukkan jagung manis yang sudah dipotong2, tunggu sampai jagung lunak (plus masukkan wortel)
  3. Geprek atau bisa juga potong tipis-tipis (biasanya geprek) 3 siung bawang merah, bawang putih, dan temu kunci lalu masukkan dalam rebusan tadi
  4. Masukkan sayur bayam dan tambahkan garam dan gula secukupnya sampai terasa pas rasanya  menurut sobat  (ini tergantung selera masing2 yahh hehe)
  5. FInally done! dan tiriskan… gampang banget kann 😛

Tadaa.. ini dia penampakannnya, ambil semangkuk dulu 😀 Cocok banget kalo dihidangkan hangat2 dengan lauk tahu, tempe goreng, ikan asin, sambal tomat, dan tak lupa krupuknya,, hmmmhh so yummmyy!!

 

sayur bayamku

 

Btw, ngrebus bayamnya jangan lama2 ya sob, biar bayamnya masih seger dan kandungan gizinya ngga hilang. Hoya sayur bayam sebaiknya paling lama bertahan paling lama 5 jam dan jangan dipanasin lagi yaa.. krn kalau dipanasin lagi, bisa mengaktifkan zat beracun. Ini artikel singkatnya bisa dibaca di sini. Okey, sekian resep sederhana yang bisa banget sobat coba di rumah ^^