Sederhana Namun Penuh Makna :)

Hai blogger! udah lama ni ga update blog 🙂

Kali ini saya pengen bahas ttg bagaimana cara sederhana untuk menghapal Al-Quran. Pernah suatu ketika saya ikut kajian AA Gym di Masjid BI. Saat itu pas bertepatan dgn event wisuda para hafidz yang sudah dinyatakan lulus menghapal Al-Quran dalam beberapa tingkatan juz. Subhanallah lihat wajah2 mereka teduh banget! Ga berasa air  mata keluar dgn sendirinya. Salut melihat mereka dan ada rasa cemburu melihat mereka bisa menghapal Al-Quran di usia mereka yang masih muda. Para wisudawan hafidz/hafidzah itu masih duduk di bangku kuliah,, ada mahasiswa/i UI, IPB,  Gundar,  ITB, dll.

Dalam balutan busana mereka yg sederhana,, terpancar  aura positif yang menentramkan hati tatkala memandangi  hafidzah2 yang duduk berjajar di depan jamaah.. Terbersit niatan pengen bisa hapal Al-Qur’an minimal 1 juz aja dalam hidup ini.. Amiin Ya Allah

Nah, kebetulan saya baru menemukan artikel menarik ttg metode sederhana menghapal Al-Quran. Menurut saya, bahasanya mudah dicerna dan isinya jg aplikatif sangat bagi kita-kita yang bisa dibilang memliki banyak kesibukan #halahh 😉

Artikelnya saya ambil dari link ini:  metode sederhana menghapal Al-Quran. Di artikel tsb. dibahas keutamaan2 menghafal Al-Quran dan dilanjutkan dengan bahasan tips2 bagaimana menghapak Al-Quran di sela-sela kesibukan.

Baca artikelnya ya kawan.. InsyaAllah bermanfaat dan membuat semangat 🙂 Ini kutipannya:

Bismillah Ar-Rahmaan Ar-Rahiym.

Assalaamu ‘alaykum warahmatullaahi wabarakaatuhu
Alhamdulillah, Washshalatu wassalaamu ‘alaa Nabiyyinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi ajma’iyn. Ammaa ba’du.

Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy’an, banyak hadits yang menyebutkan tentang keutamaan menghapal Al-Qur’an, dan sepantasnya di hati setiap orang yang beriman memiliki keinginan yang kuat untuk menghafalkannya, dan senantiasa memiliki kecemburuan terhadap para penghafalnya, namun kecemburuan yang kami maksud bukanlah kecemburuan negatif yang menghendaki hilangnya suatu nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah ‘Azza wa Jalla kepada saudaranya dan kemudian nikmat tersebut beralih kepadanya, bukan itu Ikhwan dan Akhwat sekalian, akan tetapi yang kami maksud di sini adalah kecemburuan positif di mana kita pun menginginkan nikmat yang sama tanpa ada keinginan agar nikmat tersebut hilang dari saudara kita, sehingga kitapun saling berpacu bahkan saling tolong menolong dalam menggapai kebaikan tersebut.
Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy’an, sebelum kami masuk ke pembahasan metode maka terlebih dahulu kami ingin melampirkan beberapa dalil tentang keutamaan menghafal Al-Qur’an, dengan harapan ini semua akan lebih memacu kita semua untuk berusaha dan terus berusaha menghafalkan Al-Qur’an tersebut tanpa ada kata menyerah hingga KETETAPAN ALLAH datang menghampiri kita semua, Insyaa Allah, Allahu Akbar…!!!

1. Hati seorang individu Muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah ‘Azza wa Jalla.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas secara marfu:
“Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Quran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh”. (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dari Ibnu Abbas (2914), ia berkata hadits ini hasan sahih).

2. Memperoleh penghormatan dari Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam.

Dari Abi Hurairah Radiyallahu ‘anhu. ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam mengutus satu utusan yang terdiri dari beberapa orang. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam mengecek kemampuan membaca dan hafalan Al Qur’an mereka: setiap laki-laki dari mereka ditanyakan sejauh mana hafalan Al-Qur’an-nya. Kemudian seseorang yang paling muda ditanya oleh Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam :”Berapa banyak Al Quran yang telah engkau hafal, hai Fulan?” ia menjawab: aku telah menghafal surah ini dan surah ini, serta surah Al-Baqarah. Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam kembali bertanya: “Apakah engkau hafal surah Al-Baqarah?” Ia menjawab: Betul. Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:”Pergilah, dan engkau menjadi ketua rombongan itu!”. Salah seorang dari kalangan mereka yang terhormat berkata: Demi Allah, aku tidak mempelajari dan menghafal surah Al-Baqarah semata karena takut aku tidak dapat menjalankan isinya. Mendengar komentar itu, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Pelajarilah Al Qur’an dan bacalah, karena perumpamaan orang mempelajari Al Quran dan membacanya, adalah seperti tempat bekal perjalanan yang diisi dengan minyak misik, wanginya menyebar ke mana-mana. Sementara orang yang mempelajarinya kemudian dia tidur -dan dalam dirinya terdapat hafalan Al Qur’an- adalah seperti tempat bekal perjalanan yang disambungkan dengan minyak misik” (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2879), dan lafazh itu darinya. Serta oleh Ibnu Majah secara ringkas (217), Ibnu Khuzaimah (1509), Ibnu Hibban dalam sahihnya (Al Ihsaam 2126), dan dalam sanadnya ada ‘Atha, Maula, Abi Ahmad, yang tidak dinilai terpecaya kecuali Ibnu Hibban).

3. Penghafal Al Qur’an akan memakai mahkota kehormatan.

Dari Abi Hurairah Radiyallahu ‘anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: :”Penghafal Al Qur’an akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Qur’an akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Qur’an kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Qur’an memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan” (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2916), Ibnu Khuzaimah, al hakim, ia meninalinya hadits sahih, serta disetujui oleh Adz Dzahabi(1/533).)

4. Dapat membahagiakan kedua orang tua, sebab orang tua yang memiliki anak penghapal Al Qur’an memperoleh pahala khusus.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:
“Dari Buraidah Al Aslami Radiyallahu ‘anhu, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al Qur’an akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Qur’an akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”. Penghafal tadi menjawab; “saya tidak mengenal kamu.” Al Qur’an berkata; “saya adalah kawanmu, Al Qur’an yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka penghafal Al Qur’an tadi diberi kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat di bayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya: “kenapa kami di beri dengan pakaian begini?”. Kemudian di jawab, “kerana anakmu hafal Al Qur’an. “Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, “bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya.” Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil). (diriwayatkan oleh Ahmd dalam Musnadnya (21872) dan Ad Darimi dalam Sunannya (3257).)

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikanlah mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an” (Hadits diriwayatkan oleh Al Hakim dan ia menilainya sahih berdasarkan syarat Muslim (1/568), dan disetujui oleh Adz Dzahabi)

5. Akan menempati tingkatan yang tinggi di Surga Allah ‘Azza wa Jalla.

Sabda rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam: “Dari Sisyah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda; jumlah tingkatan-tingkatan surga sama dengan jumlah ayat-ayat Al Qur’an. Maka tingkatan surga yang di masuki oleh penghafal Al Qur’an adalah tingkatan yang paling atas, dimana tidak ada tingkatan lagi sesudah itu

6. Penghafal Al Qur’an adalah keluarga Allah ‘Azza wa Jalla.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:”Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu Ia berkata bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia.” Kemudian Anas berkata lagi, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bertanya: “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah. Baginda menjawab: “Ia itu ahli Qur’an (orang yang membaca atau menghafal Al- Qur’an dan mengamalkan isinya).Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.

7. Menjadi orang yang arif di surga Allah ‘Azza wa Jalla.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam “Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu Bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda; “Para pembaca Al Qur’an itu adalah orang-orang yang arif di antara penghuni surga,”

8. Memperoleh penghormatan dari manusia.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam “Dari Abu Musa Al Asya’ari Radhiyallahu ‘anhu Ia berkata bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Diantara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati Orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal Al-Qur’an yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Al-Qur’an tidak di amalkan, serta menghormati kepada penguasa yang adil.”

9. Hatinya terbebas dari siksa Allah ‘Azza wa Jalla.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam
” Dari Abdullah Bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu Dari Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam Baginda bersabda: ” bacalah Al Qur’an kerana Allah tidak akan menyiksa hati orang yang hafal Al Qur’an. Sesungguhanya Al Qur’an ini adalah hidangan Allah, siapa yang memasukkunya ia akan aman. Dan barangsiapa yang mencintai Al Qur’an maka hendaklah ia bergembira.”

10. Mereka (bagi kaum pria) lebih berhak menjadi Imam dalam shalat.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam: “Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu Dari Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam beliau bersabda; “yang menjadi imam dalam solat suatu kaum hendaknya yang paling pandai membaca (hafalan) Al Qur’an.”

11. Disayangi oleh Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam:”Dari Jabir Bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu Bahawa Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam menyatukan dua  orang dari orang-orang yang gugur dalam perang uhud dalam satu liang lahad. Kemudian nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam bertanya, “dari mereka berdua siapakah paling banyak hafal Al Qur’an?” apabila ada orang yang dapat menunjukkan kepada salah satunya, maka Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam memasukkan mayat itu terlebih dahulu ke liang lahad.”

12. Dapat memberi syafa’at kepada keluarga.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam”Dari Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhahu: “Barangsiapamembaca Al Qur’an dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya kedalam surga dan memberikannya hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya di mana mereka semuanya telah di tetapkan untuk masuk neraka.”

13. Merupakan bekal-bekal yang terbaik.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam”Dari Jabir bin Nufair, katanya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda; “Sesungguhnya kamu tidak  akan kembali menghadap Allah dengan membawa sesuatu yang paling baik daripada sesuatu yang berasal dari-Nya yaitu Al Qur’an.

Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy’an, semoga setelah menyimak beberapa keutamaan menghafal Al Qur’an tadi antum sekalian sudah memberanikan diri untuk Bersumpah bagi diri kita masing-masing bahwa DEMI ALLAH selama kita masih diberi kesempatan dan kesehatan oleh Allah ‘Azza wa Jalla, maka selama itu pula kita akan terus berupaya untuk menghafalkan kitab termulia tersebut yakni Al Qur’an meski sedikit demi sedikit.

Baiklah Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullah, menghafal Al Qur’an bukanlah perkara yang mudah, dibutuhkan keinginan yang kuat, keistiqamahan, kesabaran, dan disertai dengan UPAYA NYATA yakni mau memulai dan terus berusaha tanpa kenal lelah apalagi kata “MENYERAH”, namun menghafal Al Qur’an juga bukanlah amalan yang mustahil untuk dikerjakan OLEH SIAPA PUN, sampai kepada kita yang memiliki seabrek kesibukan lainnya, namun perlu kami ingatkan sekali lagi, bahwa harus SABAR dan ISTIQAMAH…!

Bagaimana metode menghafal bagi orang-orang yang memiliki kesibukan…?

Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy’an, antum jangan berfikiran bahwa dengan metode ini antum akan menghafal Al Qur’an dalam waktu setahun atau dua tahun, tidak Ikhwan dan Akhwat sekalian, bahkan metode ini membutuhkan waktu 15 hingga 30 tahun, TERLALU LAMA…? terserah penilaian antum bagai mana, namun setidaknya INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAPAL SAMA SEKALI, mungkin antum khawatir akan diwafatkan terlebih dahulu sebelum menyelesaikan hafalan…? Maka kami sampaikan bahwa SETIDAKNYA KITA BISA BERBAHAGIA KARENA MENINGGAL DALAM KONDISI MEMBAWA NIAT YANG MULIA YANG DIBENARKAN OLEH AMALAN YANG TENGAH KITA LAKUKAN, dan juga antum jangan berfikiran bahwa ini adalah pekerjaan yang mudah untuk dikerjakan tanpa kesabaran, keistiqamahan, dan tindakan nyata, sebab tanpa semua itu berarti antum hanyalah BERANGAN-ANGAN…!

Syarat yang WAJIB untuk antum penuhi sebelum melaksanakan metode ini adalah:

1. Niat karena mengharap Keridhaan Allah.

2. Mampu membaca Al Qur’an dengan tartil (tajwid yang benar), atau setidaknya antum terus berusaha untuk memperbaiki kualitas bacaan Al Qur’an antum.

Berikut adalah metode yang Alhamdulillah telah kami buktikan sendiri dalam kurun waktu yang belum genap setahun ini:

1. Mulailah menghafal dari Juz 30 atau juz 29 atau juz 28, setelah itu silahkan mulai dari Juz 1 dan seterusnya.

2. Gunakan Mushaf Al Qur’an Huffadzh, yakni Al Qur’an cetakan standard international, di mana setiap juz-nya rata-rata terdiri dari +/- 10 lembar (20 halaman; di mana setiap halaman maksimal terdiri dari 15 baris), usahakan istiqamah dengan satu mushaf, tapi bukanlah alasan untuk tidak menghafal ketika suatu ketika antum lupa membawa mushaf antum, tetaplah menghafal meski dengan mushaf yang berbeda, ini hanya untuk lebih memudahkan antum dengan sebuah kebiasaan.

2. Persiapkan diri dengan mengatur 5 waktu khusus untuk menghafal dalam sehari, dan kami sangat menyarankan bahwa waktu tersebut adalah setiap antum selesai menunaikan shalat fardhu.

Setiap waktu tersebut, hafalkanlah 1 baris, jika hal tersebut masih terlalu berat bagi antum maka cukup hafal setengah baris saja setiap selesai shalat fadhu, dan jika setengah baris ini masih memberatkan bagi antum, maka ‘afwan karena kami hanya mampu menyarankan kepada antum PERBANYAKLAH ISTIGHFAR…!!! (Ikhwan dan Akhwan sekalian, dengan menghafal 1 baris setiap selesai shalat fardhu, berarti insyaa Allah dengan kesabaran dengan keistiqamahan, antum akan Menghafal seluruh Al Qur’an dalam waktu 15 tahun, dan jika antum hanya sangguf menghafal setengah baris setiap waktu yang telah ditentukan tersebut, maka insyaa Allah dengan kesabaran dan keistiqamahan, maka antum akan menghafal seluruh Al Qur’an dalam waktu 30 tahun, sekedar mengingatkan bahwa setidaknya INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAPAL SAMA SEKALI).

Jika memungkinkan, cobalah antum mencari sahabat atau teman yang bisa ikut menghafal bersama antum, sebab hal tersebut akan lebih menguatkan bagi antum, boleh dari saudara, teman, istri, atau suami, namun jika tak ada satu pun maka sendiri juga insyaa Allah tidak mengapa, ANTUM PASTI BISA…!!!

Jika antum memiliki media yang memungkinkan untuk membantu antum seperti HP, MP3/MP4 Player, atau apa saja yang dilengkapi dengan fasilitas recorder & playback maka gunakanlah media tersebut, rekam suara (bacaan) antum pada media tersebut agar antum bisa mendengarnya di setiap kesempatan sebelum tiba waktu selanjutnya, kegiatan ini sebagai media muraja’ah dengan pendengaran sekaligus melatih telinga kita untuk terbiasa tidak mendengar hal-hal yang sia-sia seperti lagu dan musik.

6. Banyak-banyak berdo’a kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar dimudahkan, diistiqamahkan untuk menghafal Al Qur’an, juga agar diberi usia, kesehatan, dan kesempatan untuk menyelesaikan cita-cita mulia ini.

8. Gunakan kesempatan Qiyam Al Layl sebagai waktu tambahan untuk memuraja’ah hafalan-hafalan antum.

MANAJEMEN KEGIATAN MENGHAFAL:

1. Target hafalan adalah 1 halaman terhafal dengan lancar setiap pekannya (bagi yang sanggup untuk menghafal 1 baris setiap waktunya), atau setengah halaman terhafal dengan lancar setiap pekannya (bagi yang menghafal setengah baris setiap waktunya), cara mencapainya:
– Ba’da Subuh mulai hafal 1 Baris / setengah baris (pilih salah satunya sesuai kesanggupan, kemudian istiqamah-lah!!!).
– Ba’da Dzhuhur tambah hafal 1 Baris / setengah baris.
– Ba’da Ashar tambah hafalan 1 Baris / setengah baris.
– Ba’da Maghrib tambah hafalan 1 Baris / setengah baris.
– Ba’da ‘Isyaa’ tidak perlu tambah hafalan, khususkan waktu ini untuk memuraja’ah (mengulang-ulang) semua hafalan yang telah di hafal hari itu, jangan lupa di antara waktu shalat fardu, manfaatkanlah media yang antum miliki untuk memuraja’ah hafalan antum melalui pendengaran.
– Lakukan hal di atas selama 4 hari berturut-turut (hingga antum menyelesaikan target antum dalam sepekan yakni 1 atau setengah halaman).

2. Dalam sepekan terdiri dari 7 hari, namun dengan metode ini insyaa Allah maksimal dalam 4 hari antum telah menyelesaikan target hafalan antum untuk sepekan, berarti masih tersisa 3 hari dalam sepekan tersebut, GUNAKANLAH 3 hari tersebut untuk memuraja’ah hafalan antum pada pekan tersebut, INGAT…!!! jangan terburu-buru untuk pindah ke hafalan selanjutnya, tetaplah istiqamah dengan target antum yakni 1 atau setengah halaman setiap pekannya.

3. Dalam sebulan, terdiri dari 4 pekan, berarti dengan metode ini antum akan menghafal 2 lembar setiap bulannya (bagi yang menghafal 1 baris setiap waktunya), atau 1 lembar setiap bulannya (bagi yang menghafal setengah baris setiap waktunya). Dari sini bisa kita ketahui bahwa dengan metode ini kita bisa menghafal 2 juz dalam waktu 10 bulan bagi yang menghafal 1 baris setiap waktunya, atau 1 Juz dalam waktu 10 bulan bagi yang menghafal setengah baris setiap waktunya, sebab 1 Juz = 10 lembar Al Qur’an, Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullah, ini berarti dalam setahun tersebut ada waktu 2 bulan tersisa yang lagi-lagi bisa kita manfaatkan untuk KHUSUS memperlancar hafalan kita tersebut. Sekali lagi kami ingatkan, bahwa JANGAN menambah hafalan antum di waktu-waktu yang telah kita khususkan untuk muraja’ah.

KESIMPULAN DARI PENERAPAN METODE INI:

1. Jika antum menghafal 1 baris setiap waktunya, berarti antum akan menjadi seorang penghafal Al Qur’an dalam waktu 15 tahun, dengan kata lain “TIADA TAHUN KECUALI HAFALAN ANTUM BERTAMBAH SEBANYAK 2 JUZ”.

2. Jika antum menghafal setengah baris setiap waktunya, berarti antum akan menjadi seorang penghafal Al Qur’an dalam waktu 30 tahun, dengan kata lain “TIADA TAHUN KECUALI HAFALAN ANTUM BERTAMBAH SEBANYAK 1 JUZ”.

KELAMAAN IKHWAN DAN AKHWAT SEKALIAN…???

SEKALI LAGI… INGATLAH PESAN KAMI INI:

IKHWAN… SETIDAKNYA INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAFAL SAMA SEKALI…!!!
AKHWAT… SETIDAKNYA INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAFAL SAMA SEKALI…!!!

Jika suatu ketika antum futhur (lesuh semangat) dalam menggapai cita-cita mulia ini, maka ingatlah (bacalah) kembali hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam tentang keutamaan dan kemualiaan para penghafal Al Qur’an, dan ingatlah kedua ibu bapak antum yang pastinya ingin untuk dipakaikan Pakaian Kemuliaan beserta Mahkota kemuliaan di Akhirat kelak.

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa melindungi kita dari kefuhuran, dan menjadikan kita semua sebagai hamba-hambanya yang hafal Al Qur’an, mengamalkan, dan mendakwahkannya, serta mematikan kita semua dalam kondisi dada yang menyimpan Al Qur’an beserta kemuliaannya. Aamiyn Yaa Rabbal ‘Aalamiyn.

Semoga bermanfaat, Salam dan do’aku untuk antum semua wahai saudara-saudariku seiman,

Sumber: Islamedia

Damba Cinta-Mu

Damba Cinta-Mu ~ Raihan

Tuhanku ampunkanlah segala dosaku
Tuhanku maafkanlah kejahilan hambaMu

Ku sering melanggar laranganMu
Dalam sedar ataupun tidak
Ku sering meninggalkan suruhanMu
Walau sedar aku milikMu

Tuhanku ampunkanlah segala dosaku
Tuhanku maafkanlah kejahilan hambaMu

Bilakah diri ini kan kembali
Kepada fitrah sebenar
Pagi ku ingat petang ku alpa
Begitulah silih berganti

Oh Tuhanku Kau pimpinlah diri ini
Yang mendamba cintaMu
Aku lemah aku jahil
Tanpa pimpinan dariMu

Ku sering berjanji depanMu
Sering jua ku memungkiri
Ku pernah menangis keranaMu
Kemudian ketawa semula

Bilakah diri ini kan kembali
Kepada fitrah sebenar
Pagi ku ingat petang ku alpa
Begitulah silih berganti

Oh Tuhanku Kau pimpinlah diri ini
Yang mendamba cintaMu
Aku lemah aku jahil
Tanpa pimpinan dariMu

Kau Pengasih Kau Penyayang Kau Pengampun
Kepada hamba-hambaMu
Selangkah ku kepadaMu
Seribu langkah Kau pada ku

Tuhan diri ini tidak layak ke syurga Mu
Tapi tidak pula aku sanggup ke neraka Mu

Ku takut kepadaMu
Ku harap jua padaMu
Moga ku kan selamat dunia akhirat
Seperti rasul dan sahabat

Jilbab Paris Buat ke Pesta? Diapain yaa?!

Hai blogger !  🙂 Kali ini saya lagi berbaik hati,, mau bagiin tips berhijab buat ke kondangan 😛  Saya sharing di tulisan ini juga yah, krn banyak yg komentar bahkan minta diajarin 😮

Eniwei akhirnya  nemu juga model hijab buat ke pesta yang menurut saya simple banget… Yang dibutuhin cuman ciput or ninja, jarum pentul, jilbab paris, dan headband.. Ga ribet kan? 😀  Tutorialnya saya dapet dari youtube: tutorial hijab headband  (diupload sendiri oleh Zaskia Adya Mecca)

 

Tutorialnya mudah diikutin kan?!  hmmmh saya nyoba praktekin kemaren, ga mirip2 amat si,, ditambahin kreasi sendiri aja enaknya gmn hohoho, ini versi zaskianya:

Nah kalo yang ini versi saya (pojok kiri) :

Hoho, parisnya beda jenis keknya,,, paris di tutorial lebih lebar.. Kalo headbandnya kebetulan saya nemu headband lucu,, nyari yg mirip di tutorial susah euy!! Ni headbandnya, nemu 2 yg lucu 😛

Ok, that’s it!! Silakan mencoba, semoga bermanfaat ya 🙂

 

“Istimewa”

3 hari lalu, saya dapet tugas ke Semarang.. di sana, saya bertemu dengan seorang wanita yang menurut saya Subhanallah sangat! Ya, dia pinca salah satu kanca BRI di Semarang, subahanallah cantiknya, smart, tegas, bahkan Islami juga (mupeng deh)… Dulu pas kali pertama kali dateng ke ruangan beliau, saat itu beliau lagi baca Quran di mejanya… pas yg kemaren ketemu, beliaunya saya tau ternyata rutin puasa sunnah Senin Kamis *dalam hati bilang Subhanallah dan Astaghfirullah,  masa yg lebih muda dan biasa saja seperti saya kalah ibadahnya dibanding beliau yg super sibuk pastinya

Waktu bertemu, Ibu itu banyak cerita, tentang kerjaan bahkan cerita ttg anak2nya dan juga famili or temennya dgn kisah yg inspiratif. Satu kalimat quote yang ga bakal saya lupa dr beliau adalah: “kalau mau dapat yg istimewa, ibadah ke Allah juga harus yang istimewa”

OK, noted Bu 🙂

Perlukah Kita Bernazar ???

“Nazar”, kata ini pertama kali saya tau maknanya saat duduk di bangku SMA, dari guru agama waktu itu. Akhir-akhir ini saya sadar, menurut pendapat pribadi nih, kalo bisa janganlah kita membuat nazar… sedikit menyesal krn 3 tahun lalu entah  lupa karena kejadian apa sampai2 saya bernazar yang “cukup” berat,, tapi insyaAllah measurable dan berpahala amiin…

Pengetahuan saya ttg nazar waktu itu masih minim, sehingga begitu mudahnya mengucap nazar saat itu…. Astaghfirullah 😦

Tergelitik jemari  saya untuk mencari berbagai informasi tentang segala hal yang berkaitan dengan nazar. Sebenernya ada ngga sih nazar itu dalam Islam?! Boleh ngga sih? Bagaimana hukumnya? Di tulisan kali ini saya sedikit merangkum informasi2 ttg nazar dari beberapa sumber yang Insya Allah dapat dipercaya…

Nazar pada dasarnya adalah janji kepada Allah. Janji akan melakukan suatu kebaikan ketika apa yang menjadi keinginan kita dipenuhi oleh Allah. Setelah baca beberapa artikel, saya baru tau kalo ternyata masih terdapat perbedaan pendapat para ulama pada hukum nazar itu sendiri.

Informasi dari link ini, menyebutkan bahwa bernazar itu hukumnya makruh, dasarnya adalah beberapa dalil hadits berikut:

Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi صلى الله عليه وسلم melarang untuk bernazar, beliau bersabda :

لا تنذروا فإن النذر لا يغني من القدر شيئا وإنما يستخرج من البخيل

“Janganlah kalian bernazar. Sesungguhnya ia tidak bisa mempengaruhi takdir. Sesungguhnya nazar itu hanya dilakukan oleh orang yang kikir.” [HR Muslim (1640)]

Di dalam riwayat Ibnu Umar:

النذر لا يقدم شيئا ولا يؤخره وإنما يستخرج به من البخيل

“Nazar itu tidak bisa mempercepat datangnya sesuatu atau memperlambatnya. Sesungguhnya nazar itu hanya dilakukan oleh orang yang kikir.” [HR Muslim (1639)]

Berikut penjelasan dari hadits tsb.

Para ulama menjelaskan makna kalimat “Sesungguhnya nazar itu hanya dilakukan oleh orang yang kikir”. Maknanya adalah pada umumnya seorang yang kikir tidaklah pernah mau mengeluarkan hartanya kecuali bisa mendapatkan gantinya dalam jumlah yang lebih banyak dalam waktu yang cepat. Begitupula seorang pelaku nazar biasanya tidak pernah melakukan nazar secara murni sukarela, akan tetapi dia melakukan nazar sebagai imbalan atas pengabulan permintaannya, seperti penyembuhan penyakit atau hal-hal yang lainnya. (mengutip dari sumber ini)

Jadi, sebaiknya hati-hatilah jika kita berniat untuk bernazar… kalo bisa tahan diri kita untuk bernazar. Tetap berkhusnuzon, sabar, istiqomah berdoa dan tawakkal pada Allah apapun itu hasilnya insyaAllah itu yang terbaik menurut Allah. Kita tidak pernah tau seperti apa skenario-Nya mengatur jalan hidup kita. Berserah dan berpasarahlah setelah berusaha seoptimal mungkin, hmmh klise ya? tapi yaa begitulah hidup, it’s a must!! 🙂

Lantas, bagaimana bagi kita yang sudah terlanjur mengucap nazar?

Selama nazar itu dalam bentuk ketaatan pada Allah, maka kita harus menunaikannya. Sebaliknya, jika nazar itu dalam bentuk maksiat, maka kita harus meninggalkannya.

Berikut adalah dalil-dalil yang mewajibkan kita menunaikan nazar:

وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ

“Maka hendaklah mereka menunaikan nazar mereka.” [QS Al Hajj: 29]
Firman Allah ta’ala:
 يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا
“Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.” [QS Al Insan: 7]
Dari sunnah, hadits Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwasanya Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلَا يَعْصِهِ
“Barangsiapa yang bernazar untuk menaati Allah maka taatilah Dia.
 Barangsiapa yang bernazar untuk bermaksiat kepada Allah maka janganlah dia bermaksiat kepada-Nya.” [HR Al Bukhari (6696)]

Nah, sekarang bagaimana kalo misalkan kita tidak mampu membayar nazar? Maksudnya, nazar yang kita ucapkan dahulu merugikan diri sendiri dan tidak baik, nah ini ada solusinya yang saya peroleh informasinya dari forum konsultasi di Republika:

Jika nazar yang kita ucapkan sifatnya merugikan dan tidak baik, maka kita batalkan nazar tersebut dan wajib bagi kita untuk menebusnya dengan kaffarat nazar. Serta mohon ampunan-Nya atas kelalaian kita mengucapkan nazar tersebut. Rasulullah bersabda:

“jika kamu telah bersumpah, kemudian melihat yang lebih baik daripada sumpahmu, maka lakukanlah tebusan kaffarat sumpahmu, kemudian lakukanlah yang lebih baik.” (Muslim no. 3120).

Tebusan pelanggaran nazar sama dengan tebusan (kaffarah) pelanggaran sumpah yaitu memilih salah satu di antara beberapa pilihan: Memberi makan 10 orang miskin dengan makanan yang biasa diberikan kepada keluarga sendiri, atau memberikan pakaian pada 10 orang miskin, atau memerdekakan seorang budak. Dan orang yang tidak mampu melakukan itu semua, maka kaffarah-nya puasa 3 hari.

Allah berfirman, “Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah) tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafarat sumpah itu ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka, atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kafarat sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar).” (QS Al Maidah: 89).

Dilihat dari hukum nazar itu sendiri, ada penggolongan sbb:

1.Nazar taat dan ibadah, ini wajib ditunaikan dan bila dilanggar harus membayar kaffarah (tebusan).
2.Nazar mubah, yaitu bernazar untuk melakukan suatu perkara yang mubah/diperbolehkan dan bukan ibadah maka boleh memilih melaksanakannya atau membayar kaffarah.
3.Nazar maksiat, nazarnya sah tapi tidak boleh dilaksanakan dan harus membayar kaffarah.
4.Nazar makruh, yaitu bernazar untuk melakukan perkara yang makruh maka memilih antara melaksanakannyaatau membayar kaffarah.
5.Nazar syirik, yaitu yang ditujukan untuk mendekatkan diri kepada selain Allah maka nazarnya tidak sah dan tidak ada kaffarah, akan tetapi harus bertaubat karena dia telah berbuat syirik akbar

Dari rangkuman informasi2 yang saya dapat itu, saya pribadi sudah berniat untuk tidak melakukan nazar lagi. Cukup nazar yang lalu dan harus segera ditunaikan!!

Hmmh cukup panjang lebar ya, semoga informasi ini bermanfaat bagi saya maupun Anda blog walker yang terdampar di blog saya 🙂

Peristiwa Subuh…

Nice song from raihan… ( merasa tersindir,, setelah bangun padahal udah denger azan shubuh,, eh malah lanjut tidur lagi,, astaghfirullah,,,)

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi
Berkumandang suara adzan
Mendayu memecah sepi
Selang seli sahutan ayam

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi
Berkumandang suara adzan
Mendayu memecah sepi
Selang seli sahutan ayam

Tapi insan kalaupun ada hanya
Mata yang celik dipejam lagi
Hatinya penuh benci
Berdengkurlah kembali
Begitulah peristiwa di subuh hari
Suara insan di alam mimpi

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi
Berkumandang suara adzan
Mendayu memecah sepi
Selang seli sahutan ayam

Ayuh bangunlah
Tunaikan perintah Allah
Bersujud mengharap keampunan-Nya
Bersyukurlah bangkitlah segera
Moga mendapat keridhoan-Nya
Begitulah peristiwa di subuh hari
Setiap pagi setiap hari

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi
Berkumandang suara adzan
Mendayu memecah sepi
Selang seli sahutan ayam

Are you having hair loss problem? here’s the solution :)

Sekedar bagi2 tips nih.. who knows bisa bermanfaat, silakan dinikmati 🙂

ya.. bagi blogger yang lagi punya masalah rambut terutama kerontokan (istilahnya hair loss or hair thinning), ngga usah dibawa stress.. nanti malah nambah de hair loss nya 🙂 coz salah satu penyebab hair loss adalah stress.

lewat tulisan ini, saya mau share pengalaman yang moga aja bisa jadi salah satu solusi dr sekian banyak solusi untuk problem hair loss…

Eniwey.. sebelum ngasih tips yang udah teruji (belom ada riset loh u/ tips yg nanti saya kasih, it’s just my real experience), akan sedikit dibahas dulu apa aja si yang menyebabkan hair loss? Nah.. menurut beberapa sumber (http://familydoctor.org/online dan http://muslimah.or.id) penyebab hair loss diantaranya adalah akibat pengaruh hormon yang ga seimbang, pengunaan obat-obatan tertentu (e.g. obat buat penyembuhan kanker, birth control, even kelebihan vitamin A), kondisi psikis misal lagi stres, penyakit tertentu misal lupus, diabetes, dan infeksi jamur yang nyerang kuluit kepala. Selain itu, penggunaan shampo yang ga tepat, rambut sering diiket apalagi kalo pake karet gelang, dan juga langsung pake jilbab saat rambut masih basah setelah keramas, juga bisa menjadi penyebab hair loss.

Menurut ahli nih, Dr. Judith Reichman (http://www.msnbc.msn.com/), kerontokan emang identik terjadi pada kaum adam, but 38% kaum hawa juga bisa mengalami hair loss pada masa antara pubertas n usia tua. So, emang wajar aja si kalo blogger khususnya kaum perempuan, punya rasa panik bilamana setiap kali menyisir rambut, banyak banget rambut rontok yang menempel di sisir.. pasti pada stress mikirin bisa2 jadi botak yah? Wait!! jangan keburu stress!!! Menurut Reichman, saat stress Anda udah hilang, dalam waktu 6 bulan Anda bisa melihat pertumbuhan rambut Anda.

Nah.. pengalaman yang ada si emang dulu sempet stress. Beberapa shampo anti kerontokan n treatment pun dicobain, n hasil yang bisa dibilang bagus si emang creambath pake ginseng. But, kalo sering creambath.. bakalan bangkrut ni kocek mahasiswa (sekarang udah bukan mahasiswa lagi :p). Finally, ada temen yang nyaranin suatu produk tradisional buat hair treatment.. (btw just info, saya bukan duta produk itu ko.. so apa yang ditulis ini is my real experinece.. :D). Yah.. akhirnya saya coba de.. dan ternyata saya yang makenya ngga rutin2 amat, alhamdulillah 97% hair loss nya udah ngga ada.. wah.. apalagi kalo make rutin ya :D. nah penasaran apa produknya?? Yup.. rangakaian hair treatment yang saya pake adalah hair treatment dr mustika ratu: hair oil cem-ceman, shampo bayam, hair mask cem-ceman akar wangi, n hair tonic penyubur rambut. Aromanya enak ko… kayak jamu2 gmn gt… dan harga juga terjangkau (ngga lebih dari 100rb, insyaAllah kalo harganya belom berubah ya sekarang,, hehe) Nah,, untuk manfaat masing2 produk, bisa dibaca di situs mustika ratu ya (http://www.mustika-ratu.co.id/), saya cape nulisnya.. hihihi. Kalo gimana cara penggunaannya si gpp saya tulis, coz di situsnya ngga ada.. Pertama, minyak cem-ceman diolesin di kulit kepala n rambut Anda, satu jam sebelum keramas, trus keramas de pake shampo bayam, setelah keramas, olesin hair mask di kulit kepala sambil dipijat2 n then tutup dengan handuk hangat kurang lebih 15 menit, trus lanjut keramas lagi.. abis keramas, olesi kulit kepala dengan hair tonic. Btw hair tonic nya bisa dipake kapan aja.. ngga musti setelah keramas aja. Ngga ribet2 banget kan?? Ada kurang lebih satu bulan, hasilnya bisa keliatan… Saya ngga menjamin juga si, coz setiap orang pastinya ada yang cocok dan ada juga yang ngga cocok dengan produk tertentu…

Btw untuk tips2 yang sifatnya teknis, silakan kunjungi situs ini: http://muslimah.or.id/

Silakan mencoba 🙂