Indonesia, Keep Being Positive!

Awalnya saya enggan menuliskan tentang topik ini,  berusaha hanya simpan dalam hati, tapi ternyata hati ini memaksa menggerakan tangan untuk menuliskan opini pribadi  yang  sudah saya yakini dan berharap bisa memberikan sedikit kontribusi dalam mengisi kemerdekaan untuk menjaga masa depan bangsa Indonesia. Entah kenapa beberapa tahun terakhir ini, saya merasakan  pertumbuhan yang pesat akan benih-benih kebencian yang muncul atau mungkin sengaja dimunculkan agar terjadi kekacauan dalam  masyarakat (terutama di sosial media) yang punya pilihan berbeda dalam politik, agama, sosial, dan budaya (nauzubillah..). Mungkin bagi sebagian besar orang, merasa saat ini biasa saja dan menganggap lebai beberapa kekhawatiran terhadap isu-isu yang terjadi dalam kehidupan berbangsa, tapi bagi saya setelah melihat dan menghubungkan kejadian-kejadian yang terjadi, kok semakin membenarkan apa yang dulu dikhawatirkan sebagian kelompok yaa, seperti munculnya aroma-aroma yang mengarah ke paham-paham yang tidak sesuai dengan syariat dan Pancasila,, btw  saya bukan pengamat politik tentunya, tapi berdasarkan opini pribadi saja, itulah yang saya lihat dan rasakan. Hmmh saya rindu Indonesia yang dulu dikenal sebagai bangsa yang santun, beradab, dan ramah..

Semoga Allah lindungi bangsa Indonesia dari orang-orang yang dzolim yang ingin memecah belah dan menghancurkan bangsa kita. Yuk kita masukkan dalam doa harian kita semoga di Pilpres 2019 nanti, Allah pilihkan pribadi terbaik yang tepat untuk memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia, orang yang niatnya  bersih dan benar-benar berjuang untuk menjadikan bangsa Indonesia bangsa yang bermartabat, beradab, dan sejahtera rakyatnya.

To be honest, sampai saat ini saya masih mempercayai apa yang muncul dalam mimpi saya 5 tahun lalu, disitu saya bermimpi berbicara dengan Pak Prabowo, dalam mimpi itu saya teryakinkan bahwa beliau orang yang ikhlas mengabdi dan berjuang untuk bangsa Indonesia. Namun, banyak tuduhan-tuduhan negatif di luar sana yang sangat bertolak belakang dengan realitanya,, karena itulah saya menangis di depan bapaknya.. kok bisa ada orang sekuat itu “nerimo” dan dari sanalah saya yakin bahwa beliau seorang satria piningit yang menurut saya pantas untuk memimpin negeri ini. Terlebih lagi melihat hasil ijtima ulama dan orang-orang di sekitarnya yang santun dan berilmu, yaa itulah yang saya yakini hingga saat ini.. Misalkan kita berbeda pilihan, please jangan saling nyinyir menyebarkan kebencian, kita pasti punya alasan untuk menentukan pilihan, hargailah pilihan orang yang berbeda, tapi please jangan sebarkan ujaran-ujaran kebencian dan tuduhan tak terbukti  terhadap orang yang berbeda pilihan  dan kepada  semua sosok capres serta cawapres kita. Kita semua bersaudara, sebangsa, dan setanah air, Indonesia.

Let’s keep being positive and spread the positivity!

Tips Agar Ngga Baper (Bawa Perasaan) dan Selalu Bersyukur #Beropini

Dear sob.. salah satu agenda saya di tahun 2018 ini adalah minimal memposting 1 (satu) postingan di blog  dalam sebulan 😀  Kebetulan lagi kepikiran gimana caranya agar ngga gampang baper dan selalu bersyukur akan hidup saya saat ini, so it will be better to post it in this blog for reminding me too 🙂

Hmmh saya awali dengan satu pertanyaan:  apa yang sobat lakukan di waktu luang? misal lagi nunggu temen yang janji ketemuan, lagi di perjalanan kereta atau commuter line, nunggu angkot, gojek,  dosen dateng,  rapat, dkk

Saya yakin mostly adalah megang dan  ngeliatin smartphone =) Dari pengamatan yang saya lakukan saat naik commuter line, kebanyakan si  nonton serial korea, nge-game, liat liat facebook (FB) dan  instagram (IG). Di jaman now ini, sosial media terutama seperti IG dan FB menjadi wadah bagi masyarakat milenial untuk mengabadikan dan membagikan moment-moment bahagia, mencari inspirasi dan informasi, promosi jualan, menjawab ke”kepo”an, bahkan bisa menjadi tempat curhat.

Popular social media website logos printed on paper and hanging
Gambar diambil dari sini

Kebiasaan  setiap hari melihat IG dan FB memiliki pengaruh yang besar bagi cara berpikir kita.  Di sosial media,  netizen pastinya memposting foto-foto yang bahagia, indah, dan nampak sempurna. Tak jarang kita jadi mupeng (muka pengen), iri, membandingkan dengan kondisi kita sekarang, jadi kurang bersyukur dengan apa  yang ada dan akhirnya baper 😦

So, menurut saya, terlalu sering melihat sosial media spt IG dan FB bisa menjadi andil dalam memberikan efek negatif bagi jiwa dan pikiran kita.. (ngga menampik bahwa ada efek positifnya juga yaa seperti bisnis, belanja online, dkk :))

Oleh karenanya, mengurangi untuk kepoin timeline instagram dan fb adalah salah satu tips ampuh untuk menjadikan kita pribadi yang ikhlas dan bahagia menerima diri dan kehidupan kita seperti apa yang ada sekarang dan tentunya mengurangi kebaperan kita setelah melihat sosmed. Lihatlah realita kehidupan di sekitar kita, banyak yang jauh di bawah kita, menghadapi problema – problema kehidupan yang beragam.. Hidup ga sesempurana di instagram yaa 😀

Intinya, bijaklah dalam menggunakan sosial media, niatkan penggunaannya untuk tujuan positif misal bisnis online, beli fashion, cari informasi positif, dan sebagainya..

Yuk, niatkan mulai kurangin aktivitas2 yang kurang penting yang membuat waktu kita terbuang sia-sia. Be productive sob!