#2 Resensi “Delapan Mata Air Kecemerlangan”

Malam tadi udah ada putusan final MK terkait pengaduan hasil pilpres 2014, alhamdulillah ngga ada kerusuhan yang terjadi dan pihak Prabowo-Hatta menerima putusan itu dengan baik.  Rada kecewa sebenarnya, tapi ya sudahlah, itu qadarullah.. insyaAllah ada hikmahnya 🙂 Eniweii bener juga mimpi jauh-jauh hari sebelum pemilu, Prabowo masuk mimpi gitu (ada2 aja nih mimpi), dalam mimpi itu si bapak curhat gitu lah ke saya kalo niat tulus dia ngga dianggap sama masyarakat,, sampai-sampai saya nangis dalam mimpi itu dan terbangun >.<, semenjak itu jadi gigih saya harus bisa ikut nyoblos di pemilu presiden 2014 ini dan semangat ngurus form A5 di KPUD Jaksel :)) Semoga tetep berjuang untuk Indonesia ya Pak, meski ngga di pemerintahan.. Amiin dan semoga Indonesia terwujud menjadi lebih hebat seperti apa yang menjadi slogan Jokowi-JK di bawah kepemimpinan mereka, Amin Ya Allah..

Ok, back to topic kali ini, saya akan membahas buku berikut:

Judul Buku:  Delapan Mata Air Kecemerlangan
Penulis:  Anis Matta
Penerbit:  Tarbawi Press (2009, Cetakan Kelima 2014)
Tebal:   259 hlm.

anis matta

Buku ini buku lama,  sudah banyak resensinya dari tahun 2009. Tapi saya coba untuk menulis lagi sekedar untuk mengikat kembali apa yang sudah saya baca ke dalam sebuah tulisan yang sewaktu-waktu bisa saya baca lagi ikhtisarnya melalui blog ini. Jujur, saya membaca buku ini karena mau ngga mau harus saya baca karena udah janji ke teman kalau saya akan membedah buku ini.. selain itu sebagai tantangan pribadi juga membaca buku dari Anis Matta 😀 Dan akhirnya dengan tekad yang kuat, bisa juga saya lahap buku ini semalaman hehe, awalnya membacanya saat sabtu siang pulang dr kegiatan sambil sandaran di dipan.. eh malah ketiduran euyy dari ba’da duhur ampe menjelang maghrib >.< Ini efek ga terbiasa baca buku yang menurut saya cukup berat dan membosankan di awal ahaha jadinya malah tidur pulas banget deh.. tapi karena besoknya saya harus membawakan bedah buku buat temen-temen, mau ngga mau saya harus menyelesaikan membaca buku setebal 200-an halaman ini dalam semalam.. Alhamdulillah bisa, dengan tekad yang kuat 🙂

Awalnya ngga ada niatan untuk membeli buku ini. Gegara liat timeline twitter, ada akun @InspirasiBuku yang menjual buku-buku Salim A. Fillah dengan diskon 20%, dan ada juga dia jual buku Anis Matta. Saya penasaran dengan tulisannya, karena banyak yang bilang buku-buku Anis Matta itu bagus banget.. dan banyak yang bilang juga kalo Anis Matta itu cerdas banget. Jadinyaa, untuk mengobati penasaran, akhirnya saya beli 2 buku Anis Matta, Delapan Mata Air Kecemerlangan dan Serial Cinta. Saya tertarik untuk membaca terlebih dahulu buku yang berjudul “Delapan Mata Air Kecemerlangan ini” Dan setelah membacanya, saya sepakat,, tulisan bung Anis Matta emang top n keren bgt!

Delapan Mata Air Kecemerlangan ini bisa dikatakan sebuah buku falsafah hidup terapan tentang bagaimana menemukan sumber potensi diri untuk membentuk pribadi muslim yang cemerlang dalam kehidupan ini. Menurut Anis Matta, “Jika kita mau membangun kembali manusia-manusia Muslim yang cemerlang yang menjadi salah satu pusat pesona Islam, maka kita harus mempertemukan kembali manusia-manusia Muslim itu dengan mata air kecemerlangan mereka.”  Terdapat 8 sumber mata air kecemerlangan dalam setiap pribadi yang bisa kita temukan. Dalam buku ini, penulis juga memberikan langkah-langkah aplikasi untuk menerapkannya. So, praktis banget sebenarnya buku ini. Cocok banget di kala sobat lagi sendirian di kamar, nyiapin note dan alat tulis, sambil dengerin musik instrument klasik, sambil baca buku ini, dan sambil nulis-nulis langkah aplikasi yang diinstruksikan, banyaknya berupa muhassabah. Berhubung waktu yang terbatas kala itu, saya sekedar baca saja tanpa corat-coret, biar cepet kelar bacanya hehe. Hanya membaca aja, alhamdulillah ada pengaruhnya dan jleb jleb jleb! apalagi kalo sobat sambil nulis ya.. hmmmh sepertinya lbh mengena 🙂

Apa saja delapan sumber mata air kecemerlangan itu? This is it!

1. Konsep Diri

Konsep diri merupakan suatu kesadaran pribadi yang utuh, kuat, jelas, dan mendalam tentang visi dan misi hidup. Adanya konsep diri ini menciptakan perasaan yang terarah dalam menjalani hidup. Konsep diri manusia Muslim adalah kesadaran yang mempertemukan antara kehendak-kehendak Allah dengan kehendak-kehendak manusia, antara model manusia Muslim yang ideal dengan kapasitas dirinya yang nyata dan unik, antara idealisme Islam dengan kemampuan dirinya yang nyata.  Menurut penulis, misi hidup kita itu “given”. Tak perlu lah kita memikirkan apa sebenarnya misi hidup kita. Misi hidup kita adalah beribadah kepada Allah, dalam arti yang seluas-luasnya untuk mendapatkan ridha dan surga-Nya. Allah memberikan kemampuan dasar bagi manusia yaitu fisik, intelektual, dan spiritual.

Konsep diri terbentuk jika ada keseimbangan antara “Aku Diri”, “Aku Sosial”, dan “Aku Ideal”. Seseorang yang “Aku Diri” nya lebih dominan, dia cenderung keras kepala, sombong, cenderung mandiri namun tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, tertutup, dan egois. Seseorang yang “Aku Sosial” nya lebih mendominasi, dia selalu bergantung dengan orang-orang di sekitarnya, ngga mandiri, minder, bisa bekerjasama namun tidak bisa berpengaruh. Sementara orang yang “Aku Ideal” mendominasi, cenderung pemimpi dan tidak realistis, no action talk only, bisa bekerjasama namun tak ada kontribusi yang jelas. Dalam mata air ini, langkah aplikasi untuk menemukannya adalah melalui perenungan.

2. Cahaya Pikiran

“Anda adalah cermin dari pikiran-pikiran Anda sendiri” (Syekh Muhammad Al Ghazali). Kualitas pikiran kita, akan membentuk kualitas kepribadian kita, dan kualitas kepribadian kita, akan membentuk kualitas hidup kita. Adapun langkah dalam memenej pikiran kita dalam buku ini dijelaskan diantaranya dengan mendeteksi lintasan pikiran kita, jadilah manusia berpengetahuan, ketahuilah apa yang harus kita ketahui, dan tingakatkan kemampuan berpikir kita.

3. Kekuatan Tekad

Tekad adalah energi jiwa yang memberikan kekuatan kepada pikiran untuk mengubahnya menjadi tindakan. Kesuksesan seseorang tidak hanya bersumber pada kecerdasan, tetapi ditentukan oleh sifat-sifat jiwanya, yaitu kesabaran, keuletan dan ketekunan. Ketiga sifat jiwa ini adalah buah dari tekad yang kuat. Sumber tekad adalah obsesi dan cinta. Sementara virus yang menyerang tekad adalah marah, banyak bicara, usil, suka disanjung tapi tidak tahan kritik. Langkah aplikasi kita untuk menemukan sumber mata air ini adalah dengan merumuskan obsesi hidup, bekerja dengan motivasi tinggi, jaga ketenangan dan stabilitas emosi, meningkatkan kemampuan konsentrasi, dan pertahankan optimisme dan kegembiraan jiwa.

4. Keluhuran Sifat

Dari mata air keluhuran sifat, semua nilai-nilai kemanusiaan yang mulia menjadi satu-kesatuan dan menampakkan diri menjadi sifat-sifat yang terpuji. Kekuatan pesona keluhuran sifat ini seperti sihir yang akan meanaklukkan akal dan hati orang-orang yang berada di sekitarnya. Terdapat 5 akar keluhuran sifat yang menjadi sumber dari sifat-sifat luhur lainnya. Kelima akar keluhuran sifat ini adalah cinta kebenaran, kesabaran, kasih sayang, kedermawanan, dan keberanian.

5. Manajemen Aset Fundamental

Aset fundamental yang dimiliki manusia adalah kesehatan dan waktu. Kesehatan dan waktu adalah perangkat kehidupan yang terbatas. Akan tetapi, manusia-manusia cemerlang selalu dapat meraih sesuatu secara maksimal dari semua keterbatasan yang melingkupinya. “Setiap manusia mempunya dua wadah yang relatif sama: waktu dan fisik. Tapi setiap orang mengelola keduanya, itulah yang memberikan hasil yang berbeda.” Manajemen kesehatan adalah bagaimana kita mencapai kondisi fisik yang sehat, bugar, kuat, dan lincah. Manajemen waktu dapat dilakukan dengan memaksimalkan keterbatasa, distribusi cita-cita, dan keteraturan (mempertahankan komitmen keteraturan, berusaha menikmati rutinitas, menyusun jadwal kerja).

6. Integrasi Sosial

Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan masyarakat dimana kita berada merupakan ukuran kematangan pribadi seseorang dan lingkugan sosial tersebut harus dipandang sebagai wadah bagi kita untuk menyebar kebaikan. Adapun virus sosial diantaranya angkuh, dendam, narsis, kasar, kikir, penakut, dan minder.

7. Kontribusi

Kehadiran sosial kita tidak terhenti pada tahap partisipasi, tetapi harus ada tindakan nyata, ada karya besar yang harus kita kontribusikan pada masyarakat, yakni kontribusi pada wilayah pemikiran, profesionalisme, kepemimpinan, finansial, dll.

8. Konsistensi

Bagian yang paling menentukan dalam kehidupan seseorang adalah akhir hidupnya. Untuk bertahan di puncak obsesi pada kesempurnaan pribadi, dapat kita lakukan dengan keistiqomahan dalam melakukan perbaikan yang berkesinambungan, melakukan pertumbuhan tanpa batas akhir, mempertahankan semangat kerja dengan menghadirkan kerinduan pada surga dan kecemasan pada neraka, serta berdoa pada Allah untuk mendapatkan husnul khotimah.

8 mata air Gambar diambil dari sini

Itulah delapan mata air kecemerlangan yang ada dalam setiap diri kita. Mari menemukannya untuk menjadi agen muslim yang baik, agen rahmatan lil ‘alamiin. Amiin 🙂

#1 Resensi “Hikmah Berserak dari Bumi Gaza Palestina”

Bismillah.. pengen nyoba nulis resensi di blog ini sob hihii. Harap dimaklumi ya kalau resensinya masih cupu 😀 Ini masih tahap belajar dan buat memotivasi diri juga buat ngabisin buku-buku yang terbeli namun belom terbaca 😛

Ok, ini buku pertama yang akan saya review 🙂

 

Judul Buku  :   Hikmah Berserak Dari Bumi Gaza Palestina
Penulis         :   Hj. Nurjanah Hulwani, S.Ag.
Penerbit      :   Gema Insani (Februari 2014)
Tebal            :   192 hlm.

 

image

Buku ini saya beli setelah mengikuti kajian dengan pembicara Ustadzah Nurjanah seminggu yang lalu. Beliau adalah seorang aktivis kemanusiaan yang sudah pernah mengunjungi beberapa daerah konflik seperti Gaza, Mesir, Mynmar, dll.. sekarang beliau masih aktif menjadi anggota Komisi B DPR RI dan juga  Ketua Forum Silaturahim Majelis Ta’lim (Forsitma ) DKI Jakarta. Pemaparan beliau  dan foto-foto yang menceritakan pengalamannya selama berkunjung di Mesir dan Gaza membuat diri ini benar-benar tersentuh. Air mata ngga bisa terbendung ketika mendengar kisah kesalihan, kesabaran, dan ketegaran saudara-saudara muslim kita di bumi Gaza dan Mesir.

Buku ini merupakan  rekaman catatan perjalanan Ustadzah Nurjanah dalam kunjungan kemanusiaannya ke Gaza, Palestina. Menurut saya, buku ini cocok banget buat sobat yang belum begitu paham mengapa kita harus peduli dengan perjuangan saudara kita di tanah Gaza dan apa  yang melatarbelakangi konflik antara Zionis Israel dan warga Gaza. Dengan membaca buku ini, kita juga jadi tahu hikmah-hikmah apa yang bisa kita petik dari perjuangan saudara kita di sana.

Pada awal bab penulis memaparkan aspek historis negeri Palestina, yakni negeri para Nabi Allah, kiblat pertama umat muslim, terdapat Masjidil Aqsa di mana Nabi Muhammad pernah sholat di sana dalam perjalanannya menuju Sidratul Muntaha pada peristiwa Isra’ Mi’raj. Dalam buku ini, penulis juga memaparkan seperti apa sejarah singkat Zionis Israel dan awal mula terjadinya konflik di tanah Palestina yang terjadi  sejak bertahun-tahun lalu. Aspek historis ini penulis uraikan singkat di bab 1 dan diuraikan cukup ditail di bab 4. Penulis mengisahkan  dengan runut pengalamannya berkunjung ke Gaza yang ternyata tidak mudah untuk bisa masuk ke sana. Sehingga, bisa memasuki Gaza merupakan kebahagiaan dan anugerah tersendiri bagi penulis. Saya bisa menangkap  begitu banyaknya hikmah yang penulis rasakan saat menemui saudara-saudara kita di Gaza. Bukan  hanya mereka di Gaza yang merasakan manfaat tapi penulis justru banyak mendapat inspirasi ruhiyah yang sangat dalam ketika bertemu langsung dengan warga Gaza. Hikmah dari banyaknya para hafidz qur’an di sana, keteladanan semangat dan kesabaran para syuhada disana, ketulusan orang-orangnya, kesalihan anak-anak Gaza, dan banyak lagi hikmah yang diceritakan dalam buku ini. Di bab terakhir, penulis memaparkan seperti apa janji Allah yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadits terkait dengan  Palestina yang nantinya akan menang dengan kedatangan nabi Isa dan Imam Al-Mahdi.  Islam akhirnya meraih kejayaan di seluruh dunia hingga Hari Akhir datang.

Berbicara tentang fisik buku dan jenis kertas dalam buku ini, menurut saya termasuk “wah” untuk buku dengan harga yang kurang dari 50 ribu rupiah. Di dalamnya juga ada beberapa lampiran halaman berwarna, yaitu foto-foto penulis dan rekan-rekan relawan yang berkunjung ke Gaza dengan PM Ismail Haniyah, anak-anak Gaza, bahkan ada foto perkebunan yang subur di tanah Gaza. Saya juga tidak menemukan typo di buku ini, nampaknya editor penerbit bekerja dengan sangat baik dan teliti 🙂

OK, sekian review dari saya,.. selamat membaca dan menemukan inspirasi ruhiyah  melalui kisah di bumi GAZA!  dan jangan lupa juga tuk selalu mendoakan saudara kita di sana ya 🙂