Belajar Tahsin : Hukum “Mad” (Part 2)

Siang ini mendung euy Jakarta.. Alhamdulillah ademnyaa ^^

Mumpung lagi jam istirahat nih, saya pengen melanjutkan bahasan tentang mad  kemarin yang sempat tertunda karena penulis lagi ngantuk banget 😛

OK, kemarin kita sudah sampai pada salah satu jenis mad far’i yang disebabkan oleh karena diikuti hamzah. Nah sekarang kita bahas 2 jenis mad far’i lainnya yakni:

  • Mad yang bertemu dengan sukun murni (dibaca 6 harokat), sukun murni disini adalah sukun itu sendiri dan tasydid, macam nya ada 5 jenis mad:
  1. Mad Farqi –> mad badal yang bertemu tasydid, di Al-Quran hanya ditemukan di 4 tempat, yakni -surat Al-An’am (6) ayat 143 -144, surat Yunus (10) ayat 59,  dan  surat An-Naml (27) ayat 59.  Contoh:                                  mad-farq

Mad farqi adalah bagian yang bertanda merah.  Cara membacanya sepanjang 6 harokat, contoh pada bagian merah pertama dibaca “aaaaaadzdza karoini”

        2. Mad Lazim Mukhaffaf Kalimi –> mad badal yang bertemu dengan sukun dalam satu rangkaian kata . Kilmi artinya kata, sementara mukhaffaf artinya ringan karena dibaca ringan sebab tidak bertasydid. Contoh:

mad-lazim-mukhoffaf-kalimi

             Cara membacanya dibaca sepanjang 6 harokat: “aaaaaal aa na”

           3. Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi –> mad thabi’i yang bertemu tasydid dalam satu rangkaian kata. Kilmi artinya kata, sementara mutsaqqal artinya berat cara membacanya sebab dibaca tasydid. Contoh:

Lazim Mutsaqqal Kalimi

            Perhatikan yang bertanda warna biru, cara membacanya 6 harokat: “haaaaaajja ka”

        4. Mad Lazim Mukhaffaf Harfi –>  mad yang bertemu dengan sukun yang  berada dalam rangkaian  huruf muqotto’ah (huruf- huruf hijaiyah yang biasanya ada di beberapa awal surat). Huruf nya ada 8 huruf :  ن ق ص ع س ل ك م      Contoh:

mad-lazim-mukhoffaf-kharfi

              Perhatikan bagian yang bertanda biru di atas adalah mad lazim mukhaffaf harfi, dibaca 6 harokat. Contoh cara membaca “Nuuuuuun”, “haa miiiiiim”, “yaa siiiiiin”, ” ‘aiiiiiinnn siiiiiinnn qoooooof” , dst

        5. Mad Lazim Mutsaqqal Harfi –> mad yang bertemu dengan tasydid (karena dengung) dalam rangkaian  huruf muqotto’ah. Contoh:

mad-lazim-mutsaqol-kharfi

            Cara membacanya 6 harokat: ” Alif Laaaaaammm Miiiiiim Roo” dst

  • Mad yang bertemu dengan sukun karena waqaf  (dibaca 2, 4, atau 6 harokat)
  1. Mad ‘Aridh Lissukun –> maad yang bertemu huruf hidup yang diwaqofkan (berhenti). Contoh: mad aridh

Perhatikan bagian yang bertanda biru, itulah mad ‘aridh lissukun, dibaca 2,  4, atau 6  harokat : ” bi ‘aaaade” (qolqolah juga)

         2. Mad Liin –> apabila ” ya mati”  atau “wawu mati”  yang didahului huruf berharokat fathah, diwaqofkan . Kalau dalam bahasa indonesia mirip dengan istilah huruf diftong (au, ai). Contoh:

 

surat-quroisy

                      Perhatikan bagian yang bertanda merah, itulah yang dinamakan mad liin atau ada juga yang menyebutnya mad layyin. Cara membacanya 4 harokat, contoh : “Quroiiiisy”

Ok, sekian bahasan tentang bacaan mad. Semoga bermanfaat ^^ kembali kerja lagii *iket kepala 😀

Referensi :

– Pedoman Dauroh Al-Qur’an (Buku Tahsin 2), karya Abd.Aziz Abdur R, Al-Hafizh, LC.

– Panduan Tahsin Tilawah (Buku Tahsin 1),  karya Ust. Ahmad Muzzammil, MF Al Hafizh

– http://mujahidahwaljihad.blogspot.com/2013/04/hukum-mad-mad-menurut-bahasa-adalah.html

– http://qur_an.wapka.mobi/site_651.xhtml

– http://binaalquran.wordpress.com/2010/10/20/mad-lin-layyin/

Belajar Tahsin : Hukum “Mad” (Part 1)

Bismillah…  tiba-tiba ingin mereview apa saja yang dipelajari dari tahsin di LTQ Al-Hikmah (Jaksel), agar ilmu yang diperoleh ngga menguap begitu saja dan ngga hanya untuk konsumsi sendiri 🙂 nyoba sharing melalui blog ini semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Bahasan kali ini tentang bacaan “mad” dulu ya, karena ini topik yang menurut saya lebih sulit dibanding topik2 lainnya yang dibahas dalam tahsin. Ini sekaligus metode “mengikat ilmu” karena minggu depan ada UTS  yang salah satu topiknya adalah bacaan  “mad” ^^

Mad itu apa?  Menurut bahasa, mad adalah tambahan. Sementara menurut istilah adalah memanjangkan suara ketika membaca bacaan mad.

Bacaan mad ada tiga:

1. Huruf  “alif ” ( ﺍ ) menjadi huruf mad, apabila huruf alif tidak berharakat dan huruf sebelumnya berbaris fathah.
2. Huruf “ wawu “ ( ﻭ ) menjadi huruf mad, apabila huruf wawu berharakat sukun dan huruf sebelumnya berbaris dammah.
3. Huruf “ ya “ ( ﻱ ) menjadi huruf mad, apabila huruf ya berharakat sukun dan huruf sebelumnya berbaris kasrah.

Secara umum, mad dikelompokkan menjadi 2 yaitu mad asli dan mad far’i. Masing-masing jenis mad tersebut memiliki beberapa macam nama mad. Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut

photoMad Asli adalah mad yang tidak disebabkan karena adanya hamzah atau sukun. Mad ini dibaca sepanjang 2 harakat. Ada 5 macam mad asli:

  1. Mad Thabi’ii  –> mad yang terdiri dari huruf mad yang didahului oleh selain hamzah. Contoh:  قُوْلُوْا 
  2. Mad Badal (bacaan aa, ii, uu) –> huruf mad yang didahului oleh hamzah. Contoh : اِيْمَانٌ
  3. Mad ‘Iwadh –> mad yang terjadi karena berwaqaf (berhenti) pada huruf yang berakhiran fathatain. Contoh: حَكِيْمًا dibaca حَكِيْمَا
  4. Mad Tamkiin (bacaan yii) –> yaitu mad yang terdapat pada ya bertasydid yang bertemu dengan ya mati. Contoh: رَبَّانِيِـّـيْـنَ
  5. Mad Shilah Qashirah (bacaan huu atau hii) –> yaitu ha dhamir yang tidak didahului ataupun diikuti huruf sukun, dan bertemu selain hamzah. Contoh: رَسُوْلُهُ (di Al-Qur’an madinah, mad ini ditandai dengan ha’ dhamir diikuti wawu kecil, tanpa tanda bendera)

Mad Far’i adalah mad yang dipengaruhi oleh hamzah dan sukun. Pengelompokan jenis-jenis mad far’i dibagi menjadi 3, yaitu karena mad bertemu hamzah, mad bertemu sukun murni, dan mad bertemu sukun karena waqaf. Kadar panjang mad far’i beragam, yakni 2,4,5,dan 6 harakat.  Mad far’i ditandai dengan adanya tanda bendera (). Berikut adalah jenis-jenisnya:

  • Mad yang bertemu dengan hamzah (dibaca 4/5 harokat, biasanya 4 harokat), ada 3 macam:
  1. Mad Wajib Muttashil –> mad yang bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Contohnya bisa dilihat pada gambar di bawah.
  2. Mad Jaiz Munfassil –> mad yang bertemu dengan hamzah dalam kata yang terpisah. Contoh bisa dilihat pada gambar berikut.mad wajib muttashil

3. Mad Shilah Thawilah –> ha dhamir yang bertemu dengan hamzah. Contoh: أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ (seharusnya ada tanda bendera di atasnya)

Anyway dilanjut ke part 2 ya sob,,  penulis udah mulai 5 watt nih saking ngantuknya >.<    Insya Allah disambung ke part 2. Good night ^^

Ingin Perbaiki Bacaan Al-Quran? Belajar Tahsin Yuk ^^

Menjelang bulan Ramadhan, saya ingin sekali untuk sharing tentang belajar tahsin tilawah di LTQ Al-Hikmah, Mampang, Jaksel 🙂 Siapa tau pembaca menjadi tertarik dan semangat untuk belajar tahsin tilawah.  Amiin ^^  (*tahsin tilawah:  memperbaiki bacaan Al-Qur’an) Hmmhh, kapan Anda terakhir belajar tahsin tilawah?  Sebelum ikut tahsin di Al-Hikmah, saya  terakhir belajar tahsin saat itu di kelas 6 SD, di TQA Masjid Ar-Rahmah, Leces. Semenjak itu saya ngga pernah lagi belajar baca Al-Quran dengan gurunya langsung. Selama itu saya membaca sendiri dan yakin sekali cara membaca huruf demi huruf, ayat demi ayat yang saya baca sudah benar.   Sampai suatu ketika Alhamdulillah mendapat hidayah untuk belajar lagi tahsin tilawah mulai bulan februari kemarin. Sebenernya sudah ada ajakan untuk ikut belajar tahsin tahun lalu, tapi Astaghfirullah saya ngga begitu berminat karena pikiran saya waktu itu yakin sekali kalau bacaan saya sudah benar, jadi buat apa lagi belajar tahsin ><. Waktu terus berjalan, suatu ketika ada seorang Bapak di kantor yang bercerita kalau beliau sedang mengikuti belajar tahsin di LTQ yang dekat dengan tempat kediamannya. Bapak itu banyak bercerita, seru nampaknya mendengar ceritanya. Bapak itu bercerita juga kalo selama belajar tahsin, ternyata apa yang dia yakini benar bacaannya ketika baca Al-Quran sendirian, ternyata pada salah semua ketika ada guru yang membimbing (talaqqi). Statement itu jleb banget bagi saya. Dalam hati sempat terbersit, wah jangan-jangan kalau saya juga ikut talaqqi, bacaan saya juga banyak salah 😦 Semenjak itu saya mulai googling tentang LTQ yang ada di Jakarta. Ternyata LTQ itu kepanjangannya bukan Lembaga Tahsin Quran tapi Lembaga Tahfidz Quran. Dari situ saya mulai tertarik karena ada program tahfidznya jadi bisa membantu juga untuk membayar nazar saya beberapa tahun lalu, hapal juz Amma. Akhirnya, pilihan saya jatuh di LTQ Al-Hikmah Mampang. LTQ ini ada website lengkapnya di sini. Kenapa di sana? Karena lokasinya ngga jauh dari tempat kos sekarang :)) Finally, ketika pendaftaran baru telah dibuka, saya niat banget untuk mendaftar online waktu itu. Pada saat pembukaan perdana,  saya betul-betul semangat meski sendirian menuju alamat yang sebelumnya ngga pernah ke sana. Alhamdulillah ngga nyasar, meski letak masjidnya ternyata di tengah permukiman warga yang ngga dilalui kendaraan umum. Di LTQ ini, ada 4 level kelas, ada BBQ, Tahsin (1&2), Takhosshush, dan Tahfidz. Untuk penjelasan detail setiap program, baca di website tadi ya sob 🙂 Di pertemuan perdana tadi semua santri dikumpulin di lantai 2 masjid, baik akhwat maupun ikhwan untuk dilakukan pembukaan secara resmi oleh Ketua LTQ dan pengurusnya. Untuk menentukan masuk ke kelas mana, setiap peserta di test dulu. Test baca Al-Quran. Hasil test masuk di kelas mana bisa dilihat di website kalau ngga salah seminggu setelah test tsb. Taraaa, sebenernya ngarep bisa masuk kelas Takhosshussh karena disana ada program tahfidz Juz Amma hehe, ternyata eh ternyata saya masuk di kelas Tahsin 1. Ahaa, its mean that bacaan saya masih banyak yang harus diperbaiki lagi euy >< Alhamdulillah, saya masuk Tahsin 1 dengan jam belajar setiap hari Sabtu dari jam 08.30 sampai jam 10.30, tapi biasanya belajr dimulai jam 09.00 hihihi. Hoya untuk belajarnya, kita membentuk kelompok-kelompok kelas dimana setiap kelas ada gurunya. Untuk kelompok-kelompok ikhwan ada di lantai 2. Kelompok2  akhwat ada di lantai 3. Alhamdulillah guru/ustadzah saya enak cara ngajarnya, selain belajar tahsin, kadang ada tausiyah juga yang membuat ruhaniyah diri makin meningkat.  Oleh karenanya, hari Sabtu adalah hari yang paling ditunggu2. Jujur saja, saya seneng banget belajar tahsin di sana, ya bisa dibilang  seperti orang ketagihan mungkin. Kalau ngga salah selama  semester kemarin, saya ngga masuk  hanya 1x karena pulkam buat menghadiri wisuda Adik 🙂 Selebihnya, masuk terus 😛  ya kadang emang ada godaan males dateng, tapi Alhamdulillah bisa dihempas itu godaan-godaan. Di hari perdana kelas, kita belajar apa sih motivasi untuk mempelajari Al-Quran. Ada banyak hadits ternyata yang bisa membuat kita termotivasi untuk selalu berinteraksi dengan Al-Quran, menjadi shohibul Qur’an, dan selalu mempelajari Al-Qur’an. Beberapa hadits tsb. diantaranya:

“Sesungguhnya diantara manusia terdapt keluarga Allah. (Para sahabat bertanya), “Siapakah mereka, ya Rasul?” Rasul menjawab, “Mereka adalah Ahlul Qur’an; mereka keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya.” (HR. Ahmad) “Bacalah Al-Quran, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat menjadi pemberi syafa’at bagi orang-orang yang bersahabat dengannya.” (HR. Bukhari) “Barangsiapa yang belajar Al-Qur’an dan mengamalkannya, akan diberikan kepada orang tuanya pada hari kiamat mahkota yang cahanya lebih indah dari cahaya matahari. Kedua orang tua itu akan berkata, “mengapa kami diberi ini?”. Maka dijawab, “Karena anakmu yang telah mempelajari Al-Qur’an.” (Abu Dawud, Ahmad, dan Hakim)

MasyaAllah, indah banget yaa kalo kita menjadi sahabat Al-Qur’an. Masih banyak hadits-hadits sahih lain yang isinya tentang manfaat kita menjadi sahabat Al-Qur’an. Monggo dicari biar makin cinta dengan salah satu mukjizat Nabi Muhammad ini ^^ Di kelas (kelompok sekitar belasan siswa dengan 1 guru)  kita belajar tajwid (makhroj huruf, dengung, mad, bacaan gharib), ilmu-ilmu terkait Al-Quran, dan kami ada juga ujiannya loh, ada UTS maupun UAS. Alhamdulillah minggu lalu baru saja menyelesaikan UAS lisan dan tulis.  Kelas semester baru  selanjutnya akan dimulai sepertinya bulan Agustus nanti. Tinggal menunggu hasilnya, insyaAllah tetep melanjutkan yaa semoga semangat ini tetap bertahan hingga kelas Tahfidz amiin Ya Allah. Semangat mempelajari Al-Quran hingga akhir khayat Amiinn.   Bagi saya, recommended banget belajar di LTQ Al-Hikmah ini. InsyaAllah bermanfaat dunia akhirat. Anyway, ada salah satu ustadz pengajar yang sudah hafidz sejak usia 15 tahun. Dan beliau pernah menjadi 5 besar MTQ Internasional di Mekkah, subhanallah. Namanya ust. Muzammil. Beliau pengarang buku-buku pedoman yang kita pakai dalam belajar. Hoya mushaf yang kita pakai dalam belajar di sini adalah mushaf Madinah. Terus terang dulu sempat ngga ngeh dengan tulisan aplikasi Al-Quran di hp, kok tulisannya beda ama Al-Qur’an yang biasa kita baca.. ternyataa itu mushaf Madinah toh, setelah belajar saya jadi tau dan ngga bingung lagi membaca mushaf Madinah 🙂 Hayo sob, ikutan belajar tahsin tilawah… menyenangkan insyaAllah! 🙂 Btw, iseng searching di youtube, ternyata ini ada video salah satu pengurus dan pengajar di LTQ Al-Hikmah, Ust. Ahmad Muzzammil, MF Al Hafizh ttg tahsin tilawah. Yaa selama semester Tahsin 1 kemaren bisa dikatakan materi tajwidnya semua ada dalam video itu. Bagus videonya ada talaqqi nya juga loh, monggo diliat ^^ OK, sekian sharing dari saya. Semoga bermanfaat dan met puasa ya sob ^^