Nasihat Hari Ini

Bismillah.. how’s your day sob? Kaifa haluukum? hehe campur2 english ama arab 😛 Semoga nanti bisa lancar nguasain bahasa inggris dan arab amiinn. Terinspirasi dari almarhumah gayatri, anak ajaib asal Ambon, penguasa 16 bahasa di usia yang masih muda,, hanya berbekal belajar sendiri lewat membaca, mendengar, dan praktik yang konsisten, dia mampu berbicara lancar dengan 16 bahasa dunia tsb. MasyaAllah… semoga almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisiNya… Amiin Ya Allah

Lagi pengen sharing… Tadi siang saya ikut teman-teman kantor menghadiri pemakaman ibu dari seorang teman kantor. Ya Allah, ini kali kedua saya menghadiri pemakaman, sebelumnya sudah lampau sangat, yaitu saat pemakaman nenek saat saya masih kelas 1 SMA dulu.

Rombongan saya tadi tiba saat penguburan telah selesai, namun Alhamdulillah masih sempat mendengar tausiyah yang dibawakan ustadz yang ikut hadir di sana. Hikmahknya bisa dapet amiinn.. Kematian itu adalah awal dari kehidupan yang abadi. hiks hiks…

Astaghfirullah, tertampar banget bagi saya yang akhir-akhir ini sering ngga jelas perasaan, hati, dan pikiran tentang keduniaan. Just remind to myself.. sudahkah saya menyiapkan bekal yang cukup untuk kehidupan abadi nanti? Mengapa saya lebih memikirkan bagaimana saya bisa hidup enak, sementara melalaikan bagaimana saya nanti bisa meninggal enak yakni khusnul khotimah? Bagaimana hablum minannas saya? Apakah banyak orang yang ngga sengaja saya sakiti? Mohon maaf ya sobat pembaca blog ini, yang siapa tau pernah mengenal saya, pernah berkomunikasi dengan saya, atau bahkan sekedar tau lewat social media.. mohon dimaafkan kalau saya pernah menyalahi kalian… Mohon maaf juga jika ada janji2 yang belom atau lupa tertunaikan… kBagaimana dengan hablumminallah? is Allah satisfied dengan amalan2 kita?

Subhanallah.. hidup ini hanya sementara.. dan di dunia inilah sarana bagi kita yang masih hidup untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan.. fastabiqul khairat.. Smangat!! ^^

Belajar Tahsin : Hukum “Mad” (Part 2)

Siang ini mendung euy Jakarta.. Alhamdulillah ademnyaa ^^

Mumpung lagi jam istirahat nih, saya pengen melanjutkan bahasan tentang mad  kemarin yang sempat tertunda karena penulis lagi ngantuk banget 😛

OK, kemarin kita sudah sampai pada salah satu jenis mad far’i yang disebabkan oleh karena diikuti hamzah. Nah sekarang kita bahas 2 jenis mad far’i lainnya yakni:

  • Mad yang bertemu dengan sukun murni (dibaca 6 harokat), sukun murni disini adalah sukun itu sendiri dan tasydid, macam nya ada 5 jenis mad:
  1. Mad Farqi –> mad badal yang bertemu tasydid, di Al-Quran hanya ditemukan di 4 tempat, yakni -surat Al-An’am (6) ayat 143 -144, surat Yunus (10) ayat 59,  dan  surat An-Naml (27) ayat 59.  Contoh:                                  mad-farq

Mad farqi adalah bagian yang bertanda merah.  Cara membacanya sepanjang 6 harokat, contoh pada bagian merah pertama dibaca “aaaaaadzdza karoini”

        2. Mad Lazim Mukhaffaf Kalimi –> mad badal yang bertemu dengan sukun dalam satu rangkaian kata . Kilmi artinya kata, sementara mukhaffaf artinya ringan karena dibaca ringan sebab tidak bertasydid. Contoh:

mad-lazim-mukhoffaf-kalimi

             Cara membacanya dibaca sepanjang 6 harokat: “aaaaaal aa na”

           3. Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi –> mad thabi’i yang bertemu tasydid dalam satu rangkaian kata. Kilmi artinya kata, sementara mutsaqqal artinya berat cara membacanya sebab dibaca tasydid. Contoh:

Lazim Mutsaqqal Kalimi

            Perhatikan yang bertanda warna biru, cara membacanya 6 harokat: “haaaaaajja ka”

        4. Mad Lazim Mukhaffaf Harfi –>  mad yang bertemu dengan sukun yang  berada dalam rangkaian  huruf muqotto’ah (huruf- huruf hijaiyah yang biasanya ada di beberapa awal surat). Huruf nya ada 8 huruf :  ن ق ص ع س ل ك م      Contoh:

mad-lazim-mukhoffaf-kharfi

              Perhatikan bagian yang bertanda biru di atas adalah mad lazim mukhaffaf harfi, dibaca 6 harokat. Contoh cara membaca “Nuuuuuun”, “haa miiiiiim”, “yaa siiiiiin”, ” ‘aiiiiiinnn siiiiiinnn qoooooof” , dst

        5. Mad Lazim Mutsaqqal Harfi –> mad yang bertemu dengan tasydid (karena dengung) dalam rangkaian  huruf muqotto’ah. Contoh:

mad-lazim-mutsaqol-kharfi

            Cara membacanya 6 harokat: ” Alif Laaaaaammm Miiiiiim Roo” dst

  • Mad yang bertemu dengan sukun karena waqaf  (dibaca 2, 4, atau 6 harokat)
  1. Mad ‘Aridh Lissukun –> maad yang bertemu huruf hidup yang diwaqofkan (berhenti). Contoh: mad aridh

Perhatikan bagian yang bertanda biru, itulah mad ‘aridh lissukun, dibaca 2,  4, atau 6  harokat : ” bi ‘aaaade” (qolqolah juga)

         2. Mad Liin –> apabila ” ya mati”  atau “wawu mati”  yang didahului huruf berharokat fathah, diwaqofkan . Kalau dalam bahasa indonesia mirip dengan istilah huruf diftong (au, ai). Contoh:

 

surat-quroisy

                      Perhatikan bagian yang bertanda merah, itulah yang dinamakan mad liin atau ada juga yang menyebutnya mad layyin. Cara membacanya 4 harokat, contoh : “Quroiiiisy”

Ok, sekian bahasan tentang bacaan mad. Semoga bermanfaat ^^ kembali kerja lagii *iket kepala 😀

Referensi :

– Pedoman Dauroh Al-Qur’an (Buku Tahsin 2), karya Abd.Aziz Abdur R, Al-Hafizh, LC.

– Panduan Tahsin Tilawah (Buku Tahsin 1),  karya Ust. Ahmad Muzzammil, MF Al Hafizh

– http://mujahidahwaljihad.blogspot.com/2013/04/hukum-mad-mad-menurut-bahasa-adalah.html

– http://qur_an.wapka.mobi/site_651.xhtml

– http://binaalquran.wordpress.com/2010/10/20/mad-lin-layyin/

Ibu rumah tangga, perkerjaan yang mulia :)

Kadang terbayang, jadi istri dan ibu rumah tangga itu bener-bener memerlukan tenaga ekstra, harus gesit, ngga ada yang namanya nanti dulu aja, dan ngga ada leyeh-leyeh kalo perkerjaan rumah belum beres. Jadi teringat ibu.. dan sepertinya ibu kita semua juga sama.. ngga bisa diam kalo melihat ruangan berantakan sedikit, ada tumpukan baju kotor di keranjang, atau tumpukan piring kotor dan gelas kotor di dapur, tumpukan baju-baju yang belum disetrika, dkk. Ibu saya ngga bisa kalo melihat kondisi rumah yang seperti itu. Semua pekerjaan rumah langsung dihajar, dilahap, dan disikat sendiri sampai tuntas karena di rumah tidak ada ART (asisten rumah tangga). Dulu waktu masih di rumah, sebagai anak yang berbakti *halah* 😛 saya setidaknya ikut bantulah minimal nyapu, ngelap2, n nyuci piring..

Setiap harinya, ibu bangun paling awal.  Mulai dari solat, masak buat sarapan, nyiapin baju kerja bapak dan apa- aja yang dibawa semuanya udah ditata rapih. Bapak tinggal bangun tidur, solat, mandi, ganti baju dan tinggal ambil sarapan yang sudah disiapkan ibu. Subhanallah, hectic banget ya pagi-pagi bagi seorang istri dan ibu rumah tangga. Benar-benar melayani Bapak 🙂 Bahkan masih inget banget nih kalo weekend,, bapak malemnya ikutan ronda siskamling sampe subuh, jadinya habis subuh tidur karena malemnya ronda semalaman. Ibu baru ngebolehin saya ngebangunin Bapak kalo sarapan yang dibuat Ibu sudah siap. Jadi ketika bapak dibangunin, tinggal mand dan langsung sarapan, Subhanallah, hal-hal seperti ini adalah teladan yang baiknya kita contoh untuk kehiduan rumah tangga.  Ngga hanya ngurusin pekerjaan rumah, ibu juga memiliki peran sebagai bendahara  dalam rumah tangga, pemasukan dan pengeluaran semuanya diatur dan dicatat oleh ibu.  Sampai-sampai ibu punya buku agenda yang mencatat pengeluaran setiap harinya,,  lucunya, Bapak ngga bisa simpan rahasia kalo dapat uang bonus tak terduga dari kantor hehehe… awalnya diam-diam ngga bilang, ngga beberapa lama kemudian Bapak ngomong sendiri tadi dapat uang bonus apaan ke ibu hehehe masuk kas bendahara deh buat nraktir sekeluarga 😀  Selain jadi bendahara, ibu juga harus bisa jadi psikolog dan trainer motivasi, tempat curhat Bapak dan juga anak-anaknya serta motivator bagi kami sekeluarga. Subhanallah peranan Ibu sangat luar biasa. Ngga habis pikir kalau ada anak yang sampai durhaka pada Bapak Ibunya *na’udzubillah,, mumpung kita masih ada kesempatan, yuk doakan Bapak Ibu kita semoga Allah menyayangi mereka seperti mereka menyayangi kita sejak kecil, dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka… Amiinn. Berupayalah kita sebagai anak untuk bisa membahagiakan orang tua kita di dunia dan akhirat. Kasih mereka tulus kepada anak-anaknya 🙂

ibu rumah tangga

Bagi yang sudah menjadi istri dan ibu rumah tangga,, saya bisa membayangkan bagaiamana capenya jadi wanita super yang multitasking mengurus suami, mengurus dan mendidik anak, menyelesaikan perkerjaan rumah, bahkan pekerjaan kantor. Harus bisa memenej waktu dan tenaga. Salut banget pada kalian semuaa ^^. InsyaAllah pekerjaan-pekerjaan itu menjadi bentuk ibadah yang berpahala. Rasa capenya akan tertawar dengan berkahnya keluarga kalian yang  sakinah, mawaddah, wa rahmah yang diridhai Allah SWT. Semangat sobat ^^

Belajar Tahsin : Hukum “Mad” (Part 1)

Bismillah…  tiba-tiba ingin mereview apa saja yang dipelajari dari tahsin di LTQ Al-Hikmah (Jaksel), agar ilmu yang diperoleh ngga menguap begitu saja dan ngga hanya untuk konsumsi sendiri 🙂 nyoba sharing melalui blog ini semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Bahasan kali ini tentang bacaan “mad” dulu ya, karena ini topik yang menurut saya lebih sulit dibanding topik2 lainnya yang dibahas dalam tahsin. Ini sekaligus metode “mengikat ilmu” karena minggu depan ada UTS  yang salah satu topiknya adalah bacaan  “mad” ^^

Mad itu apa?  Menurut bahasa, mad adalah tambahan. Sementara menurut istilah adalah memanjangkan suara ketika membaca bacaan mad.

Bacaan mad ada tiga:

1. Huruf  “alif ” ( ﺍ ) menjadi huruf mad, apabila huruf alif tidak berharakat dan huruf sebelumnya berbaris fathah.
2. Huruf “ wawu “ ( ﻭ ) menjadi huruf mad, apabila huruf wawu berharakat sukun dan huruf sebelumnya berbaris dammah.
3. Huruf “ ya “ ( ﻱ ) menjadi huruf mad, apabila huruf ya berharakat sukun dan huruf sebelumnya berbaris kasrah.

Secara umum, mad dikelompokkan menjadi 2 yaitu mad asli dan mad far’i. Masing-masing jenis mad tersebut memiliki beberapa macam nama mad. Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut

photoMad Asli adalah mad yang tidak disebabkan karena adanya hamzah atau sukun. Mad ini dibaca sepanjang 2 harakat. Ada 5 macam mad asli:

  1. Mad Thabi’ii  –> mad yang terdiri dari huruf mad yang didahului oleh selain hamzah. Contoh:  قُوْلُوْا 
  2. Mad Badal (bacaan aa, ii, uu) –> huruf mad yang didahului oleh hamzah. Contoh : اِيْمَانٌ
  3. Mad ‘Iwadh –> mad yang terjadi karena berwaqaf (berhenti) pada huruf yang berakhiran fathatain. Contoh: حَكِيْمًا dibaca حَكِيْمَا
  4. Mad Tamkiin (bacaan yii) –> yaitu mad yang terdapat pada ya bertasydid yang bertemu dengan ya mati. Contoh: رَبَّانِيِـّـيْـنَ
  5. Mad Shilah Qashirah (bacaan huu atau hii) –> yaitu ha dhamir yang tidak didahului ataupun diikuti huruf sukun, dan bertemu selain hamzah. Contoh: رَسُوْلُهُ (di Al-Qur’an madinah, mad ini ditandai dengan ha’ dhamir diikuti wawu kecil, tanpa tanda bendera)

Mad Far’i adalah mad yang dipengaruhi oleh hamzah dan sukun. Pengelompokan jenis-jenis mad far’i dibagi menjadi 3, yaitu karena mad bertemu hamzah, mad bertemu sukun murni, dan mad bertemu sukun karena waqaf. Kadar panjang mad far’i beragam, yakni 2,4,5,dan 6 harakat.  Mad far’i ditandai dengan adanya tanda bendera (). Berikut adalah jenis-jenisnya:

  • Mad yang bertemu dengan hamzah (dibaca 4/5 harokat, biasanya 4 harokat), ada 3 macam:
  1. Mad Wajib Muttashil –> mad yang bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Contohnya bisa dilihat pada gambar di bawah.
  2. Mad Jaiz Munfassil –> mad yang bertemu dengan hamzah dalam kata yang terpisah. Contoh bisa dilihat pada gambar berikut.mad wajib muttashil

3. Mad Shilah Thawilah –> ha dhamir yang bertemu dengan hamzah. Contoh: أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ (seharusnya ada tanda bendera di atasnya)

Anyway dilanjut ke part 2 ya sob,,  penulis udah mulai 5 watt nih saking ngantuknya >.<    Insya Allah disambung ke part 2. Good night ^^

Sharing Knowledge about “Thaharah”

Hai.. Apa kabar sob? Lama ga jumpa yaa 😀

Hari ini alhamdulillah dapat ilmu baru nih tentang bersuci atau sering disebut dengan istilah Thaharah. Mumpung masih fresh dalam ingatan, sore ini saya mau review ttg materi Thaharah yang tadi pagi saya dapatkan di kelas Madrasatun Nisa’ dengan nara sumber ustadzah Erika Suryani Dewi, Lc. MA. MasyaAllah, banyak banget ilmu tentang thaharah yang baru saya ketahui lewat kelas tadi pagi…  Dari jenis2 air, najis, wudhu, dan juga tayamum..  tadi dibahas lengkap dalam waktu kurang lebih sekitar 2 jam  ^^  mantap bgt cuy! *bahasa anak gaol 😀  yuk2 kita mulai sajo ngebahasnya 😀

AIR

thaharah

Air merupakan alat yang digunakan untuk thaharah (bersuci). Air yang bisa kita gunakan untuk thaharah diantaranya:

–  Air yang digunakan untuk thaharah adalah air mutlak yang memiliki 3 syarat utama, yakni warna, rasa, dan baunya kosong. Contoh air mutlak adalah air sumur, air hujan, es,  embun, air laut, air telaga, dan air yang berubah karena lama tergenang. Air tersebut merupakan air yang suci dan mensucikan yang artinya air tersebut bisa digunakan bersuci, yaitu untuk wudhu, istinja’ (membersihkan diri setelah buang kotoran BAB/BAK), dan mandi. Sementara contoh air yang suci namun tidak mensucikan adalah air sop, air susu, air teh, dll yang mana air ini tidak bisa digunakan untuk bersuci.

– Air musta’mal/ air sisa wudhu

– Air sisa minuman manusia, baik muslim/kafir, junub maupun haid. Air liur manusia itu suci sob, bukan najis 🙂

– Air sisa minuman binatang yang dimakan dagingnya. Karena air liur yang keluar dari binatang yang suci adalah suci

– Air sisa minuman bagal, keledai, binatang serta burung buas, kucing.

Sementara air sisa anjing dan babi, hukumnya najis yang harus dijauhi dan apabila terkena olehnya, harus dicuci dengan air 7x yang 1x diantaranya harus dicampur dengan tanah

AN NAJASAH

Atau istilah lainnya adalah najis, adalah kotoran yang bagi setiap muslim wajib mensucikan diri darinya dan mensucikan apa yang terkena olehnya.

Macam-macam najis:

– Bangkai, kecuali ikan & belalang, binatang yang tidak mempunyai darah mengalir (semut, lebah, dll), tulang dari bangkai, tanduk, bulu, rambut, kuku & kulit

– Darah, seperti darah haid, darah dari hewan sembelihan. (darah nyamuk, darah luka, dan darah yang menempel di daging tidak najis)

– Muntah, kencing, kotoran manusia

– Wadi

– Madzi, contoh keputihan karena  aktivitas dan stress

– Mani, cairan yang keluar pada pria maupun wanita karena akibat rangsangan seksual. Hal ini mewajibkan harus mandi besar untuk mensucikannya.

– Kencing dan kotoran dari binatang yang tidak dimakan dagingnya, contoh: kotoran kucing, cicak, dll (sementara kotoran dari binatang yang dagingnya dimakan, misal kotoran ayam, onta, burung, sapi adalah tidak najis,, ini saya baru tau sob dari pembicara tadi 🙂 )

– Binatang jalalah, yaitu binatang yang memakan kotoran dari hewan yang dagingnya tidak dimakan. (So, bagi penggemar lele, perlu waspada, kita harus menanyakan ke si penjual loh lele atau ikan lain yang kita beli itu apakah lele yang hidupnya di jamban atau dari penangkaran. Kalo lele yang dipelihara di jamban, dia hukumnya  najis, tidak boleh dimakan. Wah saya salah satu penggemar pecel lele >.< )

– Khamr/alkohol (btw alkohol itu adalah najis maknawi, yang artinya dia najis saat diminum yang membuat peminumnya mabuk. Sementara it’s OK kalo digunakan untuk obat atau pembersih. Hoya dari penjelasan tadi saya juga ngga was-was lagi saat pakai parfum yang baru dibeli online hehehe, pakai parfum boleh saja asal baunya ngga berlebihan yang sampai2 bisa menggoda lawan jenis)

– Anjing

Hoya baru tau juga nih kalo ingus itu merupakan najis ringan,, tapi tidak membatalkan wudhu. OK next, tadi juga dibahas ada beberapa yang perlu kita tau:

* tali cucian yang telah dipakai untuk menjemur pakaian yang najis, jika telah kering oleh karena sinar matahari/angin, maka boleh digunakan untuk menjemur kain yang bersih

*jika seseorang ditimpa sesuatu yang jatuh, dan dia tidak tahu apakah itu air/kencing, maka ia tidak wajib mencucinya

*bila kaki/pinggir kain bagian bawah kena sesuatu yang basah yang tidak dikenal apa wujudnya, maka kita tidak wajib untuk berusaha mengetahuinya

* tidak wajib mencuci apa yang kena tanah jalanan

*bila selesai sholat lalu terlihat olehnya di kain/badannya najis yang tak diketahuinya/diketahuinya tapi ia lupa/tidak lupa hanya tak sanggup menghilangkannya, maka sholatnya sah

*orang yang tidak mengetahui tempat najis pada kain, wajib mencuci kain itu seluruhnya

ADAB/SUNNAH ISTINJA’ (BAK/BAB)

– tidak membawa barang yang terdapat nama Allah, kecuali jika dikhawatirkan akan hilang jika ditaruh luar

– menjauhkan diri dari manusia terutama saat BAB agar tidak terdengar suara/tercium baunya

– membaca basmallah dan isti’adzah (ta’awud) dengan jahr (suara keras) saat membuka pintu atau mengangkat kain saat di lapangan. (karena di jamban lah tempat berkumpulnya jin. Saat adzan berkumandang, jin lari menuju jamban. Wah baru tau juga nih saya,, harus membiasakan baca doa sebelum masuk kamar mandi sob, agat terlindung dari gangguan jin laki2 maupun perempuan)

– menghindari bicara sama sekali, baik berupa dzkir, tidak perlu menjawab salam maupun adzan

– tidak menghadap atau membelakangi kiblat

– mencari tempat yang lunak dan rendah untuk menjaga agar tidak kena najis

– menghindari lubang (tanah) agar tidak menyakiti hewan yang mungkin ada di sana

– hendaklah menjauhi dari tempat orang berkumpul

– tidak kencing sewaktu berdiri, karena bertentangan dengan kesopanan maupun adat yang baik juga untuk menghindari percikannya

– wajib menghilangkan najis yang terdapat pada kedua jalan

– tidak bersuci dengan tangan kanan (tangan kanan hanya digunakan untuk makan, minum, memberi, dan menerima)

– mendahulukan  kaki kiri saat masuk kamar mandi, dan kaki kanan saat keluar, lalu hendak mengucapkan “gufranak”, artinya aku memohon keampunan-Mu

MANDI

Yang mewajibkan mandi wajib: keluar mani diserta syahwat (baik laki-laki mapun perempuan), hubungan kelamin, terhentinya haid dan nifas, mayit, dan orang kafir yang masuk Islam.

Fardhu mandi: niat, mangalirkan air keseluruhan badan dengan memulai sebelah kanan

Sunnah mandi: mulai dengan mencuci tangan, membasuh kemaluan, dan berwudhu, menuangkan air ke kepala 3x sambil dipijat rambut agar sampai ke akar-akarnya

Mandi sunnah: mandi hari Jum’at, mandi pada dua hari raya, mandi bagi yang memandikan jenazah, mandi Ihram ketika memasuki kota Mekkah, mandi ketika wuquf di Arafah

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui terkait dengan mandi:

*cukup satu kali mandi bagi yang haid dan janabat atau untuk mandi jumat dan hari raya atau mandi janabat dan jumat, asal diniatkan bagi semua

*bila seseorang mandi janabat dan belum berwudhu, maka dengan mandi berarti telah berwudhu

*orang junub dan perempuan haid boleh memotong rambut/kuku, serta pergi ke pasar dan berinteraksi dengan masyarakat

*tidak ada salahnya mengeringkan anggota badan dengan handuk dll baik setelah wudhu/mandi

*dibolehkan bagi laki-laki mandi dengan sisa air yang dipakai wanita untuk mandi dan keduanya juga boleh mandi bersama-sama dari sebuah bejana

*tidak boleh mandi dalam keadaan telanjang di depana umum. Tetapi jika memakai penutup dengan kain maka tidak apa-apa

TAYAMMUM

Syarat diperbolehkannya:

– tidak ada air/ ada tapi khawatir tidak cukup, ada luka/sakit dan ia khawatir dengan memakai air itu, penyakitnya jadi bertambah/lama sembuhnya

– air sangat dingin dan keras dugaannya akan timbul bahaya jika menggunakannya, air berada dekat seseorang tapi ia khawatir akan keselamatan akan dirinya, misal ada air tapi deket singa yang lagi minum, hehe serem bgt

–  seseorang membutuhkan air untuk sekarang atau nanti dan khawatir air itu akan habis

Fardhu tayammum: seperti tata cara berwudhu, membaca basmalah dan memukulkan kedua telapak tangan ke tanah/debu yang suci lalu menyapukanya ke muka kemudian ke kedua telapak tangan sampai pergelangan/siku (ada dua riwayat)

Hmmmh ada beberapa case yang mungkin berguna buat kita:

>>  Q: Apakah wanita yang mimpi basah wajib melakukan mandi wajib?

A: Ya, harus mandi wajib. Karena mani tidak hanya keluar dari pria saja, tapi dari wanita juga keluar mani saat ada rangsangan seksual even dalam mimpi

>> Q: Misal sedang dalam perjalanan dan tidak membawa underwear ganti, bagaimana bersucinya?

A: Bersihkan bagian yang terkena keputihan, percikkan dengan air pada pakaian yang terkena dan lap dengan tissue. Sebaiknya membawa underwear ganti saat bepergian atau memakai pembalut

>> Q: Misal haid ternyata selesai saat masih di kantor, apakah mandi wajibnya boleh ditunda saat nanti pulang kantor?

A: Jika darah haid telah berhenti dengan memeriksa menggunakan kapas, dan jika tidak memungkinkan untuk mandi di kantor, bertayamum bisa digunakan untuk menggantikan mandi wajib saat itu and then bisa sholat kembali.

Subhanallah, Islam is so perfect! Hal2 detail seperti ini sudah ada pedoman aturannya yaa ^^  Islam juga memudahkan dan ngga pake ribet…

That’s all sharing info yang saya dapat siang tadi. Semoga bermanfaat sob.. Good night, selamat berakifitas lagi besok SENIN loh haha ga berasa banget *loh  See you next InsyaAllah 🙂

Paradise

Akhir-akhir ini lagi suka lagu lagunya Maher Zain.. Salah satunya ini 🙂

Pradise by Maher Zain

I remember when I first met you
I felt that God answered my call
There was that one place I always thought about
And I just wanted to be there with you
The place that no eye has ever seen
The place that no heart has ever perceived
I had a great feeling inside of me
That one day I’ll be there with you

And now that we’re here feeling so good
About all the things that we went through
Knowing that God is pleased with us too
It’s not a dream, this is so true
Feeling the peace all around
Seeing things we could never imagine
Hearing the sound of rivers flow
And we know we’ll be here forever
The feeling is indescribable
Knowing that this is our reward

Do you remember the hard times we went through?
And those days we used to argue
But there was not one thing that could bring us down
‘Cause we always had in our minds
The place that no eye has ever seen
The place that no heart has ever perceived
The place we’ve been promised to live in forever
And best of all, it’s just me and you

And now that we’re here feeling so good
About all the things that we went through
Knowing that God is pleased with us too
It’s not a dream, this is so true
Feeling the peace all around
Seeing things we could never imagine
Hearing the sound of rivers flow
And we know we’ll be here forever
The feeling is indescribable
Knowing that this is our reward

I remember us praying at night
And just dreaming about this together
I’m so blessed to have you in my life
And now we can enjoy these blessings forever
Paradise is where we are now
Paradise, a dream come true
Paradise, O what a feeling!
Paradise, thank You Allah!

And now that we’re here feeling so good
About all the things that we went through
Knowing that God is pleased with us too
It’s not a dream, this is so true
Feeling the peace all around
Seeing things we could never imagine
Hearing the sound of rivers flow
And we know we’ll be here forever
The feeling is indescribable
Knowing that this is our reward

Awaken

“Awaken” by Maher Zain

 

We were given so many prizes
We changed the desert into oasis
We built buildings of different lengths and sizes
And we felt so very satisfied
We bought and bought
We couldn’t stop buying
We gave charity to the poor ’cause
We couldn’t stand their crying
We thought we paid our dues
But in fact
To ourselves we’re just lying
Oh
I’m walking with my head lowered in shame from my place
I’m walking with my head lowered from my race
Yes it’s easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves
We were told what to buy and we’d bought
We went to London, Paris and Costa Del Sol
We made show we were seen in the most exlusive shops
Yes we felt so very satisfied
We felt our money gave us infinite power
We forgot to teach our children about history and honor
We didn’t have any time to lose
When we were.. (were)
So busy feeling so satisfied
I’m walking with my head lowered in shame from my place
I’m walking with my head lowered from my race
Yes it’s easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves
We became the visuals without a soul
despite the heat

Our homes felt so empty and cold
To fill the emptiness
We bought and bought
Maybe all the fancy cars
And bling will make us feel satisfied
My dear brother and sister
It’s time to change inside
Open your eyes
Don’t throw away what’s right aside
Before the day comes
When there’s nowhere to run and hide
Now ask yourself ’cause Allah’s watching you
Is He satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?
Oh
I’m walking with my head lowered in shame from my place
I’m walking with my head lowered from my race
Yes it’s easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves